By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 4 March 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Internasional > Iran Diserang Israel dan Amerika: Strategi Pemerintahan yang Menghadapi Perlawanan
Internasional

Iran Diserang Israel dan Amerika: Strategi Pemerintahan yang Menghadapi Perlawanan

Diajeng Maharani
Last updated: March 4, 2026 1:30 pm
By Diajeng Maharani
Share
6 Min Read
Iran akan diserang oleh Israel dan Amerika
SHARE

beritax.id – Pada Februari 2012, Cak Nun pernah menyampaikan sebuah pernyataan yang kini kembali diperbincangkan, “Suatu hari Iran akan diserang oleh Israel dan Amerika, dan Arab Saudi bisa dipastikan akan membela Israel. Pertanyaannya, Indonesia membela yang mana?” Bagi sebagian orang, pernyataan ini terdengar seperti ramalan. Namun, bagi yang paham dengan pola berpikir Cak Nun, pernyataan tersebut lebih merupakan pembacaan kebijakan yang didasarkan pada struktur kekuasaan dan pola peradaban, bukan sekadar ramalan.

Cak Nun menganalisis bahwa Iran memiliki “kekuatan vertikal yang solid,” yang berarti struktur ideologis, kebijakan, dan ketatanegaraan Iran cukup terorganisir dengan baik dari atas hingga bawah. Negara dengan kekuatan ideologis yang kokoh sulit untuk dikuasai hanya dengan penetrasi pasar bebas atau pengaruh regulasi. Oleh karena itu, tekanan dari negara-negara besar, seperti Israel dan Amerika, meningkat hingga bentuk yang lebih kasar, yaitu serangan militer. Menurut Cak Nun, serangan terhadap Iran bukanlah suatu prediksi acak, melainkan akibat dari kegagalan dua tahapan sebelumnya dalam mengubah Iran.

Tiga Tahapan Penjajahan Peradaban: Dari Militer ke Regulasi

Cak Nun sering menjelaskan tentang tiga tahapan penjajahan dalam peradaban modern, yang dimulai dengan dominasi fisik melalui invasi (penjajahan militer), dilanjutkan dengan penetrasi budaya dan pasar bebas (penjajahan nilai dan kebudayaan), dan berakhir dengan penjajahan regulasi yang lebih subtil namun berbahaya.

  1. Penjajahan Militer Teritorial – Penyerangan fisik melalui invasi wilayah.
  2. Penjajahan Nilai dan Kebudayaan – Penetrasi moral dan ekonomi untuk mengubah orientasi bangsa.
  3. Penjajahan Regulasi – Penguasaan melalui pembentukan sistem hukum dan regulasi yang sah namun tidak adil.

Jika tahap pertama dan kedua gagal menundukkan Iran, maka opsi militer menjadi pilihan terakhir untuk mendominasi negara tersebut. Dalam hal ini, Iran merupakan negara yang memiliki fondasi ideologis yang sangat kuat, sehingga sulit dijinakkan dengan cara lain.

Pernyataan Khamenei dan Cak Nun: Menyikapi Tekanan Global

Pernyataan dari Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, juga semakin memperkuat analisis Cak Nun. Khamenei menegaskan bahwa “Hanya satu hal yang bisa menyelesaikan masalah kita dengan Amerika, yaitu memberi konsesi. Namun jika kita memberikan konsesi sekali, Amerika tidak akan pernah puas.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa masalah dengan Amerika bukan sekadar soal nuklir, melainkan mengenai struktur kedaulatan negara dan pertahanan nasional Iran. Bagi Khamenei dan Cak Nun, konflik ini adalah benturan peradaban, yang bukan hanya berkaitan dengan kebijakan, tetapi juga dengan prinsip-prinsip dasar kedaulatan negara.

Indonesia di Tengah Kebiajakn Global: Berada di Tahap Mana?

Pertanyaan yang lebih relevan untuk kita jawab adalah, di mana posisi Indonesia dalam konteks ini? Apakah Indonesia sedang berada di tahap penjajahan yang sama dengan Iran? Polarisasi sosial dan fragmentasi identitas di Indonesia menunjukkan bahwa negara ini sudah memasuki tahap kedua penjajahan, yakni penjajahan nilai dan kebudayaan. Dengan perpecahan sosial yang semakin dalam, Indonesia semakin jauh dari konsolidasi vertikal yang diperlukan untuk menghadapi tekanan dari kekuatan global. Tak hanya itu, tekanan pasar bebas dan regulasi internasional membuat ruang kebijakan Indonesia semakin sempit.

You Might Also Like

PBB Dibatalkan, Demo Pati Tetap Berlanjut: Partai X Tuntut Bupati Mundur!
Aziza Mukti: Pemimpin Harus Jujur Bukan Viral
Pertumbuhan Ekonomi Bergerak, Ekologi Rubuh, Rakyat Menanggung
Penjajahan Modern: Dari Elite Global ke Pajak yang Mencekik Rakyat

Penjajahan Regulasi: Mengendalikan Negara Tanpa Senjata

Penjajahan melalui regulasi adalah bentuk penjajahan yang paling halus dan berbahaya. Pemerintah Indonesia saat ini dihadapkan pada berbagai kebijakan strategis yang ditetapkan hanya berdasarkan norma umum dalam Undang-Undang Dasar 1945, seperti Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yang memungkinkan konsentrasi kekuasaan dan distribusi sumber daya yang tidak proporsional. Dalam konteks ini, kita harus bertanya apakah negara benar-benar memiliki kontrol atas kebijakan-kebijakan ini, ataukah mereka hanya terikat pada regulasi yang telah dipaksakan oleh kekuatan global.

Salah satu istilah yang menarik dari Cak Nun adalah “politik penjaga surga,” yang merujuk pada strategi untuk membelah umat melalui sentimen identitas. Dalam praktiknya, hal ini membuat rakyat sibuk berperang satu sama lain, sementara kekuasaan tetap bertahan tanpa tantangan. Hal semacam ini memperlemah konsolidasi sosial dan menjadikan negara lebih mudah dikendalikan oleh kekuatan eksternal tanpa perlawanan yang berarti. Pertanyaan yang diajukan oleh Cak Nun pada 2012, “Indonesia membela yang mana?” bukan hanya tentang memilih blok negara, tetapi juga tentang membela prinsip keadilan dan kedaulatan.

Solusi Pembebasan Peradaban: Jalan Menuju Kedaulatan yang Sejati

Sekolah Negarawan memberikan tiga solusi untuk membebaskan peradaban dari penjajahan modern:

  1. Kembali pada Ilmu Tauhid – Mengingatkan bahwa kekuasaan tertinggi berada pada Tuhan, bukan pada negara atau pasar global.
  2. Pemaknaan Pancasila yang Mendalam – Pancasila bukan sekadar simbol administratif, tetapi landasan utama kehidupan berbangsa.
  3. Perubahan Struktur Ketatanegaraan dan Perubahan UUD NRI 1945 – Mengubah struktur yang kabur untuk mencegah manipulasi dan konsentrasi kekuasaan.

Pernyataan Cak Nun mengenai serangan terhadap Iran sebenarnya lebih kepada analisis tajam tentang dinamika antarnegara dan kedaulatan negara. Cak Nun memperingatkan kita bahwa penjajahan modern tidak selalu datang dengan tentara, melainkan melalui penetrasi nilai dan regulasi. Yang lebih penting adalah pertanyaan apakah Indonesia mampu membangun kekuatan vertikal yang solid. Ataukah negara ini akan terjebak dalam fragmentasi horizontal yang mudah diarahkan. Hanya dengan menguatkan konsolidasi sosial dan memperkuat kedaulatan negara, Indonesia dapat menghadapi tekanan dari luar dan berdiri tegak dalam percaturan global.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Penyimpangan Konstitusional Sunyi: Mengapa Hukum Tidak Lagi Melayani Rakyat?
Next Article Menteri HAM Dorong Keadilan Restoratif, Hukum Harus Berdasarkan Keadilan!

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Pajak Dibayar, Korupsi Berlanjut: Krisis Moral Pegawai Pajak yang Semakin Menghancurkan Kepercayaan Publik!

February 6, 2026
Pemerintah

Purbaya Larang Danantara, Partai X: Negara Bukan Bank, Tapi Rakyat yang Terhimpit!

October 28, 2025
Aset yang disita meliputi dua unit rumah senilai Rp 1,5 miliar dan empat unit kontrakan serta kos-kosan senilai Rp 3 miliar.
Pemerintah

KPK Sita Aset Pejabat, Partai X: Kalau Rakyat yang Peras, Langsung Masuk Sel Tanpa Proses Panjang!

July 9, 2025
Pemerintah

Saksi Terima Rp 500 Juta dari Penyedia Chromebook, Korupsi Harus Diusut!

January 8, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.