By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 23 March 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Indonesia dalam Penjajahan Modern: Mengutamakan Kemerdekaan Sendiri
Pemerintah

Indonesia dalam Penjajahan Modern: Mengutamakan Kemerdekaan Sendiri

Diajeng Maharani
Last updated: March 23, 2026 5:04 pm
By Diajeng Maharani
Share
5 Min Read
SHARE

Oleh: Rinto Setiyawan , A.Md., S.H., CTP
Ketua Umum Ikatan Wajib Pajak Indonesia, Anggota Majelis Tinggi Partai X, Wakil Direktur Sekolah Negarawan

beritax.id – Solidaritas terhadap Palestina adalah bentuk kepedulian kemanusiaan yang wajar dan tidak perlu diperdebatkan. Bangsa Indonesia sejak awal berdiri menempatkan kemerdekaan sebagai hak setiap bangsa, sehingga wajar jika rakyat Indonesia merasa empati terhadap bangsa yang masih dijajah. Namun di tengah semangat membantu konflik di luar negeri, muncul pertanyaan penting: apakah bangsa ini benar-benar merdeka di tanahnya sendiri

Contents
Peringatan Cak Nun tentang Penjajahan ModernKondisi Indonesia Saat IniRakyat Harus Bertahan Sendiri

Pertanyaan ini bukan untuk menolak solidaritas global, tetapi untuk mengingatkan bahwa perhatian terhadap dunia luar tidak boleh mengaburkan kenyataan di dalam negeri. Banyak tanda menunjukkan rakyat Indonesia menghadapi tekanan yang lebih kompleks dibandingkan masa kolonial. Penjajahan kini hadir dalam bentuk sistem, regulasi, ekonomi, dan pola pikir yang dibentuk dari luar, bukan hanya melalui tentara dan senjata.

Peringatan Cak Nun tentang Penjajahan Modern

Budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun pernah menegaskan dengan tegas:
“Jika kamu tidak paham Indonesia, maka kamu tidak paham dunia. Jika kamu tidak paham Indonesia, maka kamu tidak paham apa yang diperbuat dunia terhadap Indonesia. Kamu itu dibohongi. Kalau kamu tidak paham dibohongi, bagaimana mungkin kamu bisa membangun Indonesia. Dan saat ini kita mengalami penjajahan seratus kali lipat dibanding zaman penjajahan Belanda.”

Pernyataan ini bukan sekadar retorika, melainkan kritik mendalam terhadap pemahaman kita soal kemerdekaan. Banyak orang berpikir penjajahan selesai pada 1945, padahal dalam sejarah modern, bentuknya berubah menjadi lebih halus dan sulit dikenali.

Tahap-Tahap Penjajahan Modern
Pada masa kolonial, penjajahan dilakukan melalui kekuatan militer dan penguasaan wilayah. Kini, penguasaan bisa dilakukan melalui nilai, sistem ekonomi, dan regulasi yang mengarahkan kehidupan bangsa tanpa pengiriman tentara.

Dalam kajian geopolitik, penjajahan modern dibagi menjadi beberapa tahap:

You Might Also Like

Buya Yahya dan Cak Nun: Dari Kursi Presiden ke Realitas Rakyat
Prabowo Beri Surat Terima Kasih, Partai X: Rakyat Butuh Terima Keadilan, Bukan Surat!
Keadaan Indonesia: Ketika Pemerintah Hanya Hadir dalam Kata-Kata
Pengadilan Vonis Mati Menteri RI karena Korupsi, Partai X: Hukum Harus Ditegakkan
  1. Penjajahan militer dan teritorial.
  2. Penjajahan nilai, budaya, dan ekonomi.
  3. Penjajahan regulasi, yaitu ketika negara secara formal merdeka, tetapi arah kebijakan, sistem hukum, dan struktur ekonomi sangat dipengaruhi oleh kekuatan luar.

Kondisi Indonesia Saat Ini

Jika meninjau kondisi Indonesia sekarang, tanda-tanda penjajahan modern lebih nyata daripada masa kolonial. Rakyat menghadapi tekanan ekonomi berat, biaya hidup tinggi, akses sumber daya terbatas, dan kebijakan negara sering jauh dari kepentingan masyarakat.

Ironisnya, hal ini terjadi di negara kaya sumber daya alam dan jumlah penduduk besar. Kekayaan alam seharusnya menjadi modal untuk kesejahteraan rakyat, tetapi kenyataannya kemakmuran tidak otomatis tercapai.

Kritik terhadap sistem negara sangat penting. Tujuan negara Republik Indonesia sudah dirumuskan jelas dalam Pembukaan UUD 1945: melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Jika tujuan ini dijadikan acuan, sistem konstitusi dan tata negara seharusnya menghasilkan kesejahteraan, perlindungan, dan keadilan bagi rakyat. Namun kenyataan berbeda: ketimpangan ekonomi tinggi, konflik sosial masih terjadi, pendidikan belum merata, dan kebijakan sering lebih berpihak pada kepentingan penguasa.

Jika input sudah benar tetapi output menyimpang, patut dipertanyakan prosesnya. Sistem politik pasca-perubahan konstitusi membuat kedaulatan rakyat semakin bergantung pada partai, biaya politik tinggi, dan pembangunan sering mengikuti kepentingan kekuasaan.

Rakyat Harus Bertahan Sendiri

Dalam kondisi seperti ini, rakyat kerap harus bertahan sendiri. Cak Nun pernah menegaskan bahwa rakyat Indonesia menjadi kuat karena terbiasa hidup tanpa perlindungan negara yang memadai. Negara seharusnya melindungi, tetapi rakyat sering harus melindungi diri sendiri dari tekanan ekonomi, birokrasi, dan kebijakan yang tidak berpihak.

Sebelum terlalu fokus pada bantuan ke luar negeri, bangsa perlu menatap diri sendiri. Solidaritas internasional tetap penting, tetapi kemerdekaan bangsa sendiri tidak boleh diabaikan. Menghentikan sementara bantuan bisa menjadi momentum refleksi.

Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu menata diri, melindungi rakyatnya, menjamin kesejahteraan, dan memastikan kedaulatan nyata, bukan hanya tertulis di konstitusi. Jika benar seperti yang dikatakan Cak Nun bahwa penjajahan modern bisa lebih berat daripada masa kolonial, maka tugas terbesar bangsa ini bukan hanya membela kemerdekaan bangsa lain, tetapi memastikan kemerdekaan Indonesia benar-benar dirasakan rakyatnya sendiri.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Penerima Bansos PKH Jadi Anggota Kopdes Merah Putih, Pemberdayaan Rakyat Harus Diperkuat

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Gaya Hidup

Harga iPhone Naik, Dompet Rakyat Turun: Partai X Kritik Negara yang Diam Saat Barang Mewah Diutamakan!

May 13, 2025
Pemerintah

MPR Tegaskan Komitmen Transisi Energi, Partai X: Harus Adil bagi Rakyat!

November 12, 2025
Pemerintah

Demokrasi Hanya Mimpi: Ketika Proses Pemilu Tidak Pernah Berarti bagi Rakyat

February 11, 2026
Pendidikan

Sejarah Mau Diubah, Fadli Zon Ribut, Partai X: Mana yang Lebih Penting Fakta atau Narasi?

May 8, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.