By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Saturday, 23 May 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Ketika Kedaulatan Rakyat Dicuri oleh Partai Politik
Pemerintah

Ketika Kedaulatan Rakyat Dicuri oleh Partai Politik

Diajeng Maharani
Last updated: May 22, 2026 1:40 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
kedaulatan partai politik
SHARE

beritax.id – Setiap 17 Agustus, bangsa Indonesia merayakan kemerdekaan. Namun, muncul pertanyaan mendasar. Apakah rakyat masih memegang kendali negara? Negara bukan sekadar bendera, lagu, atau wilayah. Negara juga menyangkut desain kekuasaan dan hubungan antara rakyat dengan pemerintah.

Hari ini, praktik menunjukkan dominasi pejabat partai. Kedaulatan partai politik menggeser posisi rakyat dalam menentukan arah pemerintahan. Pasal 1 ayat (2) UUD NRI 1945 menyatakan kedaulatan berada di tangan rakyat. Namun, realitas menunjukkan rakyat hanya memilih, bukan menentukan kandidat.

Pasal 6A ayat (1) menyebut presiden dipilih langsung oleh rakyat. Ketentuan ini tampak demokratis. Namun, ayat (2) menegaskan pasangan calon diusulkan partai politik. Akibatnya, kedaulatan partai politik menjadi gerbang utama kekuasaan. Rakyat hanya memilih kandidat yang telah disaring pejabat partai. Kebebasan memilih bersifat formal, tetapi substantifnya terbatas. Desain ini menegaskan demokrasi Indonesia lebih tepat disebut demokrasi partai. Demokrasi rakyat belum sepenuhnya terwujud.

Struktur Negara yang Bergeser

Sebelum amandemen, MPR menjadi lembaga tertinggi negara. Presiden berstatus sebagai mandataris MPR. Karena itu, rakyat memiliki posisi filosofis yang kuat. Setelah amandemen, MPR kehilangan kedudukan tertinggi. Presiden memperoleh legitimasi langsung dari rakyat. Namun, pintu pencalonan tetap dikendalikan partai politik. Struktur baru ini mengubah kedaulatan rakyat menjadi kedaulatan partai politik. pejabat partai menentukan calon presiden, legislatif, dan arah koalisi.

Rakyat akhirnya hanya menjadi penonton. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mendasar. Apakah negara milik rakyat atau milik partai politik?

Cak Nun menyatakan Indonesia pasca-amandemen berbeda dari negara yang diproklamasikan Bung Karno. Pemerintah, TNI, dan Polri mendominasi arena negara. Sementara itu, rakyat kehilangan posisi substantif. Persoalan utamanya bukan siapa presidennya. Persoalan utamanya adalah siapa yang memegang kunci kekuasaan. Ketika kedaulatan partai politik mengontrol distribusi kekuasaan, klaim kedaulatan rakyat hanya menjadi slogan. Demokrasi partai terus berjalan. Namun, rakyat hanya menjadi penonton. Sistem akhirnya menciptakan ketergantungan rakyat kepada pejabat partai.

You Might Also Like

Gotong Royong Tanpa Keadilan: Solidaritas yang Hanya Menguntungkan Segelintir Orang
Menteri Keuangan Purbaya Pastikan Anggaran Negara, Ingatkan untuk Kesejahteraan Rakyat
Daerah Diminta Bantu Sumatera, Partai X Serukan Solidaritas Nasional
Ketimpangan Sosial Ekonomi: Akibat Kegagalan Sistem yang Tidak Mewujudkan Keadilan

Analogi Bangunan Negara

Pancasila merupakan filosofi arsitektur negara. Struktur ketatanegaraan berfungsi sebagai denah negara. Sementara itu, konstitusi menjadi detail engineering design. Sebelumnya, MPR menempatkan rakyat sebagai pusat manifestasi kedaulatan. Sekarang, partai politik menjadi pintu utama distribusi kekuasaan. Karakter negara berubah karena kedaulatan partai politik menggantikan posisi rakyat dalam menentukan arah negara. Demokrasi substansial melemah. Rakyat kehilangan kontrol substantif atas jalannya pemerintahan.

Solusi Memulihkan Kedaulatan Rakyat

Reformasi harus memperkuat kontrol rakyat dalam proses pencalonan presiden dan legislatif. Transparansi internal partai juga harus ditingkatkan. Dengan demikian, publik dapat mengawasi kandidat dan keputusan pejabat partai. Penguatan lembaga representatif seperti MPR sangat penting. Langkah ini menegaskan manifestasi nyata kedaulatan rakyat. Mekanisme check and balances juga harus dijalankan secara konsisten. Tujuannya agar partai tidak menguasai seluruh distribusi kekuasaan. Dengan langkah tersebut, partai tetap menjadi kendaraan demokrasi. Namun, partai tidak menggantikan kedaulatan rakyat. Indonesia pun dapat kembali menjadi negara yang pro-rakyat.

Amandemen UUD telah menggeser posisi rakyat. Partai politik kini menjadi pemegang kunci kekuasaan. Karena itu, muncul pertanyaan mendasar. Apakah Indonesia masih negara Bung Karno atau negara baru dengan nama lama?

Reformasi, transparansi partai, dan penguatan lembaga representatif menjadi solusi utama. Langkah tersebut diperlukan untuk memulihkan kedaulatan rakyat. Rakyat harus kembali menjadi pemilik negara. Rakyat bukan sekadar penonton di arena politik.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Indonesia Bukan Lagi Rumah Rakyat, Tapi Arena Kedaulatan Partai Politik
Next Article kedaulatan partai politik Kedaulatan Partai Politik dan Pergeseran Indonesia Pasca-Proklamasi

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Seputar Pajak

Zulhas Keliru, Rakyat Disuruh Bayar, Tapi Tak Boleh Bicara?

April 24, 2026
Ekonomi

Menkop Ferry Juliantono Diminta Utamakan Karyawan Lokal Demi Kesejahteraan Warga

April 22, 2026
Pemerintah

Salurkan Minyakita Lewat BUMN, Pastikan Harga Terjangkau

April 23, 2026
Seputar PajakTeknologi

CTO Enygma: “Secara Teknis Sangat Mustahil 24 Ahli IT Lokal Bisa Selesaikan Coretax dengan Cepat”

December 1, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.