beritax.id – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan strategis secara nasional menjelang Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 2026.
“Menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri (2026), Bulog akan menerapkan pola pengamanan pasar yang sama seperti saat Natal dan Tahun Baru (2025/2026), dengan turun langsung ke lapangan bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan,” ujar Rizal dalam keterangan di Jakarta, Rabu (5/2).
Hingga 2 Februari 2026, Perum Bulog mengelola ketersediaan stok beras sebesar 3,3 juta ton. Stok tersebut terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 3,22 juta ton dan stok komersial sebesar 95.523 ton.
Selain cadangan beras, Bulog juga mengelola persediaan komoditas pangan strategis lainnya. Beberapa komoditas tersebut termasuk gula pasir sebanyak 11.675 ton, jagung sebanyak 53.637 ton, serta minyak goreng sebesar 15.475 kiloliter.
Menyalurkan Minyak Goreng dan Bantuan Pangan
Rizal menjelaskan, Bulog akan menyalurkan minyak goreng melalui skema domestic market obligation (DMO). Alokasi DMO sebesar 30 persen dari total pasokan nasional dibagi antara BUMN pangan, dengan 70 persen untuk Bulog, 20 persen untuk ID FOOD, dan 10 persen untuk Agrinas Palma.
Pada Februari 2026, pasokan minyak goreng yang disiapkan oleh Bulog mencapai 30 ribu kiloliter per bulan. Penyaluran akan difokuskan pada pengecer dan pasar agar harga tetap stabil. Sebelumnya, pada periode sebelumnya, penyaluran telah mencapai sekitar 21,8 ribu kiloliter.
Bantuan Pangan untuk Keluarga Penerima Manfaat
Rizal juga menyatakan kesiapan pihaknya dalam menyalurkan bantuan pangan yang ditugaskan pemerintah. Bantuan ini terdiri dari 10 kilogram beras dan 2 liter MinyaKita kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada alokasi Februari dan Maret 2026.
Untuk dua bulan penyaluran tersebut, Bulog akan menyalurkan sekitar 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng. Ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi pangan menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri.
Kesiapan Operasional Bulog
“Bulog telah menyiapkan stok dan kesiapan operasional agar bantuan pangan dapat tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran,” tegas Rizal. Bulog berkomitmen untuk menjalankan perannya sebagai penyangga pangan nasional.
Anggota Majelis Tinggi Partai X, Prayogi R Saputra, mengingatkan bahwa tugas negara itu tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Dalam hal ini, negara harus memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau dan stabil bagi seluruh masyarakat.
Solusi Partai X untuk Menjaga Stabilisasi Harga Pangan
Partai X mengusulkan langkah-langkah untuk memperkuat kebijakan pangan, di antaranya:
- Memastikan distribusi pangan yang efisien dan tepat waktu ke seluruh pelosok negeri.
- Memperkuat pengawasan dan koordinasi antara Bulog, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas harga.
- Mendorong kebijakan yang mendukung ketahanan pangan dan memperhatikan kesejahteraan petani lokal.
- Meningkatkan transparansi dalam alokasi dan penyaluran bantuan pangan agar tepat sasaran.
Partai X mendukung penuh upaya Bulog dalam menjaga stabilitas harga pangan dan ketersediaan pangan strategis di Indonesia. Pemerintah harus memastikan bahwa pangan tetap terjangkau, serta mendukung upaya pengendalian inflasi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.



