By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 16 September 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Internasional > Membedah Anatomi Tata Kota Brussel: Sekolah Negarawan Telusuri Jejak Kekuasaan di Grand-Place dan Royal Palace
Internasional

Membedah Anatomi Tata Kota Brussel: Sekolah Negarawan Telusuri Jejak Kekuasaan di Grand-Place dan Royal Palace

Diajeng Maharini
Last updated: September 16, 2026 8:52 am
By Diajeng Maharini
Share
4 Min Read
SHARE

BRUSSEL, BELGIA – Kota yang hebat tidak sekadar dibangun dari infrastruktur yang mutakhir, melainkan dari kemampuannya merawat narasi masa lalu. Di Brussel, Belgia, narasi itu terpahat abadi pada dua kutub tata ruang kota yang legendaris: alun-alun Grand-Place dan Royal Palace of Brussels. Pada September 2025, lanskap sejarah inilah yang menjadi objek studi empiris bagi delegasi Sekolah Negarawan dari Indonesia.

Kunjungan yang digawangi oleh Direktur Sekolah Negarawan Prayogi R. Saputra, Wakil Direktur Rinto Setiyawan, serta CEO Enygma Solusi Negeri Erick Karya ini, tidak bertujuan untuk wisata arsitektur. Didampingi Imam Syafiih Kamil selaku Head of Rep. Chapter Eropa, rombongan ini membedah bagaimana bangsa Eropa mengelola ruang-ruang kekuasaan masa lalu dan menjadikannya jangkar identitas di era modern.

Foto Royal Palace of Brussel

Grand-Place: Manifestasi Kekuatan Sipil

Penelusuran dimulai di Grand-Place, yang diakui secara luas sebagai salah satu alun-alun terindah di Eropa. Direktur Prayogi R. Saputra mengamati bahwa alun-alun ini adalah wujud nyata dari civil society (masyarakat sipil) yang berdaya. Berbeda dengan banyak square di Eropa yang dibangun oleh raja-raja otoriter, gedung-gedung indah yang mengelilingi Grand-Place (guildhalls) justru dibangun oleh asosiasi pedagang, tukang roti, pembuat bir, hingga penjahit.

“Ini adalah monumen kekuatan ekonomi rakyat. Desentralisasi kekuasaan sudah terlihat dari bagaimana tata ruang kota ini dibentuk. Dari perspektif kepemimpinan, ini membuktikan bahwa roda penggerak utama kemajuan sebuah negara adalah kelas menengah dan masyarakat sipilnya yang terorganisir dengan baik,” papar Prayogi dalam diskusi lapangannya.

You Might Also Like

Rakyat Berdaulat Kembali Melalui Perubahan Struktur Ketatanegaraan
Ketika Pengkhianatan Terhadap Konstitusi Membuat Rakyat Terpinggirkan
Pendidikan Politik Anak Muda Indonesia, Partai X: Tanggung Jawab Negara yang Terabaikan
Bantuan Bencana Sumatera Capai Rp8 Juta, Proses Evakuasi Harus Lebih Cepat!

Royal Palace: Stabilitas di Balik Megahnya Fasad

Delegasi kemudian menggeser observasi mereka ke arah Place des Palais, tempat berdirinya Royal Palace of Brussels. Fasad istana yang membentang luas ini menjadi simbol kewibawaan negara Belgia. Rinto Setiyawan mencatat bahwa posisi istana yang berhadapan langsung dengan Brussels Park (Parc de Bruxelles) dan gedung parlemen di ujung taman lainnya, menciptakan sebuah sumbu kekuasaan (axis of power) yang menyeimbangkan antara monarki dan demokrasi perwakilan.

“Ada diplomasi tata ruang yang luar biasa di sini. Istana sebagai simbol kepala negara, parlemen sebagai suara rakyat, dan taman publik besar di tengah-tengahnya. Ini adalah filosofi check and balances yang diterjemahkan ke dalam arsitektur kota,” analisis Rinto.

Foto di Grand Place

Sinergi Masa Lalu dengan Teknologi Masa Depan

Dari kacamata industri dan tata kelola smart city, CEO Enygma Solusi Negeri Erick Karya memberikan sorotan krusial tentang manajemen pelestarian. Di balik keindahan klasik Grand-Place dan wibawa Royal Palace, terdapat sistem kota cerdas yang bekerja 24 jam penuh. Erick membedah bagaimana sensor keramaian, pengelolaan limbah turis, hingga pencahayaan pintar (smart lighting) dikelola secara klandestin agar tidak merusak visual bangunan.

“Kita di Indonesia seringkali kesulitan menjaga bangunan bersejarah saat melakukan modernisasi kota. Brussel memberikan contoh bagaimana teknologi masa depan tidak perlu menggusur peninggalan masa lalu. Justru, teknologi difungsikan sebagai ‘penjaga tak terlihat’ yang merawat aset-aset bersejarah ini,” tegas Erick Karya.

Studi lapangan di dua objek vital sejarah ini memberikan konklusi yang padat bagi Sekolah Negarawan. Untuk mencetak pemimpin nasional yang bervisi besar, pemahaman tentang tata kelola kota (urban governance) tidak boleh diabaikan. Pemimpin yang lahir dari Sekolah Negarawan diharapkan mampu merancang dan merawat ruang-ruang publik di Indonesia agar memiliki karakter, menghormati sejarah, dan mampu berbicara tentang kebesaran bangsa kepada generasi mendatang.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Sekolah Negarawan Belajar dari Dua Wajah Brussel: Keseimbangan Antara Kekuatan Rakyat dan Kewibawaan Negara
Next Article Negara sebagai Hardware: Ketika Struktur Fisik Tidak Menjamin Sistem Berjalan Benar dalam Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Tata Sistem Indonesia dalam Bayang-Bayang Krisis Ketatanegaraan

August 7, 2026
Seputar Pajak

Bupati Meranti Sebut Kantor Sri Mulyani “Iblis”, Cak Nun Jelaskan Makna Iblis

September 6, 2025
Pemerintah

Mesin Pemerintahan Indonesia: Negara Melayani Rakyat atau Kekuasaan?

August 21, 2026
Ekonomi

Beras Ilegal Masuk, Partai X: Pengawasan Pangan Harus Lebih Ketat!

November 24, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.