By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 7 October 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pendidikan > Ada Pembinaan Karakter di Balik Keberhasilan Tiga Siswa SD Unggulan Permata Jingga yang Sabet Juara 1 Regional 6
Pendidikan

Ada Pembinaan Karakter di Balik Keberhasilan Tiga Siswa SD Unggulan Permata Jingga yang Sabet Juara 1 Regional 6

Diajeng Maharini
Last updated: October 6, 2026 9:50 am
By Diajeng Maharini
Share
4 Min Read
SHARE

MALANG— Tiga siswa SD Unggulan Permata Jingga, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, sukses mengukuhkan diri sebagai Juara I Regional Jawa Timur dalam ajang Kompetisi Juara Kelas Indonesia 2026. Capaian ini sekaligus memastikan langkah Asma Khairunnisa, Yahya Al-Fatih, dan Moosa Askari Supriadi untuk melenggang membawa nama Jawa Timur ke ajang tingkat nasional di Jakarta pada 22–31 Oktober 2026 mendatang.

Kemenangan tersebut diraih setelah ketiganya menunjukkan performa terbaik pada babak final regional yang diselenggarakan oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur pada 2–4 Oktober 2026 di Surabaya. Melalui pendampingan intensif dari tim guru yaitu Sakina Tunnisa, S.Pd., Nikmatul Jannah, S.Pd.Gr., Dr. Jamal Abdul Nasir, M.M., dan Dra. Tutik Maharini, S.Psi. Ketiga siswa dibekali dengan keseimbangan antara kecerdasan akademis, kedisiplinan, serta penguatan karakter berlandaskan nilai-nilai akhlak dan penguasaan teknologi.

Di antara ketiga peserta terbaik tersebut, sosok Yahya Al Fatih menyimpan rekam jejak pengasuhan dan pendidikan karakter yang cukup unik. Siswa kelas V SD Unggulan Permata Jingga ini tidak hanya terlatih dalam kompetisi akademik, melainkan telah dikenalkan dengan wawasan kebangsaan dan dialog peradaban sejak usia sangat muda sebagai Kader Cilik Sekolah Negarawan.

Putra dari Wakil Direktur Sekolah Negarawan, Adv. Rinto Setiyawan, A.Md., S.H., CTP, ini dibentuk melalui sinergi antara bimbingan sekolah, pengasuhan keluarga, dan ruang perjumpaan luar sekolah. Proses belajar Al Fatih tercatat membentang dari panggung lokal hingga internasional, mulai dari tampil dalam acara “Doa untuk Indonesia” di Universitas Negeri Malang pada 2024, membacakan pidato kedaulatan rakyat di Istana Dam Amsterdam pada April 2026, hingga berdialog dengan intelektual Iran Dr. Abdolreza Alami di Kuala Lumpur pada Agustus 2026.

Teranyar, sebelum berlaga di BBPMP Jawa Timur, Al Fatih juga terlibat dalam forum diskusi Tafsir Nadjibiyah “Serambi Peradaban Nusantara-Persia” bersama Gamelan KiaiKanjeng dan Atase Kebudayaan Iran Dr. Yahya Jahangiri di Kadipiro, Yogyakarta, pada akhir September 2026.

Pola pembentukan karakter yang dialami Al Fatih dan kawan-kawannya sejalan dengan nilai-nilai filosofi pendidikan yang kerap ditekankan oleh budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun). Dalam pandangannya, pendidikan anak sejatinya diletakkan di atas empat bekal mendasar: akhlak, kedisiplinan, kemampuan memperhitungkan risiko, serta penguasaan teknologi informasi.

You Might Also Like

Apakah Rakyat Benar-Benar Berdaulat? Menelusuri Posisi Konstitusional Rakyat dalam Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1
Ketika Kekuasaan Lebih Penting dari Kebijaksanaan, Kehilangan Ruh Permusyawaratan Pancasila Terjadi
Prabowo Dorong SAPA UMKM, Partai X: Pastikan Bukan Seremonial Ekonomi!
Tambang untuk Oligarki, Rugi untuk Negeri

“Anak-anakmu tidak diajari untuk menjadi orang yang pandai, tapi diajari untuk mencari kebenaran dan ilmu. Karena kalau orang sudah mengerti ilmu, dia akan tahu mana yang benar dan mana yang salah. Nilai di sekolah itu cuma angka, tapi pemahaman adalah kehidupan.” Emha Ainun Nadjib (Sumber: Daur & Sinau Bareng Maiyah)

Prinsip tersebut dipadukan dengan falsafah Maiyah yang disukai Cak Nun, “Tukul winih-winihku” (tumbuhlah benih-benihku). Keduanya menegaskan bahwa tugas utama guru dan orang tua bukanlah memaksa anak memenangi piala semata, melainkan merawat “benih” potensi bawaan anak agar tumbuh secara utuh dan bijaksana.

“Pendidikan yang sejati itu tidak memaksakan pohon mangga berbuah apel. Tugas guru dan orang tua adalah menyiram dan merawat pohon itu agar tumbuh menjadi mangga yang paling manis dan rindang.”  Emha Ainun Nadjib (Sumber: Buku “Markesot Bertutur” & Ceramah Maiyahan)

Mendidik calon pemimpin bangsa dipandang bukan sebagai proses instan saat dewasa, melainkan investasi panjang sejak dini yang menyeimbangkan antara prestasi akademik, kekuatan moral, dan keberanian berpikir.

Kini, Asma Khairunnisa, Yahya Al-Fatih, dan Moosa Askari Supriadi tengah mematangkan persiapan akhir menuju babak nasional di Jakarta. Keberhasilan mereka diharapkan tidak hanya mengharumkan nama Kabupaten Malang dan Jawa Timur, tetapi juga menjadi bukti bahwa prestasi tinggi lahir dari ekosistem pendidikan yang harmonis antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Di Balik Juara Regional 6, Peran Keluarga dalam Membentuk Karakter Yahya Al Fatih
Next Article Sabet Juara 1 Regional 6, Tiga Siswa SD Unggulan Permata Jingga Siap Wakili Jatim ke Tingkat Nasional

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pendidikan

Usulan Jadi PNS, Semua Guru Terjamin Hak dan Kesejahteraannya

May 12, 2026
Pemerintah

Ketua Umum Parpol: Dari Pemilik Agen Menjadi ART Negara

May 28, 2026
Pemerintah

Republik Kehilangan Jiwa: Negara Ini Milik Siapa?

June 2, 2026
Internasional

Pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan Menapak Tilas Bekas Kantor Snouck Hurgronje di Leiden Guna Rumuskan Tata Kelola yang Berdaulat

October 6, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.