By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sunday, 10 May 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Kegagalan Negara Sibuk Mengatur Kekuasaan, Rakyat Dibiarkan Mengurus Nasibnya Sendiri
Pemerintah

Kegagalan Negara Sibuk Mengatur Kekuasaan, Rakyat Dibiarkan Mengurus Nasibnya Sendiri

Diajeng Maharani
Last updated: December 29, 2025 12:52 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Di tengah derasnya agenda kekuasaan, revisi undang-undang, dan konsolidasi kekuasaan di tingkat pejabat, persoalan nyata yang dihadapi rakyat justru kerap tertinggal. Hal ini menunjukkan kegagalan negara kenaikan harga kebutuhan pokok, ketidakpastian kerja, konflik agraria, hingga dampak bencana masih menjadi beban sehari-hari masyarakat, sementara negara terlihat lebih sibuk mengatur struktur kekuasaan daripada memastikan rakyat terlindungi. Situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar: untuk siapa negara bekerja?

Agenda Kekuasaan Mendominasi Ruang Publik

Dalam beberapa waktu terakhir, perhatian pemerintah dan lembaga pemerintah tersedot pada pembahasan regulasi strategis, distribusi kewenangan, serta wacana efisiensi peemrintah. Sayangnya, pembahasan tersebut seringkali minim partisipasi publik dan jauh dari kebutuhan mendesak masyarakat.

Alih-alih memperkuat layanan dasar, negara justru tampak fokus merapikan mekanisme kekuasaan, sementara rakyat diminta bertahan sendiri menghadapi tekanan ekonomi dan sosial.

Rakyat Berjuang Tanpa Negara

Di lapangan, masyarakat menghadapi realitas yang kontras dengan narasi stabilitas. Petani kehilangan lahan, buruh bergulat dengan upah stagnan, pelaku UMKM tertekan kebijakan pajak dan biaya produksi, sementara korban bencana menunggu bantuan yang lambat datang.

Negara hadir dengan aturan dan imbauan, tetapi absen ketika rakyat membutuhkan perlindungan konkret dan pelayanan nyata.

Negara sebagai Penonton, Rakyat sebagai Penanggung Beban

Ketika negara lebih sibuk mengelola kekuasaan, rakyat diposisikan sebagai penonton kebijakan yang dampaknya harus mereka tanggung sendiri. Kondisi ini memperlebar jarak antara penguasa dan warga, serta mengikis kepercayaan publik terhadap institusi negara.

You Might Also Like

Sistem Ketatanegaraan Stabil: Pilar Ketahanan Menghadapi Tekanan Global
PAN Usung Figur Muda, Zulhas Bilang Bukan Ikut-ikutan, Partai X Tanya: Lalu Kenapa Mirip Semua?
Pemerintah Indonesia Gagal Melahirkan Keadilan?
Pembakaran Cenderawasih, Partai X: Aturan Dilanggar, Harga Diri Dihancurkan!

Negara yang seharusnya menjadi sandaran justru terlihat berjarak dan birokratis.

Tanggapan Rinto Setiyawan: Negara Tidak Boleh Lepas Tangan

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menegaskan bahwa arah kebijakan seperti ini menunjukkan kegagalan negara memahami mandat dasarnya.

“Tugas negara itu ada tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Jika negara sibuk mengatur kekuasaan tapi membiarkan rakyat mengurus nasibnya sendiri, itu berarti negara sedang lupa tugas utamanya,” tegas Rinto.

Menurutnya, kekuasaan bukan tujuan, melainkan alat untuk menjamin kesejahteraan rakyat.

Rinto menekankan bahwa negara tidak boleh menjadikan stabilitas pemerintahan dan pengaturan kekuasaan sebagai prioritas tunggal. Tanpa keberpihakan pada rakyat, stabilitas hanya menjadi ilusi yang rapuh.

Negara yang kuat bukanlah negara yang paling rapi mengatur kekuasaan, tetapi yang paling hadir saat rakyat membutuhkan.

Solusi dan Rekomendasi

Untuk mengembalikan fungsi negara pada rel yang seharusnya, diperlukan langkah nyata:

  • Mengalihkan fokus kebijakan dari konsolidasi kekuasaan ke perlindungan dan kesejahteraan rakyat
  • Memastikan setiap regulasi berdampak langsung pada perbaikan hidup masyarakat
  • Memperkuat layanan publik yang responsif, terutama di sektor ekonomi, kesehatan, dan kebencanaan
  • Membuka ruang partisipasi rakyat dalam proses pengambilan keputusan
  • Menegaskan kembali peran negara sebagai pelindung, pelayan, dan pengatur rakyat bukan sekadar pengelola kekuasaan

Partai X menegaskan, negara tidak boleh berdiri di menara kekuasaan sambil membiarkan rakyat berjuang sendirian. Negara ada karena rakyat, dan kekuasaan hanya sah jika digunakan untuk melindungi, melayani, dan mengatur demi kepentingan rakyat.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Kegagalan Sistem Negara: Luhut Bicara Data, Rakyat Bicara Kenyataan
Next Article Negara Salah Urus: Kekuasaan Aman, Rakyat Terancam

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Demokrasi tanpa arah
Pemerintah

Ketika Kebijakan Berubah-ubah, Demokrasi Tanpa Arah Terbaca

May 7, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi pernyataan eks Wamenaker Immanuel Ebenezer yang meminta amnesti Presiden
Pemerintah

KPK: Jangan Dikit-dikit Amnesti, Partai X: Rakyat Mana Pernah Dapat Amnesti?

August 26, 2025
Pemerintah

Prabowo Bicara Diplomasi Garuda, Partai X: Lindungi Rakyat Dulu, Baru Bicara Kehormatan Negara!

July 17, 2025
Pemerintah

KemenHAM Minta Selaras HAM, Partai X: Jangan Hanya di Atas Kertas!

September 23, 2025
Seputar Pajak

Konflik Antara Taxstaat dan Rechtstaat

August 5, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.