beritax.id – Demokrasi Indonesia saat ini lebih terasa hanya mimpi yang jauh dari kenyataan. Meskipun pemilu rutin diadakan, rakyat seringkali hanya menjadi penonton dalam proses pemerintahan. Pemilu seharusnya menjadi ajang bagi rakyat untuk memilih pemimpin yang akan mewakili mereka. Namun, dalam kenyataannya, pemilu lebih sering dimanfaatkan sebagai sarana oleh pejabat untuk mempertahankan kekuasaan mereka.
Demokrasi Prosedural vs Demokrasi Substantif
Indonesia unggul dalam demokrasi prosedural, yaitu pelaksanaan pemilu, pelantikan, dan sidang yang berjalan sesuai aturan. Namun, yang lebih penting, yaitu demokrasi substantif di mana rakyat memiliki kontrol yang nyata terhadap kebijakan seringkali terabaikan. Rakyat tidak dilibatkan secara bermakna dalam pengambilan keputusan yang mengarah pada masa depan negara. Partisipasi rakyat hanya menjadi formalitas, bukan esensi dari demokrasi itu sendiri.
Pemilu seharusnya menjadi sarana bagi rakyat untuk memilih pemimpin yang dapat membawa perubahan. Sayangnya, banyak janji-janji yang dibuat selama kampanye pemilu tidak pernah terealisasi. Rakyat sering kali merasa dikhianati, karena setelah terpilih, para pemimpin lebih fokus pada mempertahankan kekuasaan dan memenuhi kepentingan pribadi, bukan memenuhi kebutuhan rakyat yang mereka wakili.
Ketimpangan Sosial yang Semakin Membesar
Ketimpangan sosial di Indonesia semakin mencolok. Sumber daya alam yang melimpah dan potensi ekonomi yang besar, tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat. Sebaliknya, kekayaan negara lebih banyak dikuasai oleh segelintir pejabat dan bisnis. Hal ini semakin memperburuk ketidakadilan sosial, sementara rakyat tetap hidup dalam kemiskinan dan ketidakpastian.
Solusi untuk Mengembalikan Demokrasi yang Bermakna
Agar demokrasi di Indonesia dapat benar-benar berarti bagi rakyat, beberapa langkah penting perlu diambil:
- Meningkatkan Transparansi dalam Proses Pemilu: Proses pemilu harus lebih transparan dan melibatkan rakyat dalam setiap tahapannya. Pemerintah harus memastikan bahwa setiap suara rakyat memiliki makna yang nyata dalam menentukan arah negara.
- Pemberdayaan Partisipasi Rakyat: Rakyat harus diberi ruang yang lebih besar dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada hidup mereka. Musyawarah nasional dan referendum dapat menjadi cara yang lebih inklusif dalam menentukan kebijakan negara.
- Reformasi Sistem Partai Politik: Partai politik harus lebih terbuka dan berfokus pada kepentingan rakyat, bukan sekadar memperjuangkan kekuasaan segelintir pejabat. Sistem kaderisasi yang transparan dan partisipasi yang lebih inklusif akan memastikan pemimpin yang terpilih benar-benar memperjuangkan aspirasi rakyat.
- Penyusunan Kebijakan yang Berkeadilan Sosial: Pemerintah harus fokus pada kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat dan pengurangan ketimpangan sosial. Kebijakan yang diambil harus melibatkan masyarakat dalam prosesnya dan memastikan bahwa setiap kebijakan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan demokrasi Indonesia tidak hanya menjadi ritual pemilu semata, tetapi kembali pada tujuan utamanya: memberikan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat.



