By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 1 October 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Internasional > Menilik Keunikan Jembatan Tabiat Bersama Sekolah Negarawan: Harmoni Rekayasa Modern dan Tradisi Klasik di Jantung Teheran
Internasional

Menilik Keunikan Jembatan Tabiat Bersama Sekolah Negarawan: Harmoni Rekayasa Modern dan Tradisi Klasik di Jantung Teheran

Diajeng Maharini
Last updated: September 29, 2026 9:53 am
By Diajeng Maharini
Share
4 Min Read
SHARE

TEHERAN – Bagaimana sebuah negara memadukan rekayasa struktur baja mutakhir dengan warisan filosofi arsitektur berusia ratusan tahun menjadi fokus pengamatan delegasi Sekolah Negarawan saat mengunjungi Jembatan Tabiat di Teheran, Iran. Di atas jembatan pejalan kaki terbesar di Iran ini, tim peneliti menyaksikan secara langsung bagaimana desain ruang publik mampu menyatukan manusia dengan alam di tengah kepadatan kota metropolitan.

Hadir dalam peninjauan lapangan tersebut Direktur Sekolah Negarawan Prayogi R. Saputra, Wakil Direktur Rinto Setiyawan dan tim. Dari lantai teratas jembatan yang bermandikan tata cahaya artistik, delegasi mengamati bagaimana struktur ini menjembatani dua kawasan taman besar yang sebelumnya terpisah oleh jalan raya utama Shahid Modares, yakni Taman Taleghani dan Taman Abo-Atash.

Delegasi Sekolah Negarawan menyoroti kecanggihan rekayasa teknik yang diterapkan oleh perancang jembatan ini, Leila Araghian (bersama Alireza Behzadi / Diba Tensile Architecture). Dirancang ketika Leila baru berusia 26 tahun, struktur sepanjang 270 meter ini menggunakan sekitar 2.000 ton baja yang dirangkai menjadi kurva geometris tiga dimensi tanpa satu pun sudut yang kaku, sehingga menyerupai pahatan seni raksasa yang melayang di udara.

Keunikan paling menonjol dari Jembatan Tabiat terletak pada tiga pilar penyangganya yang didesain menyerupai batang pohon bercabang (tree-like columns), lengkap dengan struktur dek tiga tingkat (multi-level) yang mengalir dinamis. Desain karya arsitek perempuan muda Iran yang berhasil memenangkan Architizer A+ Awards dan Aga Khan Award ini memungkinkan pengunjung untuk berpindah antar-lantai melalui jalur landai (ramp) yang berkesinambungan tanpa merasa lelah.

Direktur Sekolah Negarawan, Prayogi R. Saputra, menggarisbawahi bahwa kehebatan Jembatan Tabiat tidak berhenti pada aspek teknisnya, melainkan pada kesadaran sejarah yang melandasinya. Leila Araghian secara cerdas menghidupkan kembali fungsi sosial jembatan-jembatan kuno Persia seperti Jembatan Khaju di Isfahan, dengan mengubah fungsi jembatan dari sekadar jalur pelintasan cepat menjadi ruang kontemplasi, tempat duduk bersantai, dan ruang perjumpaan warga.

Dalam perspektif Wakil Direktur Sekolah Negarawan, Rinto Setiyawan, kemampuan bangsa Iran mempertahankan identitas kulturalnya di tengah modernisasi infrastruktur adalah pelajaran berharga bagi Indonesia. Hal ini sejalan dengan fondasi kurikulum Sekolah Negarawan sebagai lembaga riset dan pendidikan yang menjadikan pemikiran kenegaraan serta kebangsaan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) sebagai pilar utamanya—bahwa modernitas tidak boleh mencerabut suatu bangsa dari akar sejarah dan nilai-nilai spiritualitasnya.

You Might Also Like

IPO BUMN Diharapkan Perkuat Ekonomi Nasional dan Beri Manfaat bagi Rakyat
Krisis Moral Aparatur Pajak: Menggugat Integritas dan Kepercayaan Publik
Jamaah “Munafik” Maiyah: Saat Konsep Tata Negara Cak Nun Dianggap Ngibul
Pilar Menjaga Bangsa dan Negara Menjadi Perekat Persatuan

Delegasi ini menambahkan bahwa suasana teduh dan akrab yang tercipta di sepanjang Jembatan Tabiat membuktikan bahwa arsitektur memiliki bahasa tersendiri dalam mendidik masyarakat. Ketika ruang publik dirancang dengan penuh cinta, estetika, dan penghormatan terhadap pohon-pohon di sekitarnya, masyarakat yang menggunakannya pun terdorong untuk bersikap santun, tertib, dan saling menghargai.

Catatan riset dari atas Jembatan Tabiat Teheran ini melengkapi dokumentasi perjalanan dua tahun Sekolah Negarawan yang telah menelusuri jejak pemikiran dan diplomasi budaya Cak Nun di 12 negara, mulai dari Eropa Barat (Persncis, Belgia, Belanda, Jerman), Nordik (Finlandia), bekas Uni Soviet (Estonia), Turkiye, Negara-negara Teluk, Persia (Iran), hingga Asia Tenggara. Hasil pembacaan lintas peradaban ini juga terus didiseminasikan di dalam negeri melalui berbagai forum dari Medan di wilayah barat hingga Ternate dan Tidore di kawasan timur Nusantara.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Catatan Ekspedisi Sekolah Negarawan di Jembatan Tabiat, Mahakarya Arsitek Perempuan Muda Iran Peraih Aga Khan Award
Next Article Dari Kedaulatan Rakyat ke Struktur Administrasi: Membaca Hubungan Ketundukan Administratif dalam Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Rumah Rusak Istana Nyaman, Ketika Penguasa Menikmati Kerusakan 

July 29, 2026
Pemerintah

PPATK Sebut 27.932 Pegawai BUMN Terindikasi Terima Bansos, Partai X: Bagaimana Bisa Pejabat Mengambil Keuntungan?

August 8, 2025
Pemerintah

Dibalik Indonesia Emas 2026: Apakah Kemajuan Ini Hanya Kebohongan Pejabat?

February 3, 2026
Pemerintah

Mengungkap Demokrasi Tipu-Tipu: Ketika Sistem Pemilu Hanya Memperburuk Ketimpangan

April 6, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.