beritax.id — Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menyampaikan bahwa jumlah simpanan masyarakat di perbankan terus mengalami pertumbuhan di seluruh kelompok simpanan. Pertumbuhan tersebut terjadi mulai dari tabungan di bawah Rp100 juta hingga simpanan masyarakat dengan nilai di atas Rp5 miliar. Anggito mengatakan kondisi tersebut menunjukkan adanya perbaikan sirkulasi dana masyarakat di sektor perbankan. Menurutnya, meningkatnya simpanan masyarakat menjadi salah satu indikator bahwa daya beli mulai membaik dan masyarakat mulai memiliki ruang untuk kembali menabung.
Sebelumnya, LPS mencatat pertumbuhan simpanan masyarakat dengan nilai di bawah Rp100 juta mencapai 4,95 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga Mei 2026. Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan posisi Desember 2025 yang berada pada angka 3,43 persen. Meski demikian, pertumbuhan tabungan tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan ekonomi. Pemerintah tetap perlu memastikan bahwa peningkatan simpanan masyarakat berjalan seiring dengan pertumbuhan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, dan penguatan sektor ekonomi rakyat.
Prayogi R Saputra: Negara Tidak Cukup Mengelola Angka Ekonomi, Harus Meningkatkan Kesejahteraan
Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute Prayogi R Saputra mengingatkan bahwa negara memiliki tiga tugas utama, yaitu melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Menurut Prayogi, indikator ekonomi seperti pertumbuhan simpanan masyarakat merupakan sinyal positif, tetapi pemerintah tidak boleh berhenti pada capaian statistik. “Ekonomi yang sehat bukan hanya terlihat dari uang yang tersimpan di bank, tetapi dari kemampuan rakyat memenuhi kebutuhan hidup, mendapatkan pekerjaan, meningkatkan pendapatan, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Prayogi.
Ia menilai pemerintah harus memastikan pertumbuhan sektor keuangan memiliki dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat luas. Menurutnya, tabungan masyarakat yang meningkat harus menjadi modal untuk memperkuat kegiatan ekonomi produktif, bukan hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu.
Kritis: Pertumbuhan Tabungan Harus Dibaca Bersama Kondisi Ekonomi Rakyat
Prayogi mengapresiasi laporan LPS yang menunjukkan seluruh kelompok simpanan masyarakat mengalami pertumbuhan positif. Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi ekonomi rakyat harus dilihat secara lebih menyeluruh. Menurutnya, angka simpanan di perbankan perlu dikaitkan dengan indikator lain seperti daya beli, pendapatan masyarakat, tingkat konsumsi, kesempatan kerja, dan kemampuan usaha kecil bertahan. “Pertumbuhan tabungan adalah kabar baik, tetapi pemerintah tetap harus memastikan bahwa masyarakat menabung karena kondisi ekonomi membaik, bukan karena menahan konsumsi akibat ketidakpastian,” katanya.
Ia menilai tantangan pemerintah saat ini adalah mengubah pertumbuhan sektor keuangan menjadi pertumbuhan ekonomi yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Objektif: Stabilitas Perbankan Harus Menjadi Penggerak Ekonomi Produktif
Berdasarkan data LPS, industri perbankan nasional masih menunjukkan kinerja yang positif. Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tercatat tumbuh 13,47 persen secara tahunan hingga Mei 2026. Pertumbuhan tersebut didukung oleh seluruh kelompok simpanan, termasuk masyarakat dengan simpanan kecil hingga kelompok dengan simpanan besar. LPS juga menyampaikan bahwa tidak terdapat fenomena masyarakat secara umum menggunakan tabungan untuk bertahan hidup, karena simpanan masyarakat hingga Rp100 juta masih menunjukkan pertumbuhan positif. Prayogi menilai kondisi stabilitas sektor perbankan harus dimanfaatkan pemerintah untuk memperkuat sektor riil. “Perbankan tidak boleh hanya menjadi tempat menyimpan uang, tetapi harus menjadi penggerak pembiayaan usaha, investasi, dan penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.
Prinsip Partai X: Ekonomi Negara Harus Berorientasi pada Kesejahteraan Rakyat
Prayogi menjelaskan bahwa prinsip Partai X menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan negara. Seluruh kebijakan pemerintah harus diarahkan untuk menciptakan keadilan, kesejahteraan, dan kemajuan bersama.
Dalam prinsip tersebut, pengelolaan ekonomi negara harus dilakukan dengan:
- Berpihak kepada rakyat, dengan memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat luas.
- Efektif dan produktif, sehingga sumber daya ekonomi digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
- Adil dan merata, agar pertumbuhan tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.
- Transparan dan bertanggung jawab, sehingga kebijakan ekonomi dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Menurut Prayogi, negara harus memastikan hubungan antara sektor keuangan dan kehidupan masyarakat berjalan secara seimbang. Pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya diukur dari besarnya transaksi atau jumlah simpanan, tetapi dari kemampuan negara meningkatkan kualitas hidup rakyat.
Solutif: Empat Langkah Agar Pertumbuhan Ekonomi Berdampak bagi Rakyat
1. Dorong Perbankan Membiayai Sektor Produktif
Prayogi mendorong pemerintah memperkuat sinergi dengan sektor perbankan agar dana masyarakat yang tersimpan dapat disalurkan untuk kegiatan ekonomi produktif. Pembiayaan terhadap UMKM, industri kecil, sektor pangan, dan ekonomi daerah harus menjadi prioritas agar pertumbuhan ekonomi menciptakan manfaat nyata.
2. Tingkatkan Pendapatan dan Daya Beli Masyarakat
Menurut Prayogi, pemerintah harus fokus menciptakan lapangan kerja berkualitas dan meningkatkan produktivitas masyarakat. Kenaikan tabungan harus berjalan bersama dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup. “Rakyat harus memiliki kemampuan untuk menabung karena pendapatannya meningkat, bukan hanya karena mengurangi kebutuhan,” ujarnya.
3. Perkuat Ekonomi Rakyat dan UMKM
Prayogi menilai sektor usaha kecil harus mendapatkan perhatian lebih karena menjadi fondasi ekonomi masyarakat. Pemerintah perlu memperluas akses pembiayaan, pendampingan usaha, digitalisasi, dan akses pasar bagi pelaku UMKM.
4. Pastikan Pertumbuhan Ekonomi Tidak Hanya Dinikmati Kelompok Tertentu
Sejalan dengan prinsip Partai X, Prayogi menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus menghasilkan pemerataan. Pemerintah perlu memastikan kebijakan ekonomi mampu menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah, pekerja, pelaku usaha kecil, dan kelompok rentan.
Penutup: Ukuran Ekonomi Adalah Kesejahteraan Rakyat
Pertumbuhan simpanan masyarakat dan stabilitas perbankan menjadi indikator positif bagi perekonomian nasional. Namun, tantangan pemerintah berikutnya adalah memastikan kondisi tersebut benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Prayogi R Saputra menegaskan bahwa keberhasilan ekonomi tidak hanya dilihat dari angka pertumbuhan, tetapi dari kemampuan negara menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi rakyat. “Negara yang berhasil bukan hanya negara yang memiliki ekonomi besar, tetapi negara yang mampu membuat rakyatnya merasa terlindungi, terlayani, dan sejahtera,” tutup Prayogi.



