By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 12 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Kekuasaan Bergaji Pajak dalam Sistem Negara yang Rapuh
Pemerintah

Kekuasaan Bergaji Pajak dalam Sistem Negara yang Rapuh

Diajeng Maharani
Last updated: January 9, 2026 1:17 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id — Kekuasaan bergaji pajak seharusnya menjadi pilar utama negara yang bekerja untuk kepentingan rakyat. Seluruh aparat negara dari pejabat eksekutif hingga lembaga penegak hukum dibiayai oleh pajak publik dan diberi mandat untuk melindungi, melayani, serta mengatur demi keadilan sosial. Namun dalam sistem negara yang semakin rapuh secara struktural, kekuasaan tersebut justru kerap tampil kuat ke atas dan lemah ke bawah.

Dalam beberapa waktu terakhir, publik menyaksikan ironi berulang. Di tengah tekanan ekonomi, melemahnya daya beli, maraknya pemutusan hubungan kerja, serta meningkatnya biaya hidup, negara justru agresif dalam optimalisasi penerimaan pajak dan penertiban administratif. Sementara itu, kebijakan perlindungan rakyat berjalan lambat, tidak merata, dan sering kalah oleh kepentingan pejabat serta stabilitas semu.

Negara Kuat Memungut, Lemah Melindungi

Salah satu ciri sistem negara yang rapuh adalah ketimpangan fungsi kekuasaan. Negara tampak sangat efektif dalam memungut pajak, menarik iuran, dan menegakkan kewajiban warga. Namun ketika rakyat membutuhkan perlindungan dari kenaikan harga, ketidakpastian kerja, atau ketimpangan akses layanan dasar negara justru hadir secara minimal.

Kekuasaan bergaji pajak bekerja optimal untuk menjaga sistem, tetapi tidak sepenuhnya bekerja untuk menjaga kehidupan rakyat.

Kebijakan yang Tidak Sensitif pada Kerentanan Sosial

Rapuhnya sistem negara juga tercermin dari kebijakan yang kurang sensitif terhadap realitas sosial. Ketergantungan pada pajak konsumsi, penyesuaian tarif layanan publik, serta minimnya intervensi serius pada harga kebutuhan pokok memperlihatkan bahwa beban penyesuaian ekonomi lebih banyak ditimpakan pada masyarakat.

Dalam kondisi ini, rakyat bukan hanya membiayai negara, tetapi juga menanggung risiko dari kegagalan kebijakan negara itu sendiri.

You Might Also Like

Kasus Bansos 2020, Partai X: Bantuan untuk Rakyat, Jangan Diselewengkan!
Eks Wakil Menteri BUMN Gagal Jadi Pejabat, Partai X: Jabatan Bukan Hadiah!
Ketika Ketatanegaraan Salah, Keadilan Jadi Kucing-Kucingan, dan Negara Tak Lagi Punya Alamat Pasti
Menanti Langkah Pemerintah Atasi Nasib Ribuan Karyawan Sritex yang Kena PHK

Demokrasi Formal, Akuntabilitas Lemah

Meski demokrasi prosedural tetap berjalan, sistem negara menjadi rapuh ketika akuntabilitas substantif melemah. Proses pengambilan kebijakan sering minim partisipasi publik yang bermakna, sementara kritik dan aspirasi warga kerap diperlakukan sebagai gangguan stabilitas.

Kekuasaan bergaji pajak kehilangan legitimasi moral ketika tidak lagi merasa wajib menjelaskan, mendengar, dan bertanggung jawab kepada pembayar pajak itu sendiri.

Jika kondisi ini dibiarkan, negara menghadapi risiko serius: menurunnya kepercayaan publik, melemahnya kepatuhan sosial, dan meningkatnya jarak antara negara dan rakyat. Sistem yang rapuh tidak runtuh secara tiba-tiba, tetapi terkikis perlahan ketika rakyat merasa negara bukan lagi milik bersama, melainkan milik kekuasaan.

Solusi: Memperbaiki Struktur, Mengembalikan Mandat

Untuk keluar dari jebakan kekuasaan bergaji pajak dalam sistem negara yang rapuh, diperlukan langkah korektif yang mendasar, antara lain:

  1. Mengembalikan orientasi kekuasaan pada fungsi utama negara: melindungi, melayani, dan mengatur rakyat secara adil.
  2. Mereformasi kebijakan fiskal agar lebih berkeadilan, dengan mengurangi ketergantungan pada pajak konsumsi dan memperkuat pajak progresif.
  3. Memperkuat perlindungan sosial dan daya beli rakyat, terutama di tengah tekanan ekonomi yang nyata.
  4. Menjamin ruang partisipasi dan kritik publik, sebagai mekanisme koreksi dalam demokrasi.
  5. Memperkuat akuntabilitas pejabat publik, agar setiap kebijakan dapat dipertanggungjawabkan kepada pembayar pajak.

Kekuasaan yang dibiayai pajak rakyat tidak boleh berdiri di atas rakyat. Selama sistem negara tetap rapuh dan kebijakan menjauh dari kepentingan publik. Kekuasaan bergaji pajak akan terus kehilangan makna pengabdiannya dan negara akan semakin jauh dari rakyat yang membiayainya.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Demokrasi Terancam Saat Pemerintah Bayaran Lupa Mandat
Next Article Menteri Pertanian Andi Amran Dapat Pujian, Kinerja Harus Terus Ditingkatkan!

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Lembaga Pengawas ASN, Partai X: Libatkan Ahli, Bukan Asal Tunjuk!

October 22, 2025
Pemerintah

Analogi Bus Negara dan Arah Tujuan Bangsa

October 24, 2025
Pemerintah

Menyalakan Kembali Api Kepahlawanan di Tengah Negara yang Lupa Rumah Tangga

November 13, 2025
Pemerintah

KPK Panggil Wasekjen PDIP, Partai X: Hukum Tajam ke Rakyat, Tumpul ke Pejabat?

September 16, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.