By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 24 August 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Dari Kebudayaan ke Persahabatan Antarbangsa, Sekolah Negarawan Bangun Jembatan Indonesia–Iran di Qom
Pemerintah

Dari Kebudayaan ke Persahabatan Antarbangsa, Sekolah Negarawan Bangun Jembatan Indonesia–Iran di Qom

Diajeng Maharini
Last updated: August 24, 2026 8:42 am
By Diajeng Maharini
Share
7 Min Read
SHARE

beritax.id – Qom, 22 Agustus 2026 — Hubungan antarbangsa tidak selalu dibangun melalui perjanjian politik dan kerja sama ekonomi. Di balik hubungan yang bertahan dalam jangka panjang, terdapat sesuatu yang lebih mendasar: saling mengenal, memahami, dan mempercayai antarmasyarakat. Gagasan tersebut menjadi salah satu semangat dalam kunjungan Sekolah Negarawan ke Islamic Culture and Relations Organization (ICRO) Qom, Sabtu (22/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, delegasi Sekolah Negarawan yang terdiri atas Prayogi R. Saputra, Rinto Setiyawan, dan Abdullah Assegaf diterima oleh Direktur ICRO Qom, Dr. Hamed Rafati, bersama jajaran lembaga tersebut.

Contents
Ketika Masyarakat Menjadi JembatanLangkah Awal yang Perlu Dirawat

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menjajaki kemungkinan membangun hubungan kebudayaan yang lebih erat antara masyarakat Indonesia dan Iran. Bagi Sekolah Negarawan, kebudayaan bukan sekadar pelengkap dalam hubungan internasional. Kebudayaan justru dapat menjadi fondasi yang memungkinkan hubungan antarbangsa tumbuh dari masyarakat dan bertahan melampaui perubahan politik.

Ketika Masyarakat Menjadi Jembatan

Hubungan Indonesia dan Iran memiliki sejarah interaksi yang cukup panjang dalam berbagai bidang. Namun, hubungan antarmasyarakat masih memiliki ruang yang sangat luas untuk terus dikembangkan. Di sinilah Sekolah Negarawan melihat pentingnya peran aktor nonpemerintah. Sebagai lembaga nonpemerintah, Sekolah Negarawan ingin mengambil bagian dalam membangun jembatan tersebut. Bukan dengan menggantikan peran diplomasi resmi pemerintah, melainkan dengan memperluas ruang interaksi di antara masyarakat kedua negara.

Dalam perspektif ini, masyarakat bukan hanya penerima manfaat dari hubungan internasional. Masyarakat juga dapat menjadi aktor yang secara aktif membentuk hubungan antarbangsa. Pertukaran mahasiswa, akademisi, pemuda, intelektual, seniman, komunitas, dan organisasi masyarakat dapat menciptakan jaringan hubungan yang tidak mudah terputus hanya karena perubahan situasi politik. Hubungan yang dibangun melalui manusia dengan manusia memiliki karakter yang berbeda. Ia tumbuh melalui pengalaman, percakapan, persahabatan, dan kerja sama.

Kebudayaan sebagai Infrastruktur Diplomasi

Dalam diplomasi konvensional, infrastruktur hubungan internasional biasanya berupa kedutaan, perjanjian bilateral, forum multilateral, dan mekanisme resmi antarnegara. Namun, terdapat jenis infrastruktur lain yang tidak kalah penting: infrastruktur sosial dan kebudayaan.

You Might Also Like

Kehancuran Tanpa Suara
Pemerintah Bertanggung Jawab Kesejahteraan Rakyat, Bukan Kepentingan Segelintir Penguasa
BNN Tegaskan Pancasila Landasan, Partai X: Pancasila Harus Untuk Rakyat, Bukan Retorika!
Ketika Janji Pemimpin Murah, Berujung Beban Mahal bagi Rakyat

Ketika masyarakat Indonesia mengenal sastra, sejarah, pemikiran, seni, tradisi, dan kehidupan sosial Iran, mereka tidak lagi melihat Iran hanya sebagai sebuah negara yang jauh.

Begitu pula ketika masyarakat Iran mengenal keragaman budaya, pengalaman sejarah, kehidupan sosial, dan tradisi intelektual Indonesia, Indonesia menjadi lebih dekat sebagai sebuah masyarakat.

Proses saling mengenal tersebut dapat mengurangi jarak psikologis antarbangsa.

Karena itu, Sekolah Negarawan melihat kerja sama kebudayaan dengan ICRO Qom sebagai peluang untuk membangun apa yang dapat disebut sebagai infrastruktur hubungan antarmasyarakat.

ICRO sendiri memiliki mandat dalam membangun hubungan kebudayaan Iran dengan masyarakat dan institusi di luar negeri. Karena itu, lembaga tersebut memiliki posisi strategis dalam membuka ruang pertukaran kebudayaan internasional Iran. (en.icro.ir⁠)

Dari People-to-People Diplomacy Menuju Institutional Diplomacy

Salah satu gagasan yang ingin didorong Sekolah Negarawan adalah menjadikan hubungan masyarakat sebagai sesuatu yang lebih terstruktur. Selama ini, hubungan antarmasyarakat sering kali tumbuh melalui hubungan personal. Seorang akademisi bertemu akademisi lain, seorang mahasiswa berinteraksi dengan mahasiswa dari negara lain, atau komunitas budaya membangun hubungan dengan komunitas serupa di luar negeri.

Hubungan seperti itu penting, tetapi memiliki keterbatasan apabila tidak memiliki wadah kelembagaan. Karena itu, Sekolah Negarawan berharap hubungan dengan ICRO Qom dapat menjadi salah satu model institusionalisasi people-to-people diplomacy.

Artinya, hubungan yang awalnya dibangun oleh masyarakat dapat memiliki wadah kelembagaan sehingga dapat diteruskan, diperluas, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Model tersebut juga dapat membuat diplomasi masyarakat menjadi lebih terukur. Hubungan tidak hanya berhenti pada kunjungan, tetapi dapat dilanjutkan melalui program bersama, pertukaran pengetahuan, forum rutin, dan berbagai bentuk kerja sama kebudayaan.

Menghubungkan Dua Masyarakat

Indonesia dan Iran memiliki karakter masyarakat yang berbeda, tetapi perbedaan tersebut justru dapat menjadi sumber pembelajaran.

Indonesia memiliki pengalaman sebagai negara dengan masyarakat yang sangat plural dan memiliki keragaman budaya serta tradisi sosial-keagamaan. Iran memiliki pengalaman sejarah dan kebudayaan yang panjang serta tradisi intelektual yang kuat.

Pertemuan kedua pengalaman tersebut dapat menghasilkan ruang dialog yang menarik.

Bagi Sekolah Negarawan, hubungan kebudayaan tidak seharusnya hanya berorientasi pada memperkenalkan budaya masing-masing. Lebih jauh, hubungan kebudayaan harus memungkinkan kedua masyarakat belajar satu sama lain.

Pertanyaan yang kemudian muncul bukan hanya “apa yang dimiliki Iran?” atau “apa yang dimiliki Indonesia?”, tetapi juga “apa yang dapat dipelajari Indonesia dari Iran?” dan “apa yang dapat dipelajari Iran dari Indonesia?”

Dari pertanyaan semacam itu, kerja sama dapat berkembang dari sekadar pertukaran budaya menjadi pertukaran gagasan dan pengalaman.

Langkah Awal yang Perlu Dirawat

Kunjungan ke ICRO Qom pada 22 Agustus 2026 menjadi langkah awal dari proses tersebut.

Pertemuan antara Sekolah Negarawan dan ICRO diharapkan dapat dilanjutkan dengan komunikasi dan penjajakan yang lebih konkret untuk menemukan bidang-bidang kerja sama yang memungkinkan. Tidak semua kerja sama harus langsung berskala besar.

Program kecil yang dilakukan secara konsisten justru dapat menjadi fondasi bagi kerja sama yang lebih besar. Sebuah forum diskusi dapat melahirkan jaringan akademisi. Pertukaran pemuda dapat melahirkan persahabatan. Pertukaran karya intelektual dapat membuka perspektif baru. Dan hubungan antarlembaga dapat menciptakan ruang bagi berbagai inisiatif baru.

Dari proses-proses kecil tersebut, hubungan antarbangsa dapat tumbuh secara organik. Membangun Persahabatan yang Melampaui Batas Negara

Pada akhirnya, tujuan dari diplomasi kebudayaan bukan hanya memperkenalkan sebuah negara kepada negara lain.

Tujuan yang lebih jauh adalah membangun mutual understanding, mutual respect, dan mutual friendship. Sekolah Negarawan berharap penjajakan hubungan dengan ICRO Qom dapat berkembang menjadi salah satu kanal baru dalam memperkuat hubungan masyarakat Indonesia dan Iran.

Bila hubungan tersebut dapat berkembang secara konsisten, maka kerja sama yang dibangun bukan hanya hubungan antara dua institusi, tetapi menjadi bagian dari jaringan persahabatan yang lebih luas antara dua masyarakat. Dari Qom, gagasan tersebut menemukan ruangnya: bahwa hubungan Indonesia dan Iran tidak harus selalu dilihat hanya dari perspektif negara ke negara.

Ada ruang yang lebih luas masyarakat ke masyarakat, manusia ke manusia. Dan melalui ruang itulah kebudayaan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan Indonesia dan Iran untuk jangka panjang.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Menata Kekuasaan Negara dengan Memahami Dewan Perwakilan adalah Bagian Lembaga Segitiga Kepemerintahan
Next Article Sekolah Negarawan Dorong Model People-to-People Diplomacy Indonesia–Iran melalui ICRO Qom

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Seputar Pajak

Rinto Setiyawan: Cukup Sudah, Kedaulatan Harus Kembali ke Tangan Rakyat

September 3, 2025
Pemerintah

Demokrasi Tanpa Fondasi: Ketika Pemerintahan Terjebak dalam Kekacauan Sosial

February 12, 2026
Pemerintah

Negara Harus Kembali ke Tujuan Awal: Melindungi, Melayani, dan Mengatur Rakyat

November 3, 2025
Pemerintah

Ketergantungan Teknologi Asing: Merugikan Rakyat atau Memajukan Negara?

February 2, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.