By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 3 July 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Keadaan Negara: Dari Kontrak Sosial ke Kontrak Oligarki
Pemerintah

Keadaan Negara: Dari Kontrak Sosial ke Kontrak Oligarki

Diajeng Maharini
Last updated: December 30, 2025 1:38 pm
By Diajeng Maharini
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Keadaan negara hari ini menunjukkan pergeseran yang mengkhawatirkan. Negara yang semestinya berdiri di atas kontrak sosial antara rakyat dan penguasa, perlahan bergeser menjadi arena kepentingan segelintir pejabat ekonomi dan pemerintahan. Kebijakan publik kian sering lahir bukan dari kebutuhan rakyat, melainkan dari negosiasi kekuasaan dan modal.

Dalam konsep bernegara, kontrak sosial menempatkan rakyat sebagai pemilik kedaulatan. Negara diberi mandat untuk bekerja demi kepentingan umum. Namun dalam praktik mutakhir, mandat itu kerap terdistorsi. Rakyat hanya hadir sebagai angka statistik, sementara keputusan strategis diambil dalam ruang tertutup yang jauh dari partisipasi publik.

Ketika Kebijakan Lebih Akrab dengan Modal

Berbagai regulasi ekonomi, sumber daya alam, hingga tata ruang menunjukkan kecenderungan berpihak pada kepentingan pemilik modal besar. Proyek-proyek skala raksasa dipercepat, sementara dampak sosial dan ekologisnya ditanggung masyarakat lokal. Dalam situasi ini, negara tampak lebih setia pada kontrak oligarki dibanding kontrak sosial.

Pemilu tetap digelar, prosedur formal tetap berjalan, namun hasil kebijakan sering kali menjauh dari rasa keadilan. Demokrasi direduksi menjadi formalitas, sementara substansinya yakni keberpihakan pada rakyat terus tergerus. Ketimpangan melebar, kepercayaan publik pun menurun.

Tanggapan Prayogi R. Saputra: Negara Salah Menentukan Arah

Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R. Saputra, menilai pergeseran ini sebagai tanda serius krisis orientasi negara.

“Ketika kebijakan lebih melindungi kepentingan segelintir orang, itu artinya negara sedang menjauh dari kontrak sosialnya,” ujar Prayogi.

You Might Also Like

Dominasi Korporasi Tambang atas Tata Kelola Sumber Daya
Korporasi Global Menguasai: Memperburuk Ketimpangan Kekayaan di Seluruh Dunia
Saat Kas Negara Menjadi Kas Pemerintah
Sistem Ketatanegaraan Stabil: Penjaga Konsistensi Visi dan Misi Bangsa

Ia mengingatkan kembali fungsi dasar negara yang kerap diabaikan.

“Tugas negara itu hanya tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Jika yang dilindungi justru kepentingan oligarki, yang dilayani pejabat, dan yang diatur rakyat, maka negara sedang salah arah,” tegasnya.

Rakyat Menjadi Objek, Bukan Subjek

Menurut Prayogi, bahaya terbesar dari kontrak oligarki adalah menjadikan rakyat sekadar objek kebijakan. Aspirasi publik tidak lagi menjadi dasar utama, melainkan hambatan yang harus dikelola atau diredam.

“Negara tidak boleh berubah menjadi manajer kepentingan pejabat. Ia harus kembali menjadi pelaksana kehendak rakyat,” tambahnya.

Solusi: Mengembalikan Negara pada Kontrak Sosial

Untuk memulihkan arah keadaan negara, langkah-langkah berikut perlu segera ditempuh:

  • Mengembalikan partisipasi rakyat dalam perumusan kebijakan strategis
  • Memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengambilan keputusan
  • Membatasi pengaruh oligarki dalam regulasi dan proyek negara
  • Menegakkan hukum secara adil tanpa perlindungan terhadap pejabat
  • Menjadikan kesejahteraan rakyat sebagai tolok ukur utama kebijakan

Negara tidak lahir dari kontrak pejabat, melainkan dari kesepakatan bersama seluruh rakyat. Jika kontrak sosial terus dikhianati, maka legitimasi kekuasaan akan runtuh dengan sendirinya. Mengembalikan negara ke jalur rakyat bukan pilihan, melainkan keharusan demi masa depan demokrasi dan keadilan sosial.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Indonesia “Katanya” Aman: Pembangunan Jalan Terus, Rakyat Terendam Lumpur
Next Article Keadaan Indonesia: Ketika Pemerintah Hanya Hadir dalam Kata-Kata

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Krisis Kesadaran dalam Tubuh Pemerintah Bayaran

January 9, 2026
Pemerintah

Pegawai Sebar Surat PPPK, Pelanggaran Harus Ditindak Tegas!

January 21, 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan keberadaan lebih dari 2 ribu lembaga kesejahteraan sosial fiktif.
Sosial

2 Ribu Lembaga Sosial Fiktif, Partai X: Yang Fiktif Bukan Cuma Lembaga, Tapi Janji Pemerintah ke Rakyat

August 21, 2025
Pemerintah

ADPSI Dijual Sebagai Solusi, Partai X Tanya: Jembatan atau Sekadar Panggung Seremonial?

May 12, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.