By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sunday, 21 June 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Berita Terkini > Poin-poin Kasus LPEI! Partai X: Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?
Berita TerkiniPemerintah

Poin-poin Kasus LPEI! Partai X: Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

Diajeng Maharini
Last updated: March 8, 2025 12:54 pm
By Diajeng Maharini
Share
4 Min Read
SHARE

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengumumkan lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang merugikan negara hingga Rp11,7 triliun.

Contents
Poin-poin Utama Kasus LPEIPartai X: Bongkar Kasus LPEI, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?Kesimpulan: Transparansi dan Reformasi LPEI Harus Segera Dilakukan

Kasus ini berfokus pada kredit bermasalah yang diberikan kepada PT Petro Energy (PT PE). Namun, KPK juga mengungkap bahwa 10 debitur lainnya masih dalam penyelidikan, dengan sektor usaha yang mencakup perkebunan, shipping, dan energi.

Poin-poin Utama Kasus LPEI

1. Modus Operandi: Kredit Bermasalah dan Benturan Kepentingan

Menurut Kasatgas Penyidikan KPK, Budi Sukmo Wibowo, kasus ini diawali dengan benturan kepentingan antara direksi LPEI dan PT Petro Energy. Mereka disebut telah melakukan kesepakatan awal untuk mempermudah pencairan kredit.

“Direktur LPEI memerintahkan bawahannya untuk tetap memberikan kredit walaupun tidak layak diberikan,” ujar Budi dalam konferensi pers, Senin (3/3).

Selain itu, PT PE diduga memalsukan dokumen purchase order dan invoice sebagai syarat pencairan fasilitas kredit. Perusahaan juga melakukan window dressing terhadap laporan keuangan, sehingga seolah-olah kondisi finansialnya lebih baik dari kenyataan.

2. Kerugian Negara Capai Rp11,7 Triliun

Hingga saat ini, kerugian negara akibat kredit bermasalah di LPEI telah mencapai Rp11,7 triliun, dengan Rp900 miliar berasal dari kredit kepada PT Petro Energy.

You Might Also Like

Mendagri Evaluasi Tunjangan DPRD, Partai X: Evaluasi Juga Beban Hidup Rakyat!
Indonesia Berisiko Hancur Jika Tidak Ada Perubahan
Menjelajahi Struktur Negara Melalui Analogi Manajemen Perkebunan
Sea Wall Tak Cuma Beton, Pakai Mangrove Juga, Partai X: Jangan Cuma Tanam, Tapi Jaga yang Sudah Ada!

Budi menjelaskan bahwa angka ini masih bisa bertambah seiring dengan penyelidikan terhadap 10 debitur lainnya, yang diduga menerima kredit secara tidak layak.

3. ‘Uang Zakat’: Fee 2,5%-5% untuk Direksi Kasus LPEI

KPK juga mengungkap adanya kode “uang zakat”, yaitu sejumlah 2,5% hingga 5% dari kredit yang diberikan kepada debitur, yang harus dibayarkan kepada direksi LPEI.

“Dari keterangan saksi dan barang bukti elektronik yang disita, kami menemukan adanya istilah ‘uang zakat’ yang diberikan oleh para debitur kepada direksi sebagai syarat pencairan kredit,” ungkap Budi.

Kode ini mengindikasikan adanya praktek suap sistematis dalam pemberian kredit oleh LPEI, yang semakin memperburuk kerugian negara.

Partai X: Bongkar Kasus LPEI, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

Menanggapi skandal ini, Prayogi R. Saputra, juru bicara Partai X, menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh berhenti pada penetapan lima tersangka saja. Ia menuntut pengusutan hingga ke level tertinggi yang berwenang dalam proses pemberian kredit di LPEI.

“Kami mengapresiasi langkah KPK, tetapi pertanyaan besarnya: siapa dalang utama di balik skandal Rp11,7 triliun ini? Tidak mungkin hanya lima orang ini yang bertanggung jawab,” ujar Prayogi dalam keterangannya, Selasa (4/3).

Menurut prinsip Partai X, negara harus dikelola secara efektif, efisien, dan transparan, terutama dalam hal pengelolaan keuangan negara. Oleh karena itu, setiap skandal keuangan harus diusut hingga tuntas, tanpa tebang pilih.

“Apakah ada pejabat tinggi atau elite politik yang ikut bermain dalam kasus ini? Bagaimana sistem pengawasan internal di LPEI bisa seburuk ini? Jika tidak ada perbaikan struktural, kasus serupa bisa terjadi lagi di masa depan,” tegasnya.

Kesimpulan: Transparansi dan Reformasi LPEI Harus Segera Dilakukan

Kasus korupsi LPEI menjadi salah satu skandal keuangan terbesar dalam beberapa tahun terakhir, dengan total kerugian mencapai Rp11,7 triliun. Fakta bahwa 10 debitur lainnya masih dalam penyelidikan menunjukkan bahwa angka ini bisa bertambah.

Partai X menekankan bahwa kasus ini harus diusut hingga ke akar permasalahan. Jika hanya beberapa nama yang dikorbankan, tanpa membongkar jaringan yang lebih luas, maka kasus ini hanya akan menjadi ‘drama hukum’ tanpa efek jangka panjang.

“Kami akan terus mengawal kasus ini agar tidak ada pihak yang lolos dari tanggung jawab. Jangan sampai negara terus dirugikan oleh skandal seperti ini, sementara rakyat yang harus menanggung akibatnya!” pungkas Prayogi.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Eks Pekerja Sritex Bisa Cairkan JHT! Partai X: Benarkah Hak Mereka Diberikan Sepenuhnya?
Next Article Garuda & Citilink Diskon Tiket Pesawat 14%! Partai X: Rakyat Diuntungkan?

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Retorika pejabat klasik
Pemerintah

Mengapa Semua Masalah Masih Dalam Pembahasan? Sebuah Retorika Pejabat Klasik

June 19, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengumumkan pemerintah akan kembali menerapkan sistem penjurusan di SMA.
Pendidikan

Sistem Penjurusan SMA, Partai X: Arahkan Bakat Siswa, Bukan Batasi Cita-Cita!

October 14, 2025
Pemerintah

Usulan Infrastruktur Ditindaklanjuti, Partai X Minta Prioritas Rakyat!

November 25, 2025
Pemerintah

Proyek Siluman Indonesia dan Keadaan Darurat Pengawasan Anggaran

January 20, 2026
Pemerintah

Dana Pemda Mengendap, Partai X: Uang Rakyat Jangan Tidur di Bank!

October 27, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.