By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 28 May 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Jika Agen ART Saja Tidak Mencalonkan Pemiliknya
Pemerintah

Jika Agen ART Saja Tidak Mencalonkan Pemiliknya

Diajeng Maharini
Last updated: May 28, 2026 2:24 pm
By Diajeng Maharini
Share
5 Min Read
Agen ART
SHARE

beritax.id – Agen ART memahami batas tugasnya dalam proses rekrutmen. Mereka mencari pekerja terbaik sesuai kebutuhan pemilik rumah. Mereka menyeleksi kemampuan dan pengalaman secara profesional. Agen ART tidak pernah mencalonkan pemiliknya sendiri sebagai pekerja. Logika itu sederhana dan sehat. Namun ironi justru muncul dalam demokrasi kita. Banyak partai politik melakukan hal sebaliknya. Mereka sering menjadikan ketua umum sebagai calon utama. Mekanisme rekrutmen berubah menjadi alat promosi kekuasaan. Situasi ini memperlihatkan kekacauan logika yang sulit dibenarkan.

Contents
Ketika Partai Menjadi Kendaraan PenguasaKedaulatan Rakyat yang TerbatasTanggapan Rinto SetiyawanSolusi Membenahi Rekrutmen 

Dalam sistem demokrasi, partai seharusnya melayani rakyat. Mereka harus menyiapkan kader terbaik bangsa. Proses seleksi wajib berlangsung objektif dan transparan. Integritas harus menjadi ukuran utama. Kapasitas harus diuji secara terbuka. Namun praktik sering melenceng dari prinsip itu. Kepentingan internal lebih dominan. Figur terkuat di struktur partai sering mendapat prioritas. Rakyat akhirnya hanya menerima pilihan yang sudah ditentukan.

Ketika Partai Menjadi Kendaraan Penguasa

Partai politik dibentuk sebagai institusi publik. Fungsinya menjembatani aspirasi rakyat menuju pemerintahan. Partai harus menjadi sekolah kepemimpinan nasional. Mereka wajib melahirkan kader berkualitas. Namun banyak partai berubah menjadi alat kekuasaan penguasa.

Ketua umum sering menjadi pusat segala keputusan. Struktur internal cenderung tertutup. Ruang kompetisi kader mengecil. Kaderisasi berubah menjadi formalitas administratif. Pemilihan calon lebih dipengaruhi kekuatan jaringan. Modal juga menjadi faktor dominan.

Akibatnya, demokrasi kehilangan semangat meritokrasi. Kandidat tidak selalu lahir dari kapasitas terbaik. Mereka sering muncul karena posisi strategis. Sistem ini mengaburkan tujuan utama partai. Kepentingan publik tersisih oleh kepentingan penguasa.

Jika negara diibaratkan rumah besar, rakyat adalah pemiliknya. Presiden hanyalah pelaksana amanah. Dalam logika itu, partai seharusnya seperti agen rekrutmen. Tugasnya mencari orang terbaik. Tugasnya bukan mengangkat pemilik partai menjadi pelaksana negara.

You Might Also Like

Kontrol Semu dalam Kekuasaan: Penyalahgunaan Wewenang yang Terstruktur
Indonesia Emas 2026: Membangun Negara agar Rakyat Tak Lagi Ketipu
KUR ke Produksi, Partai X: Petani Dapat Bagian atau Tidak?
Reformasi Ketatanegaraan Mendesak! Cak Nun: Negara “Nggateli”, Dikuasai Para Sengkuni

Kedaulatan Rakyat yang Terbatas

Konstitusi memberi partai peran penting dalam pencalonan nasional. Pasal 6A ayat 2 UUD NRI 1945 mengatur pengusulan calon presiden oleh partai. Aturan ini menempatkan partai sebagai gerbang utama.

Namun gerbang itu sering dikendalikan segelintir penguasa. Rakyat memang memilih secara langsung. Tetapi mereka tidak menentukan siapa yang boleh maju. Nama yang tersedia sudah dipilih lebih dahulu.

Situasi ini menimbulkan paradoks demokrasi. Pemilu berlangsung terbuka dan meriah. Kampanye memenuhi ruang publik. Debat disiarkan luas. Namun pilihan substansial tetap terbatas.

Rakyat hanya berpindah dari satu etalase ke etalase lain. Kemasan boleh berbeda. Mekanisme seleksinya sering sama. penguasa internal menentukan kandidat. Publik sekadar mengesahkan.

Tanggapan Rinto Setiyawan

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menilai situasi ini harus dikoreksi. Ia mengingatkan bahwa tugas negara hanya tiga. Negara wajib melindungi rakyat. Negara wajib melayani rakyat. Serta negara wajib mengatur rakyat secara adil.

Menurut Rinto, seluruh proses harus mengarah pada tiga kewajiban itu. Jabatan negara bukan panggung ambisi pribadi. Kekuasaan adalah amanah pelayanan publik.

Ia menegaskan partai harus kembali memahami fungsi dasarnya. Partai bukan kendaraan penguasa menuju kekuasaan. Partai adalah alat demokrasi rakyat.

Rinto menyebut pemimpin harus lahir dari seleksi objektif. Negara membutuhkan figur terbaik. Negara memerlukan kapasitas, integritas, dan keberanian melayani.

Ia menilai jika partai gagal melakukan seleksi sehat, negara ikut menanggung risiko. Pemimpin yang lahir dari konflik kepentingan sulit fokus melayani rakyat.

Solusi Membenahi Rekrutmen 

Perbaikan harus dimulai dari reformasi internal partai. Mekanisme kaderisasi wajib dibuka secara transparan. Setiap kader harus mendapat peluang setara.

Seleksi calon harus berbasis rekam jejak. Kapasitas wajib diuji oleh lembaga independen. Penilaian publik harus menjadi bagian penting.

Partai juga harus membatasi dominasi ketua umum. Masa jabatan internal perlu dibatasi tegas. Sirkulasi kepemimpinan harus berjalan sehat.

Debat internal kandidat perlu dibuka kepada publik. Transparansi akan memperkuat akuntabilitas. Publik berhak mengetahui alasan pencalonan.

Selain itu, pendidikan politik masyarakat harus diperkuat. Rakyat perlu memahami kualitas kepemimpinan. Pilihan harus didasarkan pada gagasan.

Rinto Setiyawan menegaskan reformasi partai adalah kebutuhan mendesak. Menurutnya, negara hanya akan kuat jika partai sehat.

Pada akhirnya, pelajaran dari agen ART sangat jelas. Pengelola rekrutmen tidak boleh memakai sistem demi kepentingannya sendiri. Jika agen ART saja memahami batas profesionalitas, partai politik seharusnya lebih memahami. Demokrasi akan sehat jika partai kembali menjadi pencari pemimpin terbaik bangsa.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Tata Kelola Partai Politik Kalah dari Agen ART
Next Article Agen ART Saja Lebih Waras daripada Partai Politik

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Ketua Umum Parpol: Dari Pemilik Agen Menjadi ART Negara

May 28, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Saksi Ungkap Suap Bea Cukai, Perkuat Pengawasan Demi Rakyat

May 21, 2026
Harapan yang Tertukar: Korban Bencana Terima Alat Olahraga, Bukan Kebutuhan Mendesak
PemerintahSosial

Harapan yang Tertukar: Korban Bencana Terima Alat Olahraga, Bukan Kebutuhan Mendesak

December 19, 2025
Rakyat berhak tahu siapa yang masih melindungi kartel TKA dan siapa yang memanfaatkan kebijakan perizinan sebagai celah korupsi.
Pemerintah

Korupsi di Kemenaker Terus Terungkap, Partai X: Siapa Lagi yang Masih Lindungi Kartel RPTKA?

July 21, 2025
Teknologi

Tantangan Menjaga Republik di Era Digital: Antara Kebebasan dan Keamanan

December 9, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.