By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 16 April 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Erosi Pilar Keempat: Ketika Media Tak Lagi Mengawasi
Pemerintah

Erosi Pilar Keempat: Ketika Media Tak Lagi Mengawasi

Diajeng Maharani
Last updated: January 13, 2026 1:33 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Fenomena erosi pilar keempat semakin terlihat ketika media yang seharusnya berperan sebagai pengawas kekuasaan justru kehilangan daya kritisnya. Dalam beberapa tahun terakhir, fungsi pers sebagai penjaga kepentingan publik kian tereduksi oleh tekanan ekonomi, kepentingan pejabat, dan praktik kerja sama transaksional dengan pusat-pusat kekuasaan.

Akibatnya, demokrasi berjalan tanpa pengawasan yang memadai, sementara masyarakat menerima informasi yang semakin seragam dan minim perspektif kritis.

Dari Watchdog Menjadi Penonton

Relasi antara media, pemilik modal, dan pejabat membentuk ekosistem pemberitaan yang aman bagi penguasa. Isu-isu penting seperti kebocoran anggaran, konflik kepentingan, pelanggaran hak buruh, kerusakan lingkungan, hingga dampak kebijakan ekonomi terhadap rumah tangga sering kali tidak mendapat porsi liputan yang seimbang.

Sebaliknya, ruang pemberitaan lebih banyak diisi oleh agenda seremonial, klaim keberhasilan, dan narasi stabilitas yang jarang diuji secara mendalam.

Demokrasi Tanpa Pengawasan Substantif

Ketika media tidak lagi menjalankan fungsi kontrol, sejumlah risiko muncul:

  • Kesalahan kebijakan sulit terdeteksi sejak awal.
  • Kekuasaan cenderung semakin tertutup dan defensif.
  • Hak publik atas informasi yang jujur dan utuh tergerus.
  • Kepercayaan masyarakat terhadap pers menurun tajam.

Dalam kondisi ini, demokrasi berpotensi berubah menjadi formalitas prosedural tanpa substansi pengawasan rakyat.

You Might Also Like

Ilmu Negara Itu Wajib: Menggali Sejarah dan Arah Pembangunan Negara yang Berkelanjutan
Kejagung Periksa Sekretaris Nadiem, Partai X: Korupsi Laptop Simbol Rusaknya Negara!
Reformasi Birokrasi Digital Menuju Pemerintahan yang Bersih
KPK Keluarkan SE Internal, Partai X: Bukan Surat Edaran yang Dibutuhkan, Tapi Nyali Hukum!

Tanggapan Prayogi R. Saputra: Negara Wajib Melindungi Hak atas Informasi

Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R. Saputra, menegaskan bahwa melemahnya peran media merupakan tanda negara belum sepenuhnya menjalankan mandat konstitusionalnya.

“Tugas negara itu hanya tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Melindungi rakyat bukan hanya soal keamanan fisik, tapi juga melindungi hak mereka atas informasi yang jujur dan independen. Jika media dilemahkan, rakyat kehilangan alat untuk mengawasi kekuasaan,” tegas Prayogi.

Ia menambahkan, melayani rakyat berarti membuka ruang kritik dan data yang transparan, sementara mengatur rakyat harus dilakukan melalui hukum yang adil, bukan melalui pengendalian narasi.

Akar Masalah: Ekonomi Media dan Budaya Anti-Kritik

Menurut Prayogi, terdapat dua penyebab utama erosi pilar keempat:

  1. Struktur ekonomi industri media yang rapuh, membuat banyak redaksi bergantung pada iklan pemerintah dan anggaran pemerintah.
  2. Budaya kekuasaan yang alergi terhadap kritik, sehingga lebih memilih membangun citra daripada memperbaiki kebijakan.

Kombinasi ini mendorong media bersikap aman, menghindari liputan investigatif, dan menjauhi isu-isu sensitif.

Solusi: Mengembalikan Fungsi Pengawasan Media

Partai X dan X Institute mendorong langkah-langkah berikut:

  1. Transparansi penuh belanja komunikasi pemerintah.
    Semua kontrak iklan dan kerja sama media harus diumumkan ke publik.
  2. Regulasi tegas terhadap konten berbayar dan advertorial.
    Wajib diberi label jelas agar tidak menyesatkan pembaca.
  3. Pembentukan dana publik independen untuk jurnalisme investigatif.
    Dikelola lembaga non-partisan dan bebas intervensi.
  4. Perlindungan hukum bagi jurnalis dan media kritis
    Dari kriminalisasi, intimidasi, dan tekanan ekonomi.
  5. Penguatan literasi media nasional
    Agar masyarakat mampu membedakan berita, opini, dan propaganda.

Ketika media tak lagi mengawasi, demokrasi kehilangan salah satu fondasi utamanya. Erosi pilar keempat bukan sekadar persoalan dunia pers, melainkan ancaman langsung terhadap kedaulatan rakyat.

Seperti diingatkan Prayogi R. Saputra, negara harus kembali pada mandat dasarnya: melindungi rakyat dengan menjamin kebebasan dan kejujuran informasi, melayani rakyat melalui keterbukaan, serta mengatur dengan adil tanpa membungkam kritik.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Pemulihan Ekonomi Bangsa Indonesia dan Realitas Rumah Tangga Pemulihan Ekonomi Bangsa Indonesia dan Realitas Rumah Tangga
Next Article Media Bayaran Indonesia di Tengah Demokrasi yang Rapuh

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Kekuasaan Tanpa Empati: Mengikis Kepercayaan Publik

April 15, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Dana Polri Ditambah Rp63,79 T, Partai X: Kalau Aman dengan Anggaran, Kenapa Demokrasi Makin Tak Nyaman?
Pemerintah

Dana Polri Ditambah, Partai X: Kalau Aman dengan Anggaran, Kenapa Demokrasi Makin Tak Nyaman?

July 8, 2025
Pemerintah

Jonan Dicintai Karena Turun ke Lapangan, Sri Mulyani Dihujat Karena Naikkan Beban

August 22, 2025
Kriminal

3 Hakim Suap Ekspor CPO Langsung Ditahan, Partai X: Baru Tiga? Yang Lain Masih Aman?

April 15, 2025
Seputar Pajak

CV. Batiga Maju Bersama Pertanyakan Kewenangan Tim Pemeriksa Direktur Jenderal Pajak (DJP): Prosedur Hukum Diabaikan?

August 4, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.