beritax.id – Desain negara Iran menciptakan sebuah pilar stabilitas yang kokoh di tengah tekanan global. Dengan struktur yang membagi peran antara negara yang menetapkan arah dan pemerintah yang melaksanakan kebijakan, Iran mampu menjaga ketahanan nasional. Struktur ini menjaga konsistensi kebijakan negara meskipun ada pergantian pemimpin, serta memberikan contoh bagaimana negara dapat tetap stabil dalam menghadapi tantangan internasional.
Struktur Ketatanegaraan Iran: Kepemimpinan Tertinggi dan Pengawasan yang Kuat
Di Iran, Majelis Pakar berperan dalam memilih Pemimpin Tertinggi, yang bertanggung jawab atas kebijakan strategis negara, seperti kebijakan luar negeri, pertahanan, dan urusan agama. Pemimpin Tertinggi memegang kekuasaan yang besar dalam mengatur arah negara, namun tidak terlibat dalam pemerintahan sehari-hari. Fungsi utamanya adalah menjaga kestabilan negara dalam jangka panjang dan memastikan kebijakan tetap konsisten.
Selain itu, Guardian Council memainkan peran penting dalam menyaring dan mengawasi kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Pengawasan ini penting untuk menjaga agar kebijakan yang diambil tetap sesuai dengan prinsip dasar negara. Presiden di Iran, meskipun dipilih melalui pemilu, hanya berfungsi sebagai pelaksana kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pemimpin Tertinggi dan lembaga pengawas lainnya. Presiden bertugas mengelola pemerintahan sehari-hari, namun tidak merumuskan kebijakan strategis negara.
Struktur Ketatanegaraan Sekolah Negarawan: Menjaga Arah Negara melalui MPR
Di Indonesia, konsep Sekolah Negarawan juga memperkenalkan pemisahan peran antara negara yang menentukan arah kebijakan dan pemerintahan yang melaksanakan kebijakan. Dalam sistem ini, MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) bertindak sebagai lembaga tertinggi yang menetapkan arah negara dan mengawasi pelaksanaan kebijakan oleh Presiden. MPR memiliki kewenangan untuk menetapkan prinsip-prinsip dasar negara, serta menjaga agar kebijakan negara tetap berjalan sesuai dengan visi jangka panjang.
Kepala Negara dalam sistem Sekolah Negarawan berfungsi mirip dengan Pemimpin Tertinggi di Iran. Kepala Negara berfungsi untuk mengawasi kebijakan negara dan memastikan bahwa kebijakan yang dijalankan oleh Presiden tetap sesuai dengan visi negara. Presiden, dalam hal ini, bertugas untuk melaksanakan mandat rakyat yang telah diberikan melalui pemilu, tanpa merumuskan kebijakan negara yang strategis.
Kesamaan Antara Iran dan Sekolah Negarawan
Desain negara Iran dan Sekolah Negarawan memiliki kesamaan mendalam dalam hal struktur ketatanegaraan yang memisahkan negara yang menetapkan arah dan pemerintahan yang melaksanakan kebijakan. Kedua sistem ini menekankan bahwa lembaga tertinggi negara harus memiliki kewenangan untuk menetapkan arah jangka panjang negara, sementara Presiden hanya berfungsi sebagai pelaksana kebijakan yang telah ditetapkan oleh lembaga tersebut.
Di Iran, Majelis Pakar memilih Pemimpin Tertinggi, yang menjaga arah dan kebijakan negara dalam jangka panjang. Di Indonesia, MPR berfungsi untuk menetapkan arah negara dan mengawasi pelaksanaan kebijakan oleh Presiden. Keduanya memastikan bahwa kebijakan negara tetap konsisten dan stabil meskipun ada pergantian pemimpin.
Selain itu, kedua sistem ini menekankan pentingnya militer yang berada di bawah pengawasan negara. Di Iran, Guardian Council mengawasi kebijakan militer, sementara dalam Sekolah Negarawan, Dewan Keamanan Negara berfungsi untuk menjaga ketahanan negara, baik dari ancaman eksternal maupun internal.
Solusi untuk Indonesia: Memperkuat Pengawasan oleh MPR
Untuk memastikan desain negara yang stabil dan menjaga ketahanan negara dalam menghadapi tekanan global, Indonesia perlu memperkuat peran MPR sebagai lembaga tertinggi negara yang memiliki kewenangan lebih besar dalam menetapkan arah negara dan mengawasi pelaksanaan kebijakan oleh Presiden. MPR harus diberi peran yang lebih besar dalam mengawasi kebijakan yang dijalankan oleh Presiden. Serta memastikan kebijakan tetap berjalan sesuai dengan prinsip dasar negara.
Selain itu, peran Kepala Negara harus lebih ditekankan sebagai pengawas kebijakan negara, untuk memastikan bahwa kebijakan tetap konsisten dengan visi negara. Presiden harus lebih berfokus pada pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan oleh MPR, dan Kepala Negara memastikan kebijakan tetap berada pada jalurnya.
Memperkuat Dewan Keamanan Negara juga sangat penting. Dewan Keamanan Negara perlu memastikan bahwa militer tetap berada di bawah kendali negara dan bukan pengaruh pemerintah. Adapun guna menjaga ketahanan negara dalam menghadapi ancaman internal dan eksternal.
Penutup
Desain negara Iran memberikan pelajaran tentang bagaimana negara yang terstruktur dengan baik dapat menjaga stabilitas di tengah tekanan global. Dengan memisahkan peran antara negara yang menentukan arah dan pemerintahan yang melaksanakan kebijakan. Iran berhasil mempertahankan konsistensi kebijakan meskipun ada pergantian pemimpin. Indonesia dapat belajar dari sistem ini dengan memperkuat peran MPR, memperjelas pengawasan oleh Kepala Negara. Serta memastikan bahwa Presiden tetap berfokus pada pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan. Langkah-langkah ini akan meningkatkan stabilitas pemerintahan dan ketahanan negara Indonesia dalam menghadapi tantangan global yang terus berkembang.



