By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 3 April 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Absolutisme Lembaga Kepresidenan: Mengancam Keseimbangan Kekuasaan di Indonesia
Pemerintah

Absolutisme Lembaga Kepresidenan: Mengancam Keseimbangan Kekuasaan di Indonesia

Diajeng Maharani
Last updated: April 1, 2026 2:04 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Absolutisme lembaga kepresidenan di Indonesia semakin mengancam keseimbangan kekuasaan yang seharusnya tercipta antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Ketika kekuasaan presiden semakin besar, potensi terjadinya penyalahgunaan kekuasaan dan terkikisnya prinsip demokrasi menjadi nyata. Sistem pemerintahan yang demokratis membutuhkan check and balance yang adil antar lembaga negara agar tidak ada satu lembaga yang menguasai segalanya.

Absolutisme Lembaga Kepresidenan: Peningkatan Kekuatan Eksekutif

Absolutisme lembaga kepresidenan muncul ketika presiden mendapatkan kekuasaan yang terlalu besar, tanpa adanya kontrol yang memadai. Ketika lembaga eksekutif menguasai hampir semua aspek pemerintahan, termasuk pembentukan kebijakan yang seharusnya melalui proses bersama dengan legislatif, keseimbangan kekuasaan terganggu. Hal ini mengarah pada kekuasaan yang terpusat di tangan satu individu, yang merusak prinsip-prinsip demokrasi.

Dampak dari Absolutisme Lembaga Kepresidenan terhadap Demokrasi

Absolutisme lembaga kepresidenan mengancam prinsip-prinsip dasar demokrasi, terutama check and balance antara lembaga negara. Ketika presiden terlalu dominan, peran legislatif dan yudikatif menjadi semakin terpinggirkan. Ini menimbulkan ketidakadilan karena keputusan-keputusan besar yang seharusnya melalui proses musyawarah bersama justru didominasi oleh satu pihak. Pengambilan keputusan yang lebih bijak dan inklusif menjadi terhambat.

Keseimbangan Kekuasaan yang Terancam

Sistem demokrasi yang sehat mengandalkan adanya keseimbangan kekuasaan antara tiga lembaga negara: eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Ketika salah satu lembaga mendapatkan kekuasaan yang terlalu besar, sistem ini menjadi tidak efektif dan rentan terhadap penyalahgunaan kekuasaan. Jika lembaga kepresidenan terlalu kuat, kontrol terhadap kebijakan dan keputusan penting menjadi terbatas, yang dapat menyebabkan keputusan yang tidak mewakili kepentingan rakyat.

Untuk mengembalikan keseimbangan kekuasaan yang sehat, reformasi dalam struktur pemerintahan sangat diperlukan. Solusi yang paling efektif adalah membatasi kekuasaan lembaga kepresidenan dan memperkuat peran legislatif serta yudikatif. Peran legislatif harus lebih diperkuat agar bisa lebih efektif dalam memberikan pengawasan terhadap kebijakan eksekutif. Selain itu, lembaga yudikatif perlu diberdayakan untuk memastikan kebijakan yang diambil oleh eksekutif tidak melanggar hukum atau merugikan rakyat.

Solusi: Memperkuat Sistem Check and Balance

Salah satu langkah yang dapat diambil adalah memperkuat sistem check and balance antara lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Pemerintah harus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil presiden dapat dipertanggungjawabkan oleh legislatif dan sesuai dengan hukum yang berlaku. Sistem pengawasan yang lebih transparan dan independen sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya absolutisme kekuasaan. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam pengawasan kebijakan juga perlu didorong untuk memastikan pemerintahan yang adil dan demokratis.

You Might Also Like

Opini “Politik” Hari Ini Tak Lagi Netral, Media Mainstream Jadi Corong Kekuasaan dan Kapital
Krisis Kesejahteraan: Ruang Hidup Dipersempit Demi Pertumbuhan
Mentan Temukan 1.000 Ton Beras Ilegal, Penegakan Hukum Harus Kuat!
Ketimpangan dalam Demokrasi: Ketika Suara Rakyat Tertindas oleh Kepentingan Pejabat

Untuk mengurangi risiko absolutisme, transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan harus ditingkatkan. Kebijakan dan keputusan yang diambil oleh lembaga kepresidenan harus lebih terbuka untuk publik. Pemerintah perlu menjelaskan secara jelas tujuan, dampak, dan alasan di balik setiap keputusan yang dibuat. Dengan keterbukaan ini, masyarakat dapat lebih memahami arah kebijakan yang diambil dan memberikan masukan yang konstruktif untuk perbaikan.

Keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan juga sangat penting. Masyarakat yang terlibat aktif dalam pemerintahan dan kebijakan pemerintahan akan lebih memahami dan mendukung keputusan yang diambil. Partisipasi rakyat dalam proses pemerintahan akan memastikan bahwa keputusan-keputusan pemerintah mewakili kepentingan seluruh rakyat, bukan hanya kelompok tertentu yang memiliki kekuasaan.

Kesimpulan

Absolutisme lembaga kepresidenan mengancam keseimbangan kekuasaan di Indonesia, yang pada gilirannya merusak sistem demokrasi. Ketika kekuasaan presiden terlalu besar, kontrol terhadap keputusan pemerintah menjadi lemah. Oleh karena itu, penting untuk memperkuat peran legislatif dan yudikatif serta meningkatkan transparansi dalam pengambilan keputusan. Dengan reformasi dalam sistem check and balance, Indonesia dapat menjaga prinsip-prinsip demokrasi dan memastikan bahwa kekuasaan digunakan dengan bijak demi kepentingan rakyat.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Patronase dalam Rekrutmen Pejabat: Penyebab Utama Ketimpangan Sosial dalam Negara
Next Article Desain Ketatanegaraan Salah: Akibat Dari Kegagalan Menjaga Keseimbangan Kekuasaan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Seputar Pajak

Mengapa Pemerintah Wajib Memuat Ketentuan Peralihan dalam Revisi PP 55/2022

March 15, 2026
Pemerintah

Kaleidoskop 2025: Saat Rakyat Indonesia Diuji oleh Keadaan

December 30, 2025
Pemerintah

Reformasi Sejati Dimulai dari Keteladanan Bukan Retorika

October 31, 2025
Pemerintah

Kekuasaan Tanpa Moral Adalah Ancaman bagi Kedaulatan Rakyat

November 18, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.