By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 13 October 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Internasional > Dari Kampus Para Pemikir di Humboldt University Menuju Brandenburg Gate: Catatan Perjalanan Pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan di Jantung Berlin
Internasional

Dari Kampus Para Pemikir di Humboldt University Menuju Brandenburg Gate: Catatan Perjalanan Pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan di Jantung Berlin

Diajeng Maharini
Last updated: October 13, 2026 10:23 am
By Diajeng Maharini
Share
4 Min Read
SHARE

BERLIN, JERMAN – Sepanjang koridor jalan bersejarah Unter den Linden di Kota Berlin, tersimpan memori kolektif tentang bagaimana peradaban Eropa jatuh bangun melewati era kekaisaran, kehancuran Perang Dunia, keterbelahan Perang Dingin, hingga kebangkitan demokrasi modern. Koridor bersejarah itulah yang dijelajahi oleh para pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan (SN) dalam rangkaian observasi lapangan dari Humboldt University hingga Brandenburg Gate.

Agenda penelusuran ini diikuti secara langsung oleh Direktur Sekolah Negarawan Prayogi R. Saputra, Wakil Direktur Rinto Setiyawan, serta CEO Enygma Erick Karya. Berjalan kaki menembus sejuknya udara Berlin, ketiganya mendiskusikan keterkaitan erat antara ekosistem pendidikan tinggi, rekonsiliasi sejarah, dan akuntabilitas lembaga negara yang berdiri berderet di sepanjang kawasan tersebut.

Di titik awal, yakni Humboldt University, para pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan mengamati tradisi Humboldtian model of higher education sebuah konsep pendidikan tinggi yang menyatukan kebebasan riset dan pengajaran tanpa intervensi penguasa. Tidak jauh dari halaman kampus tempat patung Alexander dan Wilhelm von Humboldt berdiri, terdapat Perpustakaan Negara Berlin (Staatsbibliothek) serta Bebelplatz, lokasi bersejarah yang mengingatkan dunia bahwa awal mula kehancuran sebuah bangsa selalu ditandai dengan pemberangusan buku dan pikiran kritis.

Wakil Direktur Sekolah Negarawan, Rinto Setiyawan, memaparkan bahwa tata letak Kota Berlin sengaja merangkai pusat keilmuan dengan monumen-monumen pengingat kemanusiaan. Saat bergerak dari Humboldt University menuju arah barat, delegasi melewati Neue Wache yang menyimpan patung Mother with her Dead Son karya Käthe Kollwitz, serta menyusuri titik-titik bersejarah Perang Dingin termasuk Museum Perang Dingin (Cold War Museum) yang merekam ketegangan era bipolar antara blok Amerika Serikat/NATO dan blok Uni Soviet/Pakta Warsawa.

Direktur Sekolah Negarawan, Prayogi R. Saputra, menggarisbawahi bahwa pelajaran dari koridor Unter den Linden dan Museum Perang Dingin ini sangat relevan dengan kondisi geopolitik global hari ini. Mengacu pada pilar utama kurikulum Sekolah Negarawan yang bersumber dari pemikiran kenegaraan serta kebangsaan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun), bangsa Indonesia harus memiliki kedaulatan sikap dan kemandirian intelektual agar tidak terseret menjadi pion dalam perang dingin baru antar-kekuatan adidaya dunia.

Perjalanan tersebut kemudian bermuara di Pariser Platz, alun-alun ikonik tempat berdirinya Brandenburg Gate (Brandenburger Tor), yang bersebelahan langsung dengan kawasan Gedung Parlemen Jerman (Reichstag) dan kompleks kantor pemerintahan federal (Band des Bundes). Jika pada masa Perang Dingin gerbang Brandenburg adalah jalan buntu yang dibentengi Tembok Berlin, kini kawasan tersebut menjadi ruang terbuka tempat warga dunia berkumpul dengan bebas.

You Might Also Like

Kejagung Geledah Lokasi Korupsi CPO, Korupsi Harus Diberantas!
Perubahan Besar Berawal dari Kekuasaan di Indonesia
Ombudsman Janjikan Layanan Publik Lebih Baik, Partai X: Rakyat Butuh Bukti, Bukan MoU Lagi!
Uang Negara Kembali, Partai X: Tanda Baik Kalau Tak Hanya di Awal Pemerintahan!

CEO Enygma, Erick Karya, melihat bahwa keterhubungan fisik antara kampus Humboldt, Museum Perang Dingin, Brandenburg Gate, hingga Gedung Parlemen Reichstag adalah metafora sempurna bagi ekosistem tata kelola negara modern. Dalam rancang bangun Enygma sebagai backbone tata kelola pemerintahan berbasis Artificial Intelligence (AI) yang diintrodusir oleh Sekolah Negarawan, keputusan politik di gedung parlemen maupun eksekutif harus selalu terhubung secara presisi dengan riset akademik kampus serta memori sejarah bangsanya.

Catatan reflektif dari jantung Kota Berlin ini menjadi bagian penting dari ekspedisi dua tahun Sekolah Negarawan di 12 negara—meliputi Eropa Barat, kawasan Nordik (Finlandia sebagai negara paling bahagia dengan sistem pendidikan terbaik), Baltik (Estonia sebagai negara eks-Soviet paling maju dalam pemerintahan berbasis IT), Turkiye, Timur Tengah, Persia (Iran), dan Asia Tenggara. Berbagai pelajaran lintas peradaban ini terus disebarluaskan ke seluruh penjuru tanah air, mulai dari Medan hingga Ternate dan Tidore.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Jalur Pencalonan Presiden: Antara Kehendak Rakyat dan Kendali Kekuasaan dalam Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1
Next Article Eksplorasi Pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan di Koridor Unter den Linden Berlin: Menilik Museum Perang Dingin hingga Transparansi Gedung Parlemen

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Pesan Menkes soal Iuran BPJS, Akses Kesehatan Harus Terjangkau untuk Semua!

January 26, 2026
Pemerintah

Rakyat Tanpa Negara dalam Bayang-Bayang Oligarki

June 24, 2026
Ketika mimpi Indonesia Emas 2045 mulai dikampanyekan ke mana-mana, satu pertanyaan mendasar justru belum dijawab dengan jujur
Pemerintah

Amandemen Konstitusi, Solusi Struktur Ketatanegaraan Wujudkan Indonesia Emas 2026

June 13, 2025
Pemerintah

Mengurai Ketidakjelasan Kedudukan Negara dan Pemerintah

July 16, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.