By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 9 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Ekonomi > Buruh Hidup dari Upah ke Upah di Ekonomi Rapuh
Ekonomi

Buruh Hidup dari Upah ke Upah di Ekonomi Rapuh

Diajeng Maharani
Last updated: January 6, 2026 1:17 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id — Fenomena upah ekonomi rapuh semakin nyata dirasakan jutaan buruh di Indonesia. Di tengah klaim stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, sebagian besar pekerja justru hidup dari upah ke upah, tanpa ruang untuk menabung atau meningkatkan kualitas hidup. Kondisi ini mencerminkan rapuhnya fondasi ekonomi nasional, di mana kerja keras tidak lagi menjamin keamanan hidup.

Dalam beberapa bulan terakhir, publik disuguhi berita pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor padat karya seperti tekstil, garmen, dan alas kaki. Bagi buruh yang masih bekerja, ancaman tidak kalah berat: upah stagnan, sistem kerja kontrak berkepanjangan, serta kenaikan biaya hidup yang terus menggerus pendapatan bulanan. Hidup dari gaji ke gaji bukan pilihan, melainkan keterpaksaan.

Upah Tertinggal dari Biaya Hidup

Kenaikan upah minimum di berbagai daerah dinilai belum mampu mengejar laju kenaikan harga kebutuhan dasar. Biaya pangan, perumahan, transportasi, pendidikan, dan kesehatan terus meningkat, sementara upah riil buruh cenderung stagnan. Akibatnya, buruh tidak memiliki daya tahan ekonomi; satu sakit, satu krisis, atau satu PHK sudah cukup untuk menjatuhkan keluarga ke jurang kemiskinan.

Situasi ini diperparah oleh melemahnya posisi tawar buruh akibat meluasnya sistem kerja fleksibel dan outsourcing.

Kerja Ada, Kepastian Hilang

Ekonomi rapuh ditandai bukan hanya oleh angka pertumbuhan yang timpang, tetapi oleh hilangnya kepastian hidup bagi pekerja. Banyak buruh bekerja penuh waktu, namun tanpa kontrak jelas, jaminan sosial memadai, atau kepastian karier. Kerja ada, tetapi masa depan buram.

Dalam kondisi seperti ini, buruh bukan hanya korban pasar, tetapi juga korban kebijakan yang lebih berpihak pada fleksibilitas modal ketimbang perlindungan tenaga kerja.

You Might Also Like

Indonesia Negara Bahagia: Klaim Survei di Atas Rumah Tangga Konstitusi yang Bubar
Sri Mulyani Bertemu Menkeu AS, Partai X Teriak Tarif Naik Rakyat Menjerit!
Prabowo Cek Pengungsi Tapteng, Partai X Soroti Akses dan BBM
Sistem yang Gagal Narasi Kekuasaan Luhut: Data Dijadikan Tameng, Kritik Ditekan

Ancaman Jangka Panjang bagi Ekonomi

Buruh yang hidup dari upah ke upah adalah cermin ekonomi yang tidak sehat. Ketika mayoritas pekerja tidak mampu menabung dan meningkatkan keterampilan, konsumsi rumah tangga melemah dan produktivitas jangka panjang terhambat. Ekonomi nasional kehilangan fondasi terpentingnya: tenaga kerja yang sejahtera dan berdaya.

Jika kondisi ini dibiarkan, Indonesia berisiko terjebak dalam lingkaran upah rendah, kerja rentan, dan pertumbuhan yang rapuh.

Solusi: Menguatkan Upah dan Kepastian Kerja

Untuk keluar dari jebakan ekonomi rapuh, diperlukan langkah kebijakan yang berpihak pada buruh, antara lain:

  1. Menetapkan kebijakan upah yang benar-benar berbasis biaya hidup layak, bukan sekadar inflasi atau pertumbuhan ekonomi.
  2. Memperkuat perlindungan kerja dan membatasi praktik kontrak berkepanjangan serta outsourcing, agar buruh memiliki kepastian.
  3. Mengendalikan biaya hidup esensial, terutama pangan, perumahan, pendidikan, dan kesehatan.
  4. Mendorong industrialisasi padat karya dan bernilai tambah, agar produktivitas dan upah dapat naik bersamaan.
  5. Memperluas jaminan sosial bagi buruh, termasuk perlindungan saat PHK dan masa transisi kerja.

Buruh yang hidup dari upah ke upah bukanlah tanda ekonomi yang sehat. Selama kerja keras tidak mampu menjamin kehidupan yang layak, maka ekonomi Indonesia masih rapuh dan kesejahteraan hanyalah janji di atas kertas.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Ancaman PHK di Balik Klaim Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Next Article Beban Pajak Naik di Tengah Struktur Negara Rapuh

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

DPR Bicara Partisipasi Publik, Partai X: Rakyat Diminta Ikut, Tapi Undang-Undangnya Sudah Jadi Sebelum Didengar!
Pemerintah

DPR Bicara Partisipasi Publik, Partai X: Rakyat Diminta Ikut, Tapi Undang-Undangnya Sudah Jadi Sebelum Didengar!

July 8, 2025
Pemerintah

Jelang PPPK, PPNPN Ditekan Disiplin, Partai X: Reformasi Birokrasi atau Sekadar Test Kepatuhan?

May 5, 2025
EkonomiSosial

Gerindra Dorong Evaluasi Nikel, Partai X: Jaga Raja Ampat Jangan Hanya Jadi Slogan!

June 9, 2025
Pemerintah

MK Putuskan UU Tapera Bertentangan, Partai X: Hukum Harus Lindungi Rakyat!

September 30, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.