beritax.id – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai memastikan bahwa pemerintah tidak akan mengintervensi proses hukum terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Pigai menjelaskan bahwa proses hukum berjalan dengan mekanisme yang sudah ada, dan saat ini kasus tersebut sedang diproses di peradilan militer.
Proses Hukum Berjalan, Tanpa Intervensi Pemerintah
Dalam rapat kerja bersama Komisi XIII DPR di Senayan, Jakarta, Pigai menegaskan bahwa meskipun banyak sorotan publik terhadap kasus ini, pemerintah tidak dapat mempengaruhi jalannya proses hukum. “Kita tidak bisa mengarahkan proses hukum. Negara sejati tidak boleh ikut intervensi dalam proses peradilan,” tegasnya. Pigai juga mengingatkan pentingnya memisahkan kekuasaan, sesuai dengan prinsip trias politika yang memisahkan peran eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Pigai mengakui bahwa sorotan publik sangat penting untuk memastikan proses hukum berjalan secara profesional. Namun, ia meminta agar tidak ada tekanan massa atau media yang dapat mengganggu jalannya peradilan. Ia menekankan, “Proses hukum sedang berlangsung di peradilan militer. Jangan ragukan kami, pemerintah selalu berkomitmen untuk menegakkan keadilan.”
Pemerintah Berkomitmen Lindungi Semua Rakyat
Pigai mengingatkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia, tanpa memandang latar belakang pemerintahan. “Kami berpegang pada prinsip melindungi segenap bangsa, memajukan kehidupan bangsa, dan menyejahterakan rakyat,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa apa pun latar belakang seseorang, pemerintah tetap berkomitmen untuk memberikan perlindungan hukum yang adil.
Prayogi R Saputra, Anggota Majelis Tinggi Partai X dan Direktur X Institute, menekankan bahwa negara memiliki tugas untuk melindungi rakyat dan memastikan keadilan bagi semua warga negara. “Tugas negara itu ada tiga, melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat dengan sebaik-baiknya,” tegas Prayogi.
Solusi Partai X:
- Peningkatan Pengawasan Proses Hukum: Partai X mendukung adanya pengawasan terhadap proses hukum yang transparan dan akuntabel. Untuk memastikan keadilan, pengawasan ini harus dilakukan dengan melibatkan lembaga independen dan menjaga kebebasan dari intervensi eksternal.
- Pendidikan Hukum untuk Masyarakat: Dalam rangka menghindari kesalahpahaman tentang proses hukum, Partai X mendukung pendidikan hukum bagi masyarakat agar mereka memahami dengan lebih baik bagaimana sistem hukum bekerja.
- Menjaga Independensi Peradilan: Partai X mendorong agar sistem peradilan di Indonesia terus dijaga independensinya agar setiap keputusan hukum yang diambil dapat berlandaskan pada prinsip keadilan dan tanpa pengaruh dari luar.
- Keterbukaan dalam Kasus Publik: Partai X mengusulkan agar kasus-kasus yang mendapat perhatian publik, seperti kasus ini, dijalankan dengan keterbukaan informasi. Ini untuk memastikan bahwa semua pihak dapat memantau perkembangan kasus dengan transparansi penuh.
Kesimpulan
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus menunjukkan pentingnya sistem hukum yang independen dan tidak terpengaruh oleh tekanan luar. Partai X mendukung proses hukum yang berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan berharap agar setiap warga negara dapat mendapatkan perlindungan hukum yang setara dan adil. Pemerintah harus terus berkomitmen untuk menjaga keadilan, tanpa pandang bulu, bagi seluruh rakyat Indonesia.



