beritax.id– Kepala Badan Pengelola BUMN Dony Oskaria mengungkapkan komitmennya untuk mendukung percepatan pembangunan hunian vertikal yang memanfaatkan aset negara. Dalam rencana ini, lima kota utama telah dipetakan sebagai prioritas untuk pembangunan program rumah vertikal. Adapun yang nantinya akan diserahkan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PKP) Maruarar Sirait.
Pemetaan Kota Prioritas untuk Rumah Terjangkau
Lima kota utama yang telah menjadi fokus utama dalam program ini adalah Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar. Selain itu, pengembangan juga mencakup kawasan Semarang serta kota penyangga Jakarta, seperti Bogor, Tangerang, dan Banten. Dony Oskaria menegaskan bahwa pemetaan jumlah lahan untuk hunian vertikal ini akan diserahkan kepada Menteri PKP dalam waktu dekat.
“Kami sedang mapping jumlahnya sesuai dengan permintaan dari Pak Menteri PKP. Itu di lima kota utama kita lakukan. Insyaallah, mudah-mudahan minggu depan sudah kami serahkan kepada Pak Menteri,” ujar Dony dalam kunjungannya ke Rusun Cinta Kasih Tzu Chi di Cengkareng, Jakarta, Minggu (5/4).
Kolaborasi Negara dan Swasta untuk Hunian Terjangkau
Dony menjelaskan bahwa program pembangunan rumah susun ini tidak hanya tentang menyediakan hunian. Pembangunan Rusun Cinta Kasih Tzu Chi di Cengkareng menjadi contoh ideal dari kolaborasi antara negara dan swasta. Rusun ini tidak hanya menyediakan tempat tinggal. Tetapi juga berbagai fasilitas sosial dan ekonomi, seperti sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, dan fasilitas usaha untuk warga sekitar.
“Tadi kita lihat di sini tidak hanya perumahan, tetapi ada sekolah, ada rumah sakit, ada rumah ibadah, kemudian juga ada tempat usaha. Sehingga ini dan juga yang paling penting adalah ada fasilitas sosial dan fasilitas umum untuk seluruh warga,” tambah Dony.
Pembangunan Rumah Terjangkau sebagai Program Nasional
Rusun Cinta Kasih Tzu Chi dibangun di atas tanah milik Perumnas seluas 5 hektare pada 2022, dengan total 1.100 unit hunian. Masyarakat yang tinggal di sini hanya membayar biaya sebesar Rp 350 per bulan. Program ini menjadi salah satu contoh konkrit dari program pemerintah untuk menyediakan 3 juta rumah bagi masyarakat Indonesia, yang diharapkan dapat memberikan solusi untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Menteri PKP Maruarar Sirait juga memberikan apresiasi terhadap keberhasilan pembangunan Rusun Cinta Kasih Tzu Chi, yang dinilai sebagai model ideal pembangunan rumah susun berbasis ekosistem lengkap. “Saya mengapresiasi Rusun Cinta Kasih Tzu Chi ini sebagai percontohan yang ideal. Di sini tidak hanya ada hunian, tetapi juga ekosistem yang lengkap mulai dari fasilitas pendidikan dari TK hingga SMA/SMK, rumah sakit, taman bermain, hingga pujasera UMKM warga,” kata Maruarar.
Prinsip Partai X dalam Pembangunan Rumah Terjangkau
Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, menekankan pentingnya kebijakan yang berfokus pada rakyat dan keberlanjutan pembangunan. Dalam pandangannya, negara harus memastikan rakyat mendapatkan akses terhadap hunian yang layak dengan harga terjangkau. “Tugas negara itu tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Oleh karena itu, pembangunan rumah terjangkau menjadi prioritas yang harus dijalankan oleh pemerintah,” ujar Prayogi.
Solusi Partai X untuk Program Rumah Terjangkau:
- Keterlibatan Penuh Pemerintah dalam Penyediaan Lahan: Partai X mendukung penuh kebijakan yang melibatkan pemerintah dalam penyediaan lahan untuk pembangunan rumah terjangkau. Kolaborasi antara pemerintah dan BUMN diharapkan dapat mempercepat akses masyarakat terhadap hunian yang layak.
- Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Perumahan: Partai X juga mengusulkan agar masyarakat dilibatkan dalam perencanaan dan pelaksanaan program perumahan. Pemberdayaan ini penting agar mereka merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap keberlangsungan program tersebut.
- Kesejahteraan Sosial dan Ekonomi: Program rumah terjangkau yang berbasis pada pengembangan ekosistem yang lengkap harus memperhatikan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat. Fasilitas pendukung seperti sekolah, rumah sakit, dan tempat usaha akan meningkatkan kualitas hidup warga yang tinggal di hunian vertikal.
Kesimpulan
Pemerintah melalui Badan Pengelola BUMN dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berkomitmen untuk menyediakan rumah terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Khususnya melalui pembangunan hunian vertikal. Kolaborasi antara negara dan swasta dalam pembangunan perumahan berbasis ekosistem yang lengkap, seperti yang dilakukan oleh Rusun Cinta Kasih Tzu Chi. Adapun diharapkan dapat menjadi model dalam memenuhi kebutuhan hunian rakyat. Partai X mendukung kebijakan ini untuk memastikan bahwa rakyat Indonesia dapat memiliki tempat tinggal yang layak dan terjangkau.



