beritax.id – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang meminta para kepala daerah untuk ikut mengawasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disiapkan di Satuan-Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah masing-masing. Nanik bahkan meminta para kepala daerah untuk meninjau langsung dapur-dapur MBG itu untuk memastikan bahwa menu yang disajikan benar-benar memenuhi standar gizi yang optimal.
“Sebelum menu-menu itu diupload, mungkin bapak bisa, selama Ramadan ini, sambil Safari Ramadan, dicek, pak, di dapur mereka, apakah benar atau tidak,” kata Nanik dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program MBG yang dilaksanakan di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026).
Pengawasan Menu dan Dapur MBG oleh Kepala Daerah
Nanik menjelaskan bahwa setelah Keputusan Presiden (Keppres) nomor 28 tahun 2025 tentang Tim Koordinasi 17 Kementerian dan Lembaga untuk Pelaksanaan Program MBG diundangkan. Maka para kepala daerah dapat masuk ke dapur dan mengawasi dapur-dapur MBG di wilayahnya. Menurutnya, keberadaan kepala daerah sangat penting untuk membantu BGN dalam pelaksanaan program MBG. Hal ini juga diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 115 tahun 2025, yang mengatur tata kelola penyelenggaraan program MBG.
“Jadi bapak-ibu bupati, wakil bupati, bapak walikota dan ibu wakil walikota itu menjadi komandan di daerah, pak. Pak camat apakah boleh masuk? Boleh, pak, ikut mengawasi,” ujar Nanik.
Nanik menambahkan bahwa jika dapur-dapur MBG tersebut tidak memenuhi standar, kepala daerah dapat mengirimkan surat kepada Kepala BGN untuk merekomendasikan relokasi atau penutupan dapur tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa program MBG berjalan dengan baik dan memenuhi kebutuhan gizi bagi anak-anak.
Tanggapan Partai X
Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, mengingatkan bahwa tugas negara adalah melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Dalam hal ini, negara memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan gizi yang optimal. Hal ini agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Pemerintah, melalui program MBG, harus memastikan bahwa makanan yang disediakan benar-benar memenuhi standar gizi yang dibutuhkan oleh anak-anak, terutama di tengah tantangan yang ada.
Prayogi menilai bahwa pengawasan yang ketat terhadap menu dan fasilitas dapur program MBG sangat penting. Pemerintah daerah sebagai pihak yang lebih dekat dengan masyarakat harus berperan aktif dalam memastikan bahwa anak-anak mendapatkan makanan yang bergizi dan berkualitas. Partai X mendukung langkah-langkah yang dapat memastikan keberlanjutan program MBG, serta kualitas makanan yang disediakan, untuk mencegah masalah kesehatan terkait gizi buruk.
Solusi dari Partai X
1. Penguatan Pengawasan dan Kualitas Program MBG
Partai X mendorong agar pengawasan terhadap program MBG diperkuat, tidak hanya oleh pemerintah pusat tetapi juga oleh pemerintah daerah. Kepala daerah harus terlibat langsung dalam proses pengawasan dan memastikan bahwa dapur-dapur MBG memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan.
2. Penambahan Sarana dan Prasarana untuk Meningkatkan Kualitas Dapur
Partai X juga mengusulkan agar pemerintah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana dapur MBG. Ini meliputi pembangunan dapur yang memenuhi standar kebersihan dan kesehatan. Serta memastikan bahwa fasilitas tersebut dapat digunakan dengan aman untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak.
3. Kolaborasi antara Pemerintah dan Masyarakat untuk Keberhasilan Program
Partai X menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program MBG. Pemerintah daerah harus menggandeng masyarakat untuk memantau dan memberikan masukan terkait program ini agar dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
4. Peningkatan Edukasi dan Penyuluhan Gizi kepada Masyarakat
Selain itu, Partai X mendorong agar pemerintah terus meningkatkan edukasi dan penyuluhan mengenai pentingnya gizi yang baik bagi anak-anak. Penyuluhan gizi yang tepat akan membantu orang tua dan masyarakat memahami betapa pentingnya memberikan makanan bergizi sejak dini untuk tumbuh kembang yang optimal.
5. Penggunaan Teknologi untuk Mempercepat Pengawasan dan Distribusi MBG
Partai X juga menyarankan agar pemerintah memanfaatkan teknologi dalam mengelola dan memantau program MBG. Dengan menggunakan teknologi, pengawasan dapur, distribusi makanan, dan penilaian kualitas bisa dilakukan dengan lebih efisien, serta dapat mempermudah koordinasi antar pihak terkait.
Kesimpulan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak di Indonesia. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada pengawasan yang ketat dan kualitas makanan yang disediakan. Partai X mendukung pengawasan yang lebih aktif oleh kepala daerah dan meminta pemerintah. Hal ini untuk terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana dapur MBG. Pemerintah daerah harus terlibat lebih jauh dalam memastikan bahwa anak-anak mendapatkan gizi yang optimal untuk mendukung tumbuh kembang mereka.



