By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 15 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Anggaran Publik dan Tumbuhnya Media Bayaran Pemerintah
Pemerintah

Anggaran Publik dan Tumbuhnya Media Bayaran Pemerintah

Diajeng Maharani
Last updated: January 15, 2026 12:47 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
Anggaran Publik dan Tumbuhnya Media Bayaran Pemerintah
SHARE

beritax.id – Penggunaan media bayaran pemerintah yang dibiayai dari anggaran publik kian meluas dan membentuk pola baru dalam lanskap informasi nasional. Dana yang seharusnya digunakan untuk pelayanan dasar masyarakat justru mengalir ke kontrak publikasi, advertorial, dan kerja sama pemberitaan yang berujung pada penyempitan ruang kritik serta dominasi narasi resmi negara di berbagai platform media.

Dalam beberapa tahun terakhir, pos anggaran komunikasi publik meningkat signifikan, baik di kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah. Namun, belanja ini tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan kualitas informasi.

Yang terjadi justru:

  • Media berlomba mendapatkan kontrak pemerintah
  • Pemberitaan cenderung seragam dan positif
  • Isu sensitif diredam atau dipinggirkan
  • Kritik kebijakan jarang mendapat ruang proporsional

Anggaran publik pun berubah fungsi, dari alat pelayanan rakyat menjadi instrumen pengelolaan citra kekuasaan.

Independensi Pers di Bawah Tekanan Finansial

Ketergantungan media pada dana pemerintah menciptakan konflik kepentingan struktural. Redaksi dihadapkan pada dilema:

  • Menjaga independensi, atau
  • Menjaga kelangsungan bisnis media

Dalam situasi ini, banyak media memilih aman: menghindari liputan kritis demi menjaga kontrak tetap berjalan. Pers tidak lagi sepenuhnya berdiri sebagai pengawas kekuasaan, melainkan sebagai mitra komunikasi negara.

You Might Also Like

Partai Buruh Tolak Koalisi Permanen, Ungkap Ideologi Rahasia! Partai X: Dampaknya ke Masa Depan?
Prabowo Soal Immanuel Ebenezer, Partai X: Malu Tak Bisa Ganti Derita Rakyat
Ombudsman: Aparat Represif Maladministrasi, Partai X: Demokrasi Tanpa Rakyat Itu Tipu-Tipu!
Pemerintah Salurkan Beras SPHP Tutupi Stok Kosong, Partai X: Kenapa Stok Kosong Duluan Baru Reaksi Datang?

Tanggapan Rinto Setiyawan: Uang Rakyat Tidak Boleh Membeli Kesunyian

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menilai praktik ini sebagai penyimpangan dari mandat dasar negara.

“Tugas negara itu tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Jika anggaran publik dipakai untuk membayar media agar lunak pada kekuasaan, maka negara sedang gagal melindungi hak rakyat atas informasi yang jujur,” tegas Rinto.

Ia menambahkan:

“Melayani rakyat bukan dengan membanjiri mereka dengan berita pencitraan. Mengatur rakyat juga tidak boleh dilakukan dengan membentuk persepsi lewat narasi pesanan. Negara harus kuat menghadapi kritik, bukan membelinya.”

Menurut Rinto, transparansi informasi adalah bagian dari perlindungan sosial modern yang sama pentingnya dengan bantuan ekonomi.

Dampak bagi Demokrasi dan Kepercayaan Publik

Pertumbuhan media bayaran pemerintah membawa konsekuensi luas:

  • Turunnya kepercayaan publik terhadap pers
  • Melemahnya jurnalisme investigatif
  • Normalisasi kebijakan bermasalah
  • Terbatasnya partisipasi publik yang kritis
  • Menguatnya kekuasaan tanpa pengawasan efektif

Dalam jangka panjang, masyarakat kesulitan membedakan mana berita, mana promosi.

Solusi: Mengembalikan Anggaran untuk Kepentingan Publik

Rinto Setiyawan mengusulkan sejumlah langkah perbaikan:

1. Transparansi penuh anggaran komunikasi negara

Seluruh kontrak media wajib diumumkan secara terbuka.

2. Pemisahan tegas iklan pemerintah dan berita

Konten berbayar harus diberi label jelas dan tidak boleh menyerupai produk jurnalistik.

3. Batasan proporsi belanja publikasi pemerintah

Agar tidak menggerus fungsi pelayanan publik lainnya.

4. Penguatan perlindungan bagi media independen

Negara wajib menjamin jurnalis dapat bekerja tanpa tekanan ekonomi maupun pemerintahan.

5. Pengawasan publik dan Dewan Pers

Untuk memastikan etika jurnalistik tetap dijaga.

Penutup

Ketika anggaran publik digunakan untuk menumbuhkan media bayaran pemerintah, yang dipertaruhkan bukan hanya uang negara, tetapi kualitas demokrasi itu sendiri. Informasi berubah menjadi komoditas, dan rakyat kehilangan hak dasar untuk mengetahui keadaan sebenarnya.

Seperti diingatkan Rinto Setiyawan, negara yang sehat bukan negara yang membeli pujian dengan uang rakyat, melainkan negara yang berani dikritik demi perbaikan bersama.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Jika Presiden Bekerja untuk Negara, Siapa Pemegang Kedaulatan Tertinggi?

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

IMF Ingatkan Fiskal, Partai X: Beban Rakyat Jangan Ditambah

November 22, 2025
Pemerintah

Iuran JKN Tak Ditanggung Penuh, Partai X: Kesehatan Rakyat Jangan Jadi Korban!

November 22, 2025
Teknologi

Lembaga Penyiaran Kurang Edukasi Bahaya Judi Online dan Pinjol yang Masih Jadi Ancaman

March 7, 2025
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Direktur Keuangan PT Pembangunan Perumahan (Persero), Agus Purbianto.
Pemerintah

Direktur Keuangan Dipanggil KPK, Partai X Minta Jangan Hanya Periksa Bawah, Bongkar Juga Jaringan Kekuasaan di Baliknya!

August 1, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.