By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sunday, 30 November 2025

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Bangsa Tidak Runtuh Seketika, Tapi Retak Karena Pembiaran
Pemerintah

Bangsa Tidak Runtuh Seketika, Tapi Retak Karena Pembiaran

Diajeng Maharani
Last updated: November 27, 2025 12:59 pm
By Diajeng Maharani
Share
5 Min Read
SHARE

beritax.id – Sebuah bangsa jarang jatuh karena satu pukulan besar. Keruntuhan hampir selalu dimulai dari retakan-retakan kecil yang dibiarkan, disangkal, atau dianggap tidak penting. Ketidakadilan yang dianggap sepele. Penyalahgunaan wewenang yang ditutup-tutupi. Kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat. Ketika pembiaran ini terjadi terus-menerus, kerusakan perlahan menggerogoti fondasi negara.

Indonesia tidak mengalami runtuhnya institusi dalam semalam. Tetapi retaknya kepercayaan publik, merosotnya moral pejabat, dan ketidaktegasan penegakan hukum adalah retakan yang semakin melebar. Jika dibiarkan, ia mengancam struktur negara dari dalam.

Pembiaran Adalah Bentuk Pengkhianatan terhadap Kedaulatan Rakyat

Rakyat adalah pemilik kedaulatan. Mereka adalah raja dalam sistem demokrasi. Namun dalam banyak kebijakan, suara rakyat justru tidak menjadi pertimbangan utama. Ketika kebijakan tidak lahir dari kebutuhan publik, melainkan dari kepentingan kelompok tertentu, maka negara perlahan bergerak menjauh dari tujuan awalnya.

Pembiaran terhadap praktik yang merugikan rakyat membuat relasi kekuasaan menjadi timpang. Negara yang seharusnya melindungi, melayani, dan mengatur untuk kepentingan umum justru terjebak dalam orientasi kekuasaan. Pembiaran semacam ini bukan hanya kesalahan administratif ini pengkhianatan terhadap kedaulatan rakyat.

Ketika Negara dan Pemerintah Tidak Dipisahkan, Kekuasaan Mudah Melenceng

Salah satu retakan terbesar dalam kehidupan bernegara adalah ketika negara disamakan dengan pemerintah. Padahal, pemerintah hanyalah sebagian kecil rakyat yang diberi mandat. Ketika pemerintah diperlakukan sebagai pemilik negara, keputusannya sering diambil tanpa akuntabilitas, tanpa musyawarah, dan tanpa arah yang berpihak pada rakyat.

Pemerintah seharusnya menjadi pelayan rakyat. Namun ketika sistem tidak membedakan peran keduanya, maka rezim menjalankan negara seolah sebagai milik pribadi. Inilah yang membuat kebijakan ikut-ikutan kepentingan kekuasaan, bukan kepentingan nasional.

You Might Also Like

Lima Tersangka Kekerasan Anak di Lembata! Partai X: Jangan Tunggu Jeritan Anak Jadi Headline!
580 DPR Habiskan Rp348 M untuk Rumah, Partai X: Rakyat Susah Kontrakan, Mereka Foya-Foya!
Menkeu Janji Tak Lanjutkan Burden Sharing, Partai X: Rakyat Terus Dibebani!
Kapolri Ajak Dengar Kritik, Partai X: Kalau Serius, Jangan Ada Intimidasi untuk Suara Rakyat!

Nilai Pancasila Kian Menjadi Poster, Bukan Pedoman

Pancasila adalah kompas moral bangsa: sumber kebijaksanaan, keadilan, dan kesetaraan. Tetapi realitas saat ini menunjukkan nilai-nilai itu lebih sering muncul sebagai slogan seremonial, bukan pedoman operasional.

Ketidakadilan hukum, korupsi, ketimpangan kesejahteraan, dan penyalahgunaan kekuasaan menunjukkan betapa Pancasila belum benar-benar hidup dalam praktik kenegaraan. Ketika sila keadilan sosial tidak terpenuhi, ketika sila persatuan dilukai oleh ketimpangan, ketika sila hikmat kebijaksanaan diabaikan, maka bangsa perlahan retak dari dalam.

Bangsa runtuh bukan karena badai luar, tetapi karena nilai-nilai dasar yang tidak dijalankan oleh para pengelola kekuasaan.

Retakan Itu Bisa Disembuhkan Dengan Sistem yang Tepat

Bangsa tidak boleh dibiarkan retak. Dan untuk memperbaikinya, solusi harus menyentuh akar persoalan sistemik. Berdasarkan prinsip ketatanegaraan dalam lampiran, ada langkah-langkah strategis untuk menghentikan pembiaran ini:

Musyawarah Kenegarawanan Nasional oleh empat pilar bangsa. Intelektual, pemuka agama, TNI/Polri, dan tokoh budaya harus menyatu dalam forum untuk menyusun ulang arah bangsa dengan visi yang jernih.

Amandemen UUD 1945 untuk mengembalikan kedaulatan rakyat. Kedaulatan tidak boleh hanya menjadi konsep, tetapi harus kembali menjadi mekanisme nyata dalam mengarahkan negara.

Pemisahan tegas antara negara dan pemerintah. Negara harus tetap kuat meski rezim berganti. Pemerintah tidak boleh mengendalikan negara seolah sebagai kekuasaan pribadi.

Penegakan hukum yang berbasis kepakaran. Tidak boleh ada ruang bagi manipulasi hukum. Hukum harus berpihak pada kebenaran, bukan kepentingan pemerintahan atau ekonomi.

Transformasi birokrasi digital. Korupsi tumbuh di ruang gelap. Digitalisasi mempersempit ruang manipulasi dan memperkuat akuntabilitas pelayanan publik.

Pemurnian kembali Pancasila sebagai cahaya moral. Pancasila tidak boleh berhenti sebagai slogan. Ia harus hidup dalam kebijakan, hukum, dan perilaku penyelenggara negara.

Pendidikan moral dan untuk generasi muda. Bangsa yang ingin kokoh harus membangun generasi yang paham jati dirinya, tahu hak dan kewajibannya, serta tidak mudah dipermainkan oleh kekuasaan.

Bangsa Retak Karena Pembiaran, Tapi Bisa Kuat Karena Ketegasan

Indonesia tidak sedang runtuh tetapi retakan-retakan itu ada dan nyata. Retakan ini bisa dibiarkan menjadi jurang, atau bisa diperbaiki dengan keberanian menyembuhkan sistem dari akar. Bangsa akan runtuh jika pembiaran terus dibiarkan menjadi budaya. Tetapi bangsa juga bisa bangkit jika keberanian kolektif diwujudkan melalui sistem yang berpihak kepada rakyat.

Jika kedaulatan benar-benar dikembalikan ke tangan rakyat, Indonesia bukan hanya mampu bertahan Indonesia akan tumbuh menjadi bangsa yang kuat, adil, dan berwibawa di mata dunia.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Eks Dirut ASDP Bebas Hukuman, Partai X: Keadilan Harus Ditegakkan!
Next Article Ketika Kekuasaan Lebih Penting dari Kepentingan Rakyat

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

KPK Geledah Rumah Gubernur Kalbar, Partai X: Korupsi Rakyat Jadi Korban!

September 29, 2025
Pemerintah

PAN Pecat Eko Patrio dan Uya Kuya, Partai X: Rakyat Tunggu DPR yang Benar!

September 2, 2025
Pemerintah

RKUHAP Disetujui, Partai X: Hak Warga Wajib Dijamin Total

November 22, 2025
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan baru saja merilis Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 37 Tahun 2025 tentang pajak e-commerce.
Seputar Pajak

PMK 37/2025: Pajak E-Commerce Tanpa Sosialisasi, Rakyat yang Kena Getahnya

July 15, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.