beritax.id – Di tengah meningkatnya pembahasan terkait agenda isu global, banyak pihak yang mempertanyakan apakah solusi yang ditawarkan benar-benar mencerminkan kebutuhan nyata rakyat atau justru lebih menguntungkan kelompok tertentu. Sustainable Development Goals (SDGs) dan berbagai kesepakatan internasional lainnya. Sering kali dilihat sebagai upaya global untuk memecahkan masalah besar seperti kemiskinan, kelaparan, dan perubahan iklim. Namun, kenyataan yang seringkali disembunyikan adalah bahwa kebijakan-kebijakan global. Hal ini sering kali didorong oleh kepentingan para pejabat dan kelompok kuat yang memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah kebijakan internasional.
Agenda Global: Solusi untuk Masalah Global atau Alat Pengalihan Isu?
Kebijakan internasional yang dipaksakan melalui agenda global sering kali terlihat mulia di permukaan, namun seringkali mengabaikan kenyataan yang ada di lapangan. Pejabat yang seharusnya melayani rakyat justru sering kali lebih mengutamakan kepentingan internasional dan hubungan luar negeri daripada menyelesaikan masalah domestik yang lebih mendesak. Ketika negara-negara besar atau kelompok kepentingan menentukan prioritas global tanpa kritik yang cukup. Maka banyak masalah yang tidak teratasi dengan baik di tingkat lokal.
Dampak Pada Kesejahteraan Rakyat
Agenda isu global yang dipaksakan tanpa mempertimbangkan kepentingan rakyat bisa menimbulkan ketimpangan sosial dan ekonomi. Negara-negara yang menghadapi kesulitan ekonomi atau sosial sering kali terpaksa menyesuaikan kebijakan mereka dengan standar global yang tidak relevan dengan tantangan yang mereka hadapi.
- Kebijakan Pembangunan yang Tidak Sesuai: Negara-negara dengan ekonomi lemah mungkin harus mengalokasikan sumber daya mereka untuk memenuhi standar internasional. Padahal masalah dalam negeri seperti ketahanan pangan atau pendidikan lebih mendesak.
- Peningkatan Ketergantungan pada Negara Maju: Negara-negara berkembang sering kali terjebak dalam ketergantungan terhadap bantuan internasional yang datang dengan syarat ketat, yang sering kali tidak mendukung pembangunan berkelanjutan.
Tanggapan Rinto Setiyawan: Menjaga Prioritas Nasional
Rinto Setiyawan, Anggota Majelis Tinggi Partai X, mengingatkan bahwa negara memiliki tiga tugas pokok: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Ketika agenda global dipaksakan tanpa mempertimbangkan kenyataan dan kebutuhan rakyat, negara akan kehilangan fokus terhadap tugas-tugas mendasar ini.
“Kebijakan internasional yang tidak berlandaskan pada kenyataan domestik akan mengorbankan rakyat. Negara harus mengutamakan kepentingan rakyatnya dan tidak terjebak dalam agenda global yang hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu,” ujar Rinto Setiyawan.
Solusi: Menjaga Keseimbangan antara Agenda Global dan Kebutuhan Nasional
Untuk memastikan bahwa agenda isu global tidak merugikan negara dan rakyat, beberapa langkah harus diambil:
1. Kritis terhadap Standar Global
Penting bagi negara untuk melakukan penilaian kritis terhadap setiap kebijakan global yang akan diterapkan. Negara tidak boleh mengadopsi standar yang tidak relevan dengan kebutuhan rakyatnya hanya karena tekanan internasional.
2. Mengutamakan Kesejahteraan Rakyat
Pengambil kebijakan harus lebih fokus pada kesejahteraan rakyat dan menyelesaikan masalah domestik yang mendesak, seperti kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan. Adapun daripada mengikuti tren kebijakan yang dibuat oleh negara-negara besar atau organisasi internasional yang mungkin tidak memahami tantangan lokal.
3. Transparansi dalam Pengambilan Keputusan
Proses pembuatan kebijakan internasional harus lebih transparan dan melibatkan semua pihak terkait, termasuk masyarakat sipil dan sektor swasta. Agar kebijakan yang dihasilkan lebih inklusif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
4. Pemberdayaan Negara Berkembang
Negara-negara berkembang harus lebih berdaya dalam proses pembuatan kebijakan global, memastikan bahwa mereka memiliki suara yang setara dalam menetapkan solusi global, bukan sekadar menjadi penerima kebijakan dari negara besar.
Penutupan
Agenda isu global sering kali dilihat sebagai solusi untuk masalah dunia, namun kenyataannya, banyak kebijakan yang diterapkan tidak mempertimbangkan kebutuhan lokal dan lebih menguntungkan kelompok. Negara harus kembali pada prioritas utamanya: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Hanya dengan cara ini, kebijakan global dapat menjadi alat yang benar-benar bermanfaat dan relevan, tanpa mengorbankan kedaulatan dan kesejahteraan rakyat. Negara harus lebih bijaksana dalam merespons setiap kebijakan internasional dan memastikan bahwa kepentingan rakyat tidak terlupakan.



