By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 27 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Sosial > Antara Stabilitas Pemerintahan dan Ketimpangan Sosial
Sosial

Antara Stabilitas Pemerintahan dan Ketimpangan Sosial

Diajeng Maharani
Last updated: December 10, 2025 1:44 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Pemerintah kerap menekankan pentingnya stabilitas pemerintahan sebagai syarat untuk membangun negara. Pertumbuhan ekonomi, investasi, dan keamanan disebut hanya bisa berjalan jika iklim stabil. Namun di tengah narasi stabilitas itu, rakyat melihat kenyataan berbeda: ketimpangan sosial justru terus melebar. Stabilitas yang dibanggakan ternyata tidak menjamin pemerataan, dan tidak otomatis memperbaiki kehidupan masyarakat di bawah. Pertanyaan pun muncul: stabilitas untuk siapa?

Ketika Ketimpangan Jadi Bayang-Bayang yang Tak Pernah Ditangani

Di kota-kota besar, gedung-gedung baru berdiri megah, pusat perbelanjaan tumbuh cepat, dan fasilitas modern bermunculan. Namun tidak jauh dari sana, warga hidup di ruang sempit, biaya hidup yang kian mencekik, dan lapangan kerja yang tidak pasti. Sementara itu, daerah-daerah terpencil tetap berjuang untuk mendapatkan layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

Ketimpangan ini menunjukkan bahwa kestabilan belum diterjemahkan menjadi stabilitas sosial.

Dalam banyak kebijakan, perhatian pemerintah cenderung terfokus pada sektor-sektor yang mendukung pertumbuhan makro, seperti investasi besar atau proyek infrastruktur. Padahal kebutuhan rakyat akses pangan murah, pendidikan berkualitas, pekerjaan layak justru terpinggirkan. Ketimpangan tumbuh bukan karena negara tidak memiliki stabilitas, tetapi karena stabilitas itu tidak digunakan untuk memperbaiki struktur sosial.

Stabilitas tanpa keadilan hanya memperkuat yang kuat dan melupakan yang lemah.

Ketidaksetaraan yang Mengancam Kohesi Nasional

Ketimpangan sosial bukan hanya masalah ekonomi ia adalah ancaman bagi keutuhan republik. Ketika sebagian rakyat merasa jauh tertinggal, rasa memiliki terhadap negara melemah. Kesenjangan menciptakan frustrasi, kecemburuan sosial, bahkan potensi konflik. Sementara pemerintah terus berbicara tentang stabilitas, masyarakat justru merasakan ketidakpastian dalam kehidupan sehari-hari.

You Might Also Like

PPID DJP Inkompeten: Wajib Pajak Terlantar di Tengah Kekacauan Birokrasi
Apakah Indonesia Dipimpin Presiden atau Menteri Keuangan?
Polarisasi Sosial Dipicu Disinformasi Media Sosial
Soal Peradilan Elektronik, Partai X: Teknologi Tak Boleh Jauh dari Rasa Keadilan!

Negara tidak bisa stabil jika rakyatnya tidak sejahtera.

Bagi rakyat, stabilitas bukan diukur dari indikator ekonomi atau retorika pemerintahan. Stabilitas berarti harga yang terjangkau, pekerjaan yang pasti, layanan publik yang mudah, dan kebijakan yang berpihak. Namun banyak warga justru merasakan kebalikannya: hidup semakin mahal, peluang semakin sempit, dan kebijakan sering tidak menyentuh akar persoalan. Stabilitas yang tidak dirasakan rakyat hanyalah tema pidato — bukan kenyataan.

Solusi: Stabilitas Harus Menjadi Alat untuk Mengurangi Ketimpangan, Bukan Menutupinya

Untuk memastikan stabilitas pemerintah benar-benar membawa manfaat bagi rakyat, negara harus mengarahkan fokus pada pembangunan yang berkeadilan. Pertama, kebijakan ekonomi harus berpihak pada rakyat melalui penguatan UMKM, peningkatan upah layak, dan perlindungan sosial yang adaptif. Kedua, distribusi anggaran perlu diarahkan pada layanan publik esensial sehingga akses pendidikan, kesehatan, dan pangan bisa dirasakan merata di seluruh daerah. Ketiga, pemerintah harus memperbaiki transparansi dan akuntabilitas agar stabilitas tidak menjadi kedok bagi kebijakan yang hanya menguntungkan pejabat. Keempat, pembangunan desa dan wilayah terpencil harus menjadi prioritas, memastikan kesenjangan antarwilayah tidak semakin melebar. Dengan langkah tersebut, stabilitas bukan hanya retorika pemerintahan, tetapi fondasi untuk menutup jurang ketimpangan sosial.

Kesimpulan: Stabilitas tanpa Keadilan Adalah Ilusi

Negara bisa saja stabil di atas kertas, tetapi rapuh di mata rakyat.
Kestabilan sejati hanya terwujud ketika seluruh warga merasakan manfaatnya secara nyata, bukan hanya kelompok tertentu.

Stabilitas harus menjadi jembatan menuju keadilan sosial bukan tirai yang menutupi ketimpangan yang terus tumbuh.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Purbaya Bicara Soal Ditjen Pajak, Tuntutan Reformasi dan Transparansi
Next Article Pemerintahan Indonesia dalam Perspektif Kedaulatan Rakyat

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Meningkatkan Efisiensi: Menangani Biaya Pemerintahan Tinggi dan Korupsi

January 26, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Implementasi Nilai Pancasila dalam Pidato Prabowo Dinilai Gagal

June 5, 2025
Direktur Imparsial, Ardi Manto, menilai penunjukan Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani sebagai Direktur Utama Perum Bulog
Pemerintah

Mayjen Rizal Jadi Bos Bulog, Partai X: UU TNI Dilanggar Diam-diam, Negara Tak Mau Tunduk pada Aturan Sendiri!

July 14, 2025
Pemerintah

Rakyat Tenggelam Masalah, Pemerintah Tenggelam Alasan

December 8, 2025
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan bahwa pelaksanaan Sekolah Rakyat telah sesuai kurikulum.
Pendidikan

Sekolah Rakyat Dibilang Sesuai Kurikulum, Partai X: Kurikulum Siapa? Rakyat atau Proyek Pejabat?

July 30, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.