beritax.id – Agenda elit global semakin menguat, membawa serta gagasan pembangunan dunia yang lebih menguntungkan segelintir negara dan korporasi besar. Dengan kebijakan yang dirancang untuk memenuhi kepentingan mereka, elit global memaksakan standar-standar yang sering kali sulit dijangkau oleh negara-negara berkembang. Di balik narasi pembangunan berkelanjutan dan kemajuan teknologi, kenyataannya adalah semakin banyak rakyat yang terpinggirkan. Program yang digagas seringkali tidak mencerminkan kebutuhan riil masyarakat lokal, melainkan lebih fokus pada kepentingan investasi global yang justru memperburuk ketimpangan.
Dominasi Elit Global dalam Pengambilan Keputusan
Keputusan-keputusan besar yang mempengaruhi perekonomian dunia, baik dalam bidang perdagangan, energi, maupun teknologi, banyak kali diputuskan oleh segelintir aktor global. Hal ini menciptakan ketidakadilan, di mana negara-negara berkembang sering kali terpaksa mengikuti kebijakan yang tidak sesuai dengan kondisi sosial-ekonomi mereka. Akibatnya, negara-negara ini kehilangan ruang untuk merumuskan kebijakan yang lebih pro-rakyat dan mendukung kesejahteraan masyarakat secara luas.
Tanggapan Rinto Setiyawan: Kedaulatan Negara dalam Menghadapi Agenda Elit Global
Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, dengan tegas mengingatkan bahwa tugas negara itu tiga hal: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Negara tidak boleh hanya menjadi alat bagi kepentingan elit global. Tetapi harus hadir untuk melindungi kepentingan rakyatnya, baik dalam menghadapi kebijakan internasional maupun dalam merumuskan kebijakan domestik yang berpihak pada masyarakat. Dalam konteks ini, negara harus mampu menjaga kedaulatan dan mengatur sumber daya untuk kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir pihak.
Solusi untuk Menghadapi Tantangan Agenda Elit Global
- Perlindungan terhadap Ekonomi Domestik
Negara perlu lebih fokus pada penguatan ekonomi domestik dengan mengurangi ketergantungan pada investasi asing yang tidak berpihak pada masyarakat. Ini bisa dilakukan dengan mengembangkan sektor-sektor strategis, seperti pertanian, energi terbarukan, dan industri manufaktur lokal, untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan. - Regulasi yang Memprioritaskan Kepentingan Rakyat
Penguatan regulasi yang mengutamakan kepentingan rakyat harus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan ekonomi. Negara harus mampu mengatur perdagangan internasional dan investasi asing dengan cara yang menguntungkan rakyat. Misalnya dengan mengenakan pajak progresif pada perusahaan multinasional yang beroperasi di negara tersebut. - Peningkatan Kemandirian Teknologi dan Inovasi
Negara harus mendorong pengembangan teknologi dalam negeri yang tidak hanya mengandalkan teknologi dari negara maju. Dengan meningkatkan kapasitas riset dan pengembangan, serta memberi dukungan pada startup dan inovasi lokal. Negara dapat mengurangi ketergantungan pada standar dan teknologi yang ditentukan oleh elit global. - Diplomasi Ekonomi yang Berorientasi pada Kesejahteraan Rakyat
Dalam kancah internasional, negara harus menggunakan diplomasi ekonomi untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat, bukan sekadar mengejar keuntungan jangka pendek. Dengan berkoalisi bersama negara-negara berkembang lain. Indonesia dapat mengusung kebijakan yang mendukung pemerataan kekayaan dan kesejahteraan global, serta menantang standar yang merugikan masyarakat di negara berkembang.
Penutup: Menghadapi Agenda Elit Global dengan Kekuatan Nasional
Agenda elit global memang tampak menguasai arah pembangunan dunia, tetapi negara harus tetap berada di jalur kedaulatan dan memperjuangkan kepentingan rakyatnya. Rinto Setiyawan menegaskan bahwa negara harus melindungi, melayani, dan mengatur rakyat. Dengan memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat, bukan kepentingan segelintir pihak. Dengan langkah-langkah yang tepat, negara dapat menghadapi tantangan agenda elit global dan mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh rakyat.



