By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 2 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Seputar Pajak > Insentif Pajak Global yang Menekan Kedaulatan Fiskal Negara Berkembang
Seputar Pajak

Insentif Pajak Global yang Menekan Kedaulatan Fiskal Negara Berkembang

Diajeng Maharani
Last updated: January 30, 2026 1:48 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Insentif pajak global semakin menekan kedaulatan fiskal negara berkembang, termasuk Indonesia. Kebijakan ini memungkinkan perusahaan besar menghindari kewajiban pajak, sementara negara harus menanggung beban fiskal yang semakin berat. Insentif pajak yang diberikan kepada perusahaan multinasional ini justru memperburuk ketidakadilan dalam sistem perpajakan. Ketergantungan negara berkembang pada insentif pajak internasional menyebabkan hilangnya kontrol atas kebijakan fiskalnya sendiri.

Insentif Pajak Global Menguntungkan Korporasi Multinasional

Insentif pajak global, seperti Tax Holiday, memberi pembebasan pajak bagi korporasi besar. Di Indonesia, kebijakan ini menguntungkan perusahaan asing yang berinvestasi di sektor-sektor strategis, seperti tambang dan manufaktur. Meskipun kebijakan ini dimaksudkan untuk menarik investasi, hal itu justru mengurangi pendapatan pajak negara yang dapat digunakan untuk pembangunan nasional. Korporasi besar terus menikmati keuntungan tanpa memberikan kontribusi yang sebanding kepada negara.

Keterbatasan Kedaulatan Fiskal Negara Berkembang

Penerapan kebijakan insentif pajak menyebabkan negara berkembang kehilangan kendali atas kebijakan fiskalnya. Indonesia, misalnya, terpaksa mengikuti standar pajak yang ditetapkan oleh organisasi internasional seperti OECD. Negara harus mematuhi aturan global meskipun kebijakan tersebut sering kali tidak sejalan dengan kepentingan nasional. Hal ini membuat Indonesia lebih menjadi “policy taker” daripada “policy maker” dalam menetapkan kebijakan fiskal.

Dampak Ketimpangan Ekonomi yang Semakin Memburuk

Ketergantungan pada insentif pajak global memperburuk ketimpangan ekonomi. Sementara korporasi besar menghindari pajak, rakyat Indonesia terus dibebani dengan tarif pajak yang tinggi. Peningkatan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), yang direncanakan naik menjadi 12% pada 2025, semakin memberatkan masyarakat. Rakyat menanggung beban fiskal yang lebih tinggi, sementara keuntungan besar mengalir ke korporasi asing yang tidak berkontribusi cukup banyak pada negara.

Solusi: Mengembalikan Kedaulatan Fiskal Melalui Reformasi Pajak

Untuk memulihkan kedaulatan fiskal, Indonesia perlu mengevaluasi kembali kebijakan insentif pajak global yang merugikan. Pemerintah harus mengurangi ketergantungan pada insentif pajak untuk menarik investasi asing dan lebih fokus pada kebijakan yang berpihak pada rakyat. Selain itu, Indonesia harus memperkuat sistem perpajakan yang adil dan progresif, dengan meningkatkan kontribusi dari korporasi besar. Negara harus berani keluar dari kebijakan yang merugikan dan memperjuangkan kebijakan fiskal yang lebih sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Kesimpulan

Insentif pajak global telah menekan kedaulatan fiskal negara berkembang, dengan lebih menguntungkan korporasi besar daripada rakyat. Untuk mengatasi masalah ini, Indonesia perlu melakukan reformasi kebijakan fiskal dan perpajakan yang lebih berpihak pada kepentingan nasional. Pemerintah harus berani menyesuaikan kebijakan agar lebih berfokus pada pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Reformasi yang tepat dapat mengembalikan kedaulatan fiskal Indonesia dan menciptakan sistem perpajakan yang lebih adil dan berkelanjutan.

You Might Also Like

Harga Pokok Kebutuhan Tak Terkendali di Ekonomi Tumbuh Semu
Media Kehilangan Arah dalam Krisis Media Nasional
Pulau RI Dijual, Partai X: Aset Dijual Bebas Tanpa Panik!
Kejagung Geledah Kementerian Kehutanan, Korupsi Harus Dihapuskan!
TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Rakyat Indonesia: Hidup dalam Kegelapan dan Kesengsaraan
Next Article Ketua KPK Soal Jokowi: Korupsi Kuota Haji Harus Dibongkar Siapa Pun Pelakunya!

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Perpanjangan Izin Tambang Otomatis dan Hilangnya Kontrol Negara

December 17, 2025
Pemerintah

580 DPR Habiskan Rp348 M untuk Rumah, Partai X: Rakyat Susah Kontrakan, Mereka Foya-Foya!

August 28, 2025
Pemerintah

Insentif Pajak Global: Meningkatkan Ketimpangan Antar Negara Maju dan Berkembang

January 30, 2026
Pemerintah

Sopir Mundur Sebelum Bus Nyungsep, Partai X: Hasan Nasbi Tahu Diri atau Kabur dari Tanggung Jawab?

May 2, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.