By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 17 August 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Jejak Perjuangan Bangsa dan Ancaman Hilangnya Kedaulatan Rakyat
Pemerintah

Jejak Perjuangan Bangsa dan Ancaman Hilangnya Kedaulatan Rakyat

Diajeng Maharini
Last updated: August 14, 2026 11:25 am
By Diajeng Maharini
Share
5 Min Read
SHARE

beritax.id – Pemimpin spiritual Iran, Ali Khameini, menegaskan bahwa pemuda sejati adalah mereka yang kuat secara batiniah dan hatinya bersama Allah, sehingga mampu berdiri tegak menentang kedigdayaan dan ancaman kekuasaan masa kini. Ia juga menekankan pentingnya identitas tunggal umat Islam tanpa memandang mazhab, di mana penderitaan sesama Muslim di belahan dunia mana pun seperti di Gaza atau Myanmar tidak boleh diabaikan karena empati adalah hakikat yang harus selalu ada. Senada dengan kepedulian terhadap sesama itu, Cak Nun mengingatkan tentang pentingnya mengayomi kelompok minoritas, dengan mendoakan agar perjuangan bangsa yang saat ini tertindas dan belum memiliki negara suatu saat nanti akan memiliki tempat berlindung dan balik melindungi.

Contents
Jejak Panjang Peradaban Nusantara hingga Kemerdekaan IndonesiaKritik terhadap Kepemimpinan dan Hilangnya Kepedulian terhadap RakyatDemokrasi, Rakyat, dan Gagasan Amandemen Kelima UUD 1945Pengorbanan dalam Perubahan Besar dan Pesan Revolusi Iran

Jejak Panjang Peradaban Nusantara hingga Kemerdekaan Indonesia

Jauh sebelum bernama Indonesia, jejak kehidupan di Nusantara telah terukir sejak 1,8 juta tahun lalu, bermula dari manusia purba hingga pelaut Austronesia yang membentuk peradaban awal. Seiring waktu, angin perdagangan membawa peradaban Hindu-Buddha yang melahirkan kerajaan megah seperti Kutai, Sriwijaya, dan Majapahit, disusul oleh cahaya Islam yang tumbuh mengakar melalui Samudra Pasai dan dakwah damai Wali Songo. Namun, pesona rempah Nusantara akhirnya memancing kedatangan bangsa Eropa pada abad ke-16, mulai dari Portugis, Spanyol, hingga kongsi dagang VOC dari Belanda yang menguras kekayaan Nusantara dan memicu penderitaan berabad-abad lamanya. Penderitaan panjang ini akhirnya menumbuhkan benih perlawanan melalui Kebangkitan Nasional di abad ke-20, melewati masa pendudukan Jepang yang melatih kemandirian pemuda, hingga bermuara pada proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 dan pengakuan kedaulatan di tahun 1949.

Tragedi penjajahan masa lalu nyatanya menyimpan ironi yang mendalam. Sejarah mencatat bahwa bangsa Eropa sering kali tidak murni menggunakan kekuatan militer untuk menaklukkan, melainkan masuk melalui celah persaingan elite Nusantara, seperti pada konflik Ternate-Tidore. Pola ini disempurnakan oleh VOC yang berevolusi menjadi “mitra” bagi penguasa lokal yang sedang terdesak krisis internal, seperti dalam pusaran konflik takhta di Kesultanan Gowa dan Mataram.

Melalui penandatanganan perjanjian demi stabilitas kekuasaan sesaat, wilayah dan hak monopoli diserahkan, sehingga memecah belah kekuatan lokal. Inilah wajah asli Invited Colonialism, sebuah alarm peradaban yang mengingatkan bahwa penjajahan kerap kali dipersilakan masuk oleh tuan rumahnya sendiri; kedaulatan tidak dirampas, melainkan diserahkan.

Kritik terhadap Kepemimpinan dan Hilangnya Kepedulian terhadap Rakyat

Mengingat sejarah kelam tersebut, Cak Nun melontarkan kritik tajam kepada para pemimpin Indonesia saat ini yang dinilainya abai dan kejam terhadap rakyat. Ia mempertanyakan penderitaan macam apa yang pernah dialami para pejabat yang hidup serba lancar sehingga mereka tega merampok hak rakyat, bahkan menyamakan kelicikan mereka lebih buruk dari tokoh Sengkuni. Cak Nun memperingatkan bahwa pemerintah yang gagal menjalankan kewajibannya sama saja dengan menyatihkan rakyatnya, dan kondisi Indonesia lama-kelamaan mencerminkan peradaban yang hancur di mana agama dan ibadah sekadar dimanipulasi.

Demokrasi, Rakyat, dan Gagasan Amandemen Kelima UUD 1945

Kondisi politik pasca-Reformasi 1998 memang telah melahirkan kebebasan dan demokrasi elektoral, namun perubahan tersebut menyisakan lubang besar karena rakyat justru semakin hilang dari arsitektur kekuasaan. Rakyat direduksi sekadar menjadi “pemilih” dalam pemilu, “konsumen” di pasar digital, atau “wajib pajak”, dan kedaulatan mereka seolah menguap setelah berada di bilik suara. Sebagai jalan keluar, Sekolah Negarawan menggagas perlunya Amandemen Kelima UUD 1945 untuk merespons tantangan zaman seperti perang pengetahuan, kecerdasan buatan (AI), dan kedaulatan data serta mengembalikan kedudukan rakyat sebagai pemilik sah negara.

You Might Also Like

Di Tengah Tantangan Global, Pilar Menjaga Bangsa dan Negara Tetap Kokoh
Bangsa Kehilangan Rasa: Ketika Keadilan Sosial Menjadi Sekadar Slogan
Kepemimpinan Kenegarawanan Menjadi Fondasi Negara yang Kuat
Ketidakjelasan Kedudukan Negara dan Pemerintah, Ujian bagi Tata Negara

Melalui amandemen ini, negara diharapkan memiliki struktur yang menghubungkan kehendak rakyat dengan haluan jangka panjang bangsa, karena perubahan sejati tidak dimulai dari perebutan kekuasaan, melainkan dari penyelamatan nilai-nilai luhur.

Pengorbanan dalam Perubahan Besar dan Pesan Revolusi Iran

Semangat pengorbanan demi perubahan struktural ini tecermin kuat dalam sejarah Revolusi Iran 1979 yang mengakhiri sistem monarki. Di balik lahirnya Republik Islam Iran, Imam Khomeini memikul pengorbanan pribadi yang luar biasa mulai dari 15 tahun hidup dalam pengasingan, kehilangan kenyamanan hidup, hingga harus merelakan kepergian putra sulungnya secara misterius di tengah perjuangan. Konstitusi yang lahir dari revolusi tersebut menjadi simbol bahwa perubahan besar selalu menuntut kesediaan seseorang untuk mengorbankan hampir segala yang dimilikinya. Sebagai penutup dari segala ikhtiar perjuangan, teruntai doa suci yang dilantunkan Ali Khameini, memohon kepada Allah Dzat yang membolak-balikkan hati, pengatur siang dan malam agar senantiasa mengubah keadaan umat menjadi sebaik-baiknya keadaan.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Universitas Bukan Perusahaan, Pendidikan Harus Menjadi Jalan Membangun Peradaban
Next Article Negara Formal vs Negara Substantif: Ketika Kemerdekaan Harus Diuji dengan Kehadiran Negara bagi Rakyat

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Kekuasaan di Indonesia dan Masa Depan Penegakan Hukum

July 14, 2026
Ekonomi

Buruh Tolak Rumus UMP Baru, Partai X: Upah Harus Layak untuk Hidup Manusiawi!

November 12, 2025
Pemerintah

Ketika Lahirnya Bangsa Indonesia Menjadi Titik Awal Perjuangan Kedaulatan

August 3, 2026
ilusi demokrasi.
Pemerintah

Ilusi Demokrasi dan Oligarki: Kekuasaan Tetap di Tangan yang Sama

May 6, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.