By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 27 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Hutan Hilang, Tambang Datang: Siapa yang Sebenarnya Berkuasa?
Pemerintah

Hutan Hilang, Tambang Datang: Siapa yang Sebenarnya Berkuasa?

Diajeng Maharani
Last updated: December 11, 2025 11:38 am
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Di banyak wilayah Indonesia, kawasan hutan yang dulu menjadi ruang hidup masyarakat adat dan penyangga ekologi kini berubah menjadi hamparan tanah terbuka. Sekarang hutan Indonesia telah hilang. Pohon-pohon tumbang bukan hanya karena bencana alam, tetapi karena keputusan-keputusan yang membuka jalan bagi aktivitas ekstraktif. Ironisnya, masyarakat yang hidup berdampingan dengan hutan justru sering menjadi pihak pertama yang menanggung akibatnya: banjir, longsor, konflik lahan, hingga kehilangan sumber nafkah. Pertanyaannya sederhana namun tajam: hutan kita hilang atas keputusan siapa?

Tambang Merangsek Masuk, Izin Meluas Tanpa Henti

Dalam satu dekade terakhir, izin tambang meningkat drastis, bahkan di daerah yang semestinya dilindungi. Korporasi dengan modal besar lebih mudah mendapatkan akses dibandingkan komunitas lokal yang sudah tinggal di wilayah itu selama generasi. Ruang ekologis yang semula dikelola masyarakat menjadi ruang eksploitasi atas nama investasi, pembangunan, dan pertumbuhan ekonomi. Ketika tambang datang, suara warga sering justru paling tak terdengar.

Negara Bicara Kesejahteraan, Rakyat Mendapat Bencana

Narasi pembangunan sering digunakan untuk membenarkan pembukaan tambang dan penggundulan hutan. Namun kenyataannya, daerah-daerah kaya tambang justru menjadi wilayah termiskin, paling rentan bencana, dan paling minim akses pelayanan dasar. Di balik perputaran ekonomi yang besar, rakyat hanya memperoleh ketidakpastian dan kerusakan ruang hidup.

Di sinilah paradoksnya: kekayaan alam mengalir keluar, tapi bencana tertinggal untuk rakyat.

Siapa yang Mengendalikan Kebijakan?

Jika melihat pola perizinan, hubungan antara pejabat ekonomi dan pejabat pemerintah tampak semakin menebal. Keputusan pembukaan kawasan hutan sering muncul dari meja rapat, bukan dari aspirasi warga yang tinggal di sana. Legalitas diberikan dengan cepat, sementara protes rakyat berjalan di ruang sempit. Kekuatan modal mengalahkan keadilan ekologis, dan kekuasaan administratif sering berpihak pada mereka yang paling mampu membayar.

Kekuasaan sejati tampak bukan pada negara, tetapi pada mereka yang dapat membeli pengaruh.

You Might Also Like

Sistem Penjurusan SMA, Partai X: Arahkan Bakat Siswa, Bukan Batasi Cita-Cita!
Potret Pertumbuhan Ekonomi: Biaya Naik, Pajak Naik
Desa Penghasil Pajak, Partai X: Rakyat Pembayar Harus Dapat Balik Manfaat!
Implementor Inspiratif Gagasan Ketatanegaraan Cak Nun: Antara Visi dan Eksekusi

Ketika rakyat tidak lagi menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan, demokrasi kehilangan makna dasarnya. Ruang partisipasi menyempit, sementara ruang eksploitasi melebar. Transparansi melemah, dan publik kehilangan kemampuan menilai apakah kebijakan benar-benar dibuat untuk kepentingan bersama atau hanya untuk memperkuat jejaring kekuasaan ekonomi. Demokrasi yang tidak melindungi hutan, pada akhirnya tidak melindungi rakyat.

Solusi: Mengembalikan Keputusan Lingkungan ke Tangan Publik

Untuk menghentikan hilangnya hutan dan memutus lingkaran kekuasaan yang timpang, beberapa langkah harus ditempuh. Pertama, kedaulatan harus dikembalikan ke tangan rakyat. Hal ini dilakukan agar keputusan terkait izin tambang dan pembukaan hutan dapat transparan, dapat diakses publik, dan melalui mekanisme partisipasi warga yang nyata. Jika sudah dilaksanakan, maka negara perlu memperkuat perlindungan terhadap kawasan ekologis strategis, termasuk meninjau ulang izin yang terbukti merusak dan tidak memberi manfaat bagi masyarakat. Akhirnya, masyarakat adat dan lokal bisa diakui perannya sebagai penjaga hutan serta diberi hak kelola yang kuat dan mengikat. Kebijakan pembangunan pun akan menempatkan keselamatan rakyat dan keberlanjutan lingkungan sebagai dasar, bukan pertimbangan pinggiran.

Dengan membalik orientasi kebijakan dari kepentingan modal ke kepentingan publik, hutan dapat kembali menjadi ruang hidup yang aman dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Kesimpulan: Hutan adalah Masa Depan, Bukan Komoditas Semata

Hilangnya hutan bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi persoalan kekuasaan. Ketika tambang lebih menentukan arah kebijakan daripada rakyat, negara kehilangan keberpihakannya. Demokrasi kehilangan integritasnya. Dan masa depan bangsa dipertaruhkan.

Menjaga hutan berarti menjaga kehidupan dan menjaga siapa yang sebenarnya berkuasa dalam negeri ini.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Pemimpin dan Negara: Menegakkan Batasan Kekuasaannya dalam Sistem Demokrasi
Next Article Bencana di Sumatera dan Kekacauan Konstitusional: Mengapa Amandemen Kelima UUD 1945 Tak Lagi Bisa Ditunda

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Ekonomi

Dana TKD Dipangkas, Partai X: Jangan Korbankan Sekolah Rakyat dan MBG!

October 14, 2025
Pemerintah

Bencana Alam atau Bencana Kebijakan? Pemerintah Gagal Menjaga Ekosistem

December 15, 2025
Teknologi

KSAU Bahas AI untuk Pertahanan, Partai X: Jangan Sampai Rakyat Diawasi, Tapi Negara Tak Terlindungi!

May 23, 2025
Pemerintah

Banggar Dukung Anggaran TNI, Partai X: Pertahanan Kuat, Rakyat Lemah di Kantong!

October 7, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.