By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 9 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Demi Modal Masuk ala Bahlil Lahadalia, Warga Rempang Dipaksa Minggir
Pemerintah

Demi Modal Masuk ala Bahlil Lahadalia, Warga Rempang Dipaksa Minggir

Diajeng Maharani
Last updated: December 24, 2025 12:39 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Konflik di Pulau Rempang kembali menegaskan wajah pembangunan yang timpang. Atas nama menarik investasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi, warga yang telah puluhan tahun hidup dan bergantung pada tanahnya justru diposisikan sebagai penghalang. Kebijakan yang dipromosikan pemerintah, termasuk oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dinilai lebih menomorsatukan kelancaran modal ketimbang perlindungan hak dasar warga. Ketika investasi dijadikan tujuan utama, ruang hidup rakyat kerap menjadi korban pertama.

Proyek investasi di Rempang dipromosikan sebagai motor pertumbuhan dan simbol kemajuan. Namun, narasi tersebut tidak sejalan dengan realitas di lapangan. Warga menghadapi relokasi paksa, ketidakpastian masa depan, dan minimnya ruang dialog yang setara. Pembangunan berjalan cepat, sementara suara warga tertinggal di belakang.

Relokasi yang Kehilangan Makna Keadilan

Relokasi disebut sebagai solusi, tetapi bagi warga Rempang, relokasi berarti tercerabut dari tanah leluhur, laut penghidupan, dan jaringan sosial yang telah terbangun lama. Proses pengambilan keputusan yang terburu-buru dan minim partisipasi memperdalam rasa ketidakadilan. Dalam situasi ini, relokasi lebih terasa sebagai paksaan administratif daripada kebijakan berkeadilan.

Penanganan konflik Rempang memperlihatkan kecenderungan negara hadir dengan pendekatan keamanan ketika berhadapan dengan warga, namun bersikap akomodatif terhadap kepentingan investor. Ketimpangan perlakuan ini menimbulkan kesan bahwa negara lebih sibuk menjamin kenyamanan modal daripada keselamatan rakyatnya sendiri. Akibatnya, kepercayaan publik terhadap negara terus tergerus.

Tanggapan Partai X: Investasi Tidak Boleh Mengorbankan Rakyat

Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R. Saputra, menegaskan bahwa pembangunan yang meminggirkan warga adalah kegagalan kebijakan.

“Tugas negara itu ada tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Jika demi modal masuk warga Rempang dipaksa minggir, maka negara sedang salah arah. Investasi seharusnya memperkuat kehidupan rakyat, bukan menggusurnya,” tegas Prayogi.

You Might Also Like

Reshuffle Bercanda, Partai X: Kalau Menteri Lemah, Bukan Guyon yang Dibutuhkan Rakyat tapi Pemimpin Tegas!
Pancasila Harus Menjadi Jalan Hidup, Bukan Sekadar Tema Pidato
Menyatukan Sinar Menuju Titik Api: Strategi Pasukan Eksekutor Gagasan Cak Nun
Komnas Perempuan Bicara Hak Aborsi Korban Pemerkosaan, Partai X: Perlindungan Rakyat Jangan Setengah-setengah!

Ia menambahkan bahwa pembangunan tanpa keadilan hanya akan melahirkan konflik berkepanjangan.

Dampak Sosial yang Tidak Bisa Diabaikan

Konflik Rempang bukan sekadar soal lahan, tetapi soal rasa aman, martabat, dan masa depan warga. Jika pendekatan seperti ini terus dibiarkan, negara berisiko menciptakan preseden buruk: setiap proyek besar dapat mengorbankan komunitas lokal tanpa perlindungan memadai.

Situasi ini mengancam kohesi sosial dan stabilitas jangka panjang.

Solusi dan Rekomendasi

Untuk memastikan pembangunan berjalan adil dan berkelanjutan, diperlukan langkah-langkah berikut:

  • Menghentikan pendekatan koersif terhadap warga terdampak
  • Menjamin partisipasi bermakna masyarakat sejak tahap perencanaan
  • Mengakui dan melindungi hak atas tanah dan ruang hidup warga
  • Meninjau ulang proyek investasi yang memicu konflik sosial
  • Menegaskan peran negara sebagai pelindung rakyat, bukan sekadar fasilitator modal

Partai X menegaskan, investasi tidak boleh menjadi alasan untuk menyingkirkan rakyat dari tanahnya sendiri. Negara hanya akan kuat jika pembangunan berjalan seiring dengan perlindungan hak dan martabat warganya.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Dari Mandat Rakyat ke Mandat Pejabat: Arah Kekuasaan Prabowo Dipertanyakan
Next Article Ketika Data Pribadi Dipakai untuk Membungkam, Bukan Melindungi

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Apa yang Terjadi Jika Pemerintah Tidak Lagi Mengabdi kepada Rakyat?

November 24, 2025
Pemerintah

Penghematan Anggaran, Tapi Bikin Rakyat Tekor, Partai X: Siapa Sebenarnya yang Dihemat?

May 8, 2025
Pemerintah

Asosiasi Mantan Pramuka Diusulkan, Partai X: Rakyat Butuh Pangan, Bukan Perkumpulan Nostalgia!

May 14, 2025
Teknologi

Teknologi Canggih Tanpa Tanggung Jawab: Ketika Perekayasaan Mengabaikan Kemanusiaan

December 15, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.