beritax.id – Agenda elit global telah menjadi fenomena yang semakin mencolok di dunia pemerintahan dan ekonomi saat ini. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan globalisasi, negara-negara besar dengan kekuatan ekonomi dominan mulai menunjukkan pengaruh yang kuat terhadap negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Ketika kekuatan ekonomi ini memegang kendali. Sering kali kita menyaksikan bagaimana demokrasi yang seharusnya menjadi pilar utama negara justru terabaikan. Dengan kepentingan ekonomi elit global yang mendominasi arah kebijakan pemerintahan dalam negeri.
Kekuatan Ekonomi yang Mengancam Demokrasi
Di Indonesia, kita mulai melihat bagaimana kepentingan ekonomi internasional lebih mendominasi kebijakan pemerintahan dalam negeri daripada memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Proyek-proyek besar yang melibatkan investor asing, meskipun membawa investasi, sering kali mengabaikan dampak sosial yang timbul. Misalnya, kebijakan-kebijakan terkait dengan sumber daya alam dan sektor energi sering kali berpihak pada perusahaan besar multinasional. Meskipun ada potensi kerugian ekologis yang besar. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan dalam negeri, yang seharusnya berpihak pada rakyat, kerap kali tergerus oleh tekanan kekuatan ekonomi global.
Ketimpangan Sosial yang Terjadi
Kekuasaan ekonomi elit global di Indonesia tidak hanya berdampak pada kebijakan luar negeri, tetapi juga memperburuk ketimpangan sosial. Sementara sebagian besar masyarakat Indonesia berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, segelintir elit yang memiliki koneksi internasional semakin kaya. Ketimpangan ini tidak hanya tercermin dalam distribusi kekayaan. Tetapi juga dalam akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan yang semakin tidak merata. Ketika kekuatan ekonomi ini lebih dihargai daripada keadilan sosial, rakyat biasa sering kali menjadi korban dari kebijakan yang tidak adil.
Tantangan bagi Demokrasi Indonesia
Demokrasi yang kita junjung tinggi tampaknya semakin terancam oleh dominasi kekuatan ekonomi global. Pemilu yang seharusnya menjadi ajang rakyat menentukan masa depan negara kini banyak dipengaruhi oleh kekuatan modal yang luar biasa. Partai politik dan kandidat yang dapat menarik perhatian elit ekonomi sering kali lebih diutamakan dalam proses pemilihan, sementara suara rakyat kecil sering kali diabaikan. Hal ini menandakan bahwa pemerintahan yang sehat, yang berlandaskan pada keadilan sosial dan kemakmuran bersama, semakin tergerus oleh praktik kekuasaan yang lebih mengutamakan kepentingan kapitalis global.
Solusi untuk Menyeimbangkan Kekuatan Ekonomi dan Demokrasi
Untuk melawan pengaruh kuat dari agenda elit global, Indonesia perlu memperkuat kedaulatan ekonomi dengan mengurangi ketergantungan pada investor asing yang tidak berpihak pada kepentingan sosial. Negara harus memperkuat kebijakan ekonomi domestik yang pro-rakyat, dengan meningkatkan sektor UMKM dan memperkuat industri lokal. Pemerintah juga perlu mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan yang diambil, terutama yang melibatkan kerjasama internasional, agar tidak terjadi eksploitasi terhadap rakyat Indonesia.
Pendidikan politik yang baik untuk masyarakat juga sangat diperlukan agar rakyat Indonesia lebih memahami proses demokrasi yang sehat. Dengan demikian, rakyat dapat memilih pemimpin yang tidak hanya berpihak pada kekuatan ekonomi internasional, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk memperjuangkan kesejahteraan seluruh rakyat.
Penutup
Agenda elit global yang mengutamakan kekuatan ekonomi lebih dari pada demokrasi seharusnya menjadi perhatian serius bagi bangsa Indonesia. Negara perlu menguatkan fondasi demokrasi dengan melibatkan rakyat dalam setiap kebijakan yang ada, tanpa mengabaikan hak-hak mereka. Kekuatan ekonomi tidak seharusnya mengalahkan prinsip-prinsip demokrasi yang telah lama dijunjung tinggi, dan keadilan sosial harus menjadi prioritas utama bagi pemerintah Indonesia di masa depan.



