beritax.id– Anggota Komisi XIII DPR Fraksi PAN, Edison Sitorus, menyoroti eksistensi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam rapat dengar pendapat dengan Kepala BPIP Yudian Wahyudi. Edison mengungkapkan bahwa banyak masyarakat lebih mengenal ormas Pemuda Pancasila daripada BPIP, meskipun keduanya mengusung ideologi Pancasila.
Pemuda Pancasila Lebih Dikenal oleh Masyarakat
Edison Sitorus dalam rapat tersebut menyampaikan keprihatinannya bahwa BPIP masih kurang dikenal masyarakat dibandingkan Pemuda Pancasila. “Banyak di masyarakat kita tokoh-tokoh malah minta tolongnya ke Pemuda Pancasila. Jadi seolah-olah BPIP dan Pemuda Pancasila sama-sama Pancasila,” ujarnya. Ia kemudian mempertanyakan hubungan dan kontribusi antara Pemuda Pancasila dan BPIP, serta apakah keduanya memiliki kesamaan dalam menjalankan visi Pancasila.
Edison menegaskan bahwa penting bagi BPIP untuk memperkuat eksistensinya dan tidak kalah dengan organisasi yang lebih dikenal di lapangan. “Jangan sampai BPIP kalah keren dengan Pemuda Pancasila,” imbuhnya.
Menanggapi dengan Satire
Menanggapi pernyataan Edison, anggota Komisi XIII DPR, Ahmad Basarah, menganggapnya sebagai pernyataan satire. “Itu pertanyaan satire,” ujarnya sambil menjelaskan bahwa Pemuda Pancasila memiliki sejarah lebih panjang, dengan berdirinya sejak tahun 1959. Sementara BPIP baru dibentuk pada tahun 2017. Basarah memahami maksud Edison, yang menginginkan agar BPIP memiliki eksistensi yang kuat di dalam landscape kelembagaan negara.
Fokus pada Kesejahteraan Rakyat
Anggota Majelis Tinggi Partai X dan Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, mengingatkan bahwa tugas negara seharusnya tidak hanya mengurus popularitas lembaga atau organisasi, tetapi lebih kepada fokus pada kesejahteraan rakyat. “Negara harus memastikan bahwa kebijakan yang diambil berpihak pada kepentingan rakyat dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Prayogi.
Menurutnya, meskipun eksistensi lembaga sangat penting, yang lebih mendesak adalah memastikan bahwa program dan kebijakan yang dijalankan dapat mengentaskan kemiskinan, memperbaiki kualitas hidup rakyat, serta menjaga kedaulatan negara.
Solusi dari Partai X
- Melindungi Rakyat: Negara harus memastikan keberadaan lembaga seperti BPIP dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembinaan ideologi Pancasila tanpa mengorbankan kesejahteraan rakyat.
- Melayani Rakyat: Pemerintah harus lebih fokus pada pelayanan publik yang adil dan merata. Memastikan bahwa program-program sosial dapat berjalan dengan lancar dan tepat sasaran.
- Mengatur Rakyat: Negara harus memastikan setiap organisasi yang terlibat dalam pembinaan ideologi negara, seperti BPIP. Adapun dapat bekerja sesuai dengan fungsi dan peran yang jelas tanpa mendahulukan popularitas semata.
Kesimpulan
Pentingnya memperkuat lembaga pembinaan ideologi negara seperti BPIP harus dilakukan dengan cara yang lebih terarah. Mengutamakan kontribusinya dalam memperkuat Pancasila di tengah masyarakat. Namun, negara harus tetap memprioritaskan kesejahteraan rakyat dengan memastikan kebijakan yang diambil mendukung tujuan ini. Dalam hal ini, fokus pada pemberdayaan ekonomi, peningkatan akses pendidikan, dan pengentasan kemiskinan akan jauh lebih bermanfaat bagi rakyat Indonesia.



