By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 11 September 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Negara Merupakan Hasil Konstruksi Manusia: Dari Gagasan Menjadi Sebuah Negara dalam Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1
Pemerintah

Negara Merupakan Hasil Konstruksi Manusia: Dari Gagasan Menjadi Sebuah Negara dalam Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1

Diajeng Maharini
Last updated: September 9, 2026 1:49 pm
By Diajeng Maharini
Share
17 Min Read
SHARE

beritax.id – Negara merupakan hasil konstruksi manusia yang lahir dari kebutuhan untuk mengelola kehidupan bersama secara lebih teratur. Gagasan tersebut menjadi salah satu pintu masuk dalam Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1 untuk memahami hubungan antara manusia, masyarakat, bangsa, peradaban, dan negara. Negara tidak hadir sebagai sesuatu yang muncul dengan sendirinya, melainkan dibangun melalui kesepakatan, aturan, nilai, serta perangkat yang disusun manusia untuk mencapai tujuan bersama. Negara merupakan hasil konstruksi manusia yang keberadaannya memiliki fungsi tertentu dalam mengelola kehidupan rakyat. Karena itu, memahami negara membutuhkan pemahaman mengenai siapa yang membangun, untuk apa negara dibentuk, bagaimana sistemnya bekerja, dan siapa yang memiliki kedudukan sebagai pemilik kedaulatan.

Contents
Berawal dari Kehidupan ManusiaBangsa Tidak Sama dengan NegaraGagasan Menjadi Sebuah SistemPeradaban Menjadi Dasar NilaiKonstitusi Mengatur Cara Kerja NegaraPancasila sebagai Inti NilaiRakyat sebagai Pemilik KedaulatanRisiko Ketika Sistem Menjadi TertutupSolusi untuk Mengembalikan Kesadaran SistemMenghidupkan PermusyawaratanArah Negara untuk Keadilan SosialDari Gagasan Menuju Kesadaran Bersama

Berawal dari Kehidupan Manusia

Negara merupakan hasil konstruksi manusia yang proses awalnya dapat ditelusuri dari kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. Manusia memiliki kebutuhan yang tidak seluruhnya dapat dipenuhi seorang diri sehingga membangun hubungan dengan keluarga, tetangga, lingkungan, komunitas, dan masyarakat yang lebih luas. Hubungan tersebut kemudian melahirkan kebiasaan, tata kehidupan, nilai, serta aturan sosial yang berkembang dari pengalaman bersama. Dari kehidupan sosial tersebut terbentuk masyarakat yang memiliki karakter dan identitas kolektif. Negara merupakan hasil konstruksi yang tumbuh lebih jauh dari kebutuhan untuk mengatur kehidupan bersama dalam ruang yang lebih luas dan terstruktur.

Kehidupan manusia menjadi dasar penting karena sebuah negara tidak pernah berdiri tanpa masyarakat yang menjadi unsur utamanya. Sebelum mengenal perangkat negara modern, manusia telah membangun pola hubungan berdasarkan kebutuhan, pengalaman, nilai, dan kebiasaan yang diwariskan antargenerasi. Keluarga menjadi lingkungan pertama, kemudian berkembang menjadi komunitas dan masyarakat yang memiliki keteraturan sendiri. Perjalanan tersebut membentuk dasar kehidupan bangsa yang memiliki pengalaman sejarah dan kebudayaan. Negara merupakan hasil konstruksi yang kemudian hadir sebagai perangkat untuk mengelola kehidupan kolektif yang telah berkembang tersebut.

Bangsa Tidak Sama dengan Negara

Negara merupakan hasil konstruksi yang perlu dipahami dengan membedakan antara bangsa dan negara. Bangsa memiliki akar yang lebih panjang karena terbentuk dari pengalaman bersama, hubungan sosial, kebudayaan, nilai, dan perjalanan sejarah masyarakat. Negara merupakan bentuk organisasi yang dibangun untuk mengelola kehidupan bangsa melalui perangkat, aturan, dan kelembagaan yang lebih terstruktur. Dengan demikian, keberadaan negara tidak dapat menghapus atau menggantikan kehidupan bangsa yang menjadi dasar keberadaannya. Negara merupakan hasil konstruksi yang seharusnya bekerja untuk mengelola kehidupan bersama, bukan menjadi tujuan yang berdiri terpisah dari rakyat.

Pembedaan tersebut penting agar masyarakat tidak memandang negara sebagai sesuatu yang berada di luar kehidupan manusia. Negara dibangun melalui gagasan dan kebutuhan manusia untuk menciptakan keteraturan dalam kehidupan bersama. Perangkat yang kemudian dibentuk dapat berupa aturan dasar, lembaga, administrasi, wilayah, infrastruktur, serta mekanisme pengelolaan kehidupan masyarakat. Seluruh perangkat tersebut memiliki fungsi karena manusia memberikan tujuan dan kewenangan kepadanya. Negara merupakan hasil konstruksi sehingga perangkat negara semestinya tetap dapat dipahami, diawasi, dan dikoreksi oleh masyarakat yang menjadi dasar keberadaannya.

Gagasan Menjadi Sebuah Sistem

Negara merupakan hasil konstruksi yang tidak berhenti pada sebuah gagasan abstrak. Gagasan mengenai kehidupan bersama perlu diterjemahkan menjadi sistem yang memiliki struktur, aturan, nilai, dan perangkat operasional. Dalam Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1, negara digambarkan melalui analogi sebuah perangkat yang memiliki berbagai lapisan dan komponen yang saling berkaitan. Wilayah, rakyat, lembaga, sumber daya, serta infrastruktur menjadi bagian dari perangkat fisik yang membuat negara dapat berfungsi. Negara merupakan hasil konstruksi manusia yang kemudian membutuhkan aturan dan sistem agar seluruh komponennya dapat bekerja sesuai tujuan.

You Might Also Like

Pencalonan Calon Hakim Agung Bermasalah: Antara Integritas yang Tercoreng dan Hukum yang Diselundupkan
Perjuangan Setelah Kehancuran Hanya Orang yang Tidak Waras yang Tenang Melihat Indonesia
Kantin MBG Harus Diawasi, Keselamatan Anak Jangan Dipertaruhkan
Banjir Aceh dan Sumatera, Partai X Desak Status Bencana Nasional

Analogi tersebut membantu pembaca memahami bahwa sebuah perangkat tidak dapat bekerja hanya karena memiliki bentuk fisik. Sebuah perangkat membutuhkan aturan dasar yang mengatur cara kerjanya, inti nilai yang memberikan arah, serta sistem yang menghubungkan berbagai bagian di dalamnya. Dalam kehidupan negara, konstitusi dapat dipahami sebagai aturan dasar yang memberikan konfigurasi terhadap perangkat negara. Pancasila ditempatkan sebagai inti nilai yang menghubungkan kehidupan bangsa dengan penyelenggaraan negara. Negara merupakan hasil konstruksi yang membutuhkan keselarasan antara perangkat, aturan, nilai, dan tujuan agar tidak kehilangan arah.

Peradaban Menjadi Dasar Nilai

Negara merupakan hasil konstruksi yang juga tidak dapat dilepaskan dari peradaban tempat negara tersebut tumbuh. Peradaban bukan hanya persoalan teknologi, pembangunan fisik, atau kemampuan administratif, tetapi juga menyangkut nilai yang menentukan bagaimana manusia memahami kehidupan, kebenaran, keadilan, tanggung jawab, dan martabat. Dalam konteks Nusantara, kehidupan masyarakat berkembang melalui berbagai pengalaman peradaban yang memiliki keragaman bentuk dan karakter. Nilai gotong royong, musyawarah, kehormatan, amanah, adab, rasa malu, dan spiritualitas menjadi bagian dari pengalaman masyarakat yang berkembang dalam berbagai wilayah. Negara merupakan hasil konstruksi yang semestinya tidak terputus dari sumber nilai yang telah hidup dalam peradaban masyarakatnya.

Indonesia dalam kerangka tersebut tidak dipahami sebagai ruang yang hanya memiliki satu bentuk kebudayaan. Nusantara merupakan ruang perjumpaan berbagai peradaban yang kemudian menjadi sumber bagi pembentukan kehidupan bersama. Keragaman tersebut bukan semata perbedaan yang harus dihilangkan, tetapi dapat menjadi kekuatan ketika diintegrasikan melalui nilai bersama. Gagasan tentang negara modern kemudian perlu dipertautkan dengan pengalaman peradaban yang telah lebih dahulu hidup dalam masyarakat. Negara merupakan hasil konstruksi yang menjadi kuat apabila konstruksi tersebut memiliki hubungan dengan akar kehidupan bangsa dan peradabannya.

Konstitusi Mengatur Cara Kerja Negara

Negara merupakan hasil konstruksi yang membutuhkan aturan dasar agar perangkat yang telah dibangun tidak berjalan tanpa batas. Dalam buku tersebut, konstitusi dianalogikan seperti firmware yang mengatur konfigurasi dasar sebuah perangkat. Konstitusi menentukan kerangka hubungan antarkomponen dalam negara serta memberikan batas terhadap penggunaan kewenangan. Tanpa aturan dasar yang dipahami dan dihormati, perangkat negara dapat mengalami perubahan fungsi dari tujuan yang semestinya. Negara merupakan hasil konstruksi sehingga manusia pula yang harus memastikan konstruksi tersebut bekerja berdasarkan aturan yang telah ditetapkan.

Pemahaman terhadap konstitusi tidak cukup berhenti pada hafalan pasal atau istilah. Masyarakat perlu memahami hubungan antara konstitusi, lembaga negara, pemerintah, rakyat, dan tujuan kehidupan bersama. Pengetahuan tersebut membuat masyarakat mampu melihat batas kewenangan serta memahami bagaimana sebuah keputusan seharusnya ditempatkan dalam sistem. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat tidak mudah menganggap setiap tindakan perangkat negara sebagai sesuatu yang tidak dapat dipertanyakan. Negara merupakan hasil konstruksi yang membutuhkan masyarakat berpengetahuan agar sistemnya tetap berada dalam jalur yang benar.

Pancasila sebagai Inti Nilai

Negara merupakan hasil konstruksi manusia yang dalam konteks Indonesia memiliki Pancasila sebagai inti nilai yang memberikan orientasi terhadap seluruh perangkatnya. Dalam analogi sistem yang digunakan buku tersebut, Pancasila ditempatkan seperti kernel yang menghubungkan sumber nilai peradaban Nusantara dengan rancangan negara modern. Inti nilai tersebut memberikan arah terhadap hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, bangsa, proses permusyawaratan, dan tujuan keadilan sosial. Tanpa orientasi nilai, negara dapat memiliki perangkat yang semakin modern tetapi kehilangan arah mengenai untuk apa perangkat tersebut digunakan. Negara merupakan hasil konstruksi manusia yang harus selalu terhubung dengan nilai agar kekuatan perangkat tidak berubah menjadi sumber kerusakan bagi kehidupan bersama.

Nilai tersebut juga memberikan ukuran terhadap keberhasilan sebuah negara. Kemajuan tidak hanya dapat dilihat dari pembangunan fisik, kemampuan teknologi, atau efisiensi administrasi. Kemajuan juga perlu dilihat dari kejujuran, tanggung jawab, amanah, penghormatan terhadap martabat manusia, dan kemampuan mewujudkan keadilan. Pengetahuan dan kemampuan teknis membutuhkan pengendalian moral agar tidak digunakan secara sewenang wenang. Negara merupakan hasil konstruksi manusia yang kualitasnya sangat bergantung pada nilai yang mengarahkan penggunaan seluruh perangkat tersebut.

Rakyat sebagai Pemilik Kedaulatan

Negara merupakan hasil konstruksi manusia yang membawa konsekuensi penting terhadap kedudukan rakyat. Dalam Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1, rakyat digambarkan melalui konsep root access sebagai pihak yang memiliki kedudukan mendasar dalam sistem negara. Analogi tersebut menunjukkan perbedaan antara pemilik dan pengguna sebuah perangkat. Rakyat tidak semestinya hanya menjadi pengguna yang menerima hasil kerja negara, tetapi perlu memiliki pengetahuan mengenai cara kerja sistem dan kemampuan untuk menjaga agar perangkat tetap sesuai dengan tujuan. Negara merupakan hasil konstruksi manusia sehingga rakyat sebagai sumber kedaulatan memiliki kepentingan langsung untuk memahami dan menjaga konstruksi tersebut.

Kedaulatan juga tidak cukup dimaknai sebagai istilah yang hanya muncul dalam pembahasan kenegaraan. Kedaulatan perlu dipahami melalui kemampuan rakyat mengetahui kedudukannya, memahami konstitusi, mengetahui fungsi lembaga, serta mengawasi penggunaan kewenangan. Ketika masyarakat kehilangan akses terhadap pengetahuan mengenai sistem, perangkat negara dapat tetap terlihat berjalan meskipun hubungan rakyat dengan sistem semakin jauh. Kondisi tersebut dapat membuat masyarakat menjadi pengguna pasif terhadap perangkat yang sebenarnya dibangun untuk mengelola kehidupan mereka. Negara merupakan hasil konstruksi manusia sehingga akses pengetahuan dan pengawasan rakyat menjadi bagian penting dalam menjaga sistem tetap sehat.

Risiko Ketika Sistem Menjadi Tertutup

Negara merupakan hasil konstruksi manusia yang dapat mengalami persoalan ketika akses terhadap sistem semakin tertutup. Sebuah perangkat negara dapat terlihat normal karena lembaga dan prosedur formal masih berjalan, sementara distribusi akses dan pengambilan keputusan semakin jauh dari masyarakat. Dalam buku tersebut, kondisi tersebut digambarkan melalui gagasan root access hijacking, yaitu ketika akses utama terhadap sistem secara bertahap bergeser dari pemilik kepada pihak yang mengendalikan perangkat. Pergeseran tersebut dapat berlangsung secara perlahan sehingga tidak selalu mudah dikenali oleh masyarakat. Negara merupakan hasil konstruksi manusia yang membutuhkan mekanisme pengawasan agar konstruksi tersebut tidak berubah menjadi sistem yang sulit diakses oleh pemiliknya.

Risiko tersebut dapat dikurangi apabila masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup mengenai sistem negara. Keterbukaan informasi menjadi salah satu kebutuhan agar rakyat dapat mengetahui bagaimana perangkat negara bekerja dan bagaimana kewenangan digunakan. Pengawasan juga perlu dilakukan berdasarkan pemahaman terhadap aturan dasar, fungsi lembaga, serta tujuan kehidupan bersama. Dengan cara tersebut, masyarakat dapat memberikan koreksi yang lebih terarah ketika terdapat ketidaksesuaian antara fungsi perangkat dan tujuan sistem. Negara merupakan hasil konstruksi manusia sehingga keterbukaan dan pengawasan menjadi bagian dari upaya mempertahankan fungsi awal konstruksi tersebut.

Solusi untuk Mengembalikan Kesadaran Sistem

Negara merupakan hasil konstruksi manusia sehingga solusi pertama yang perlu diperkuat adalah pendidikan mengenai sistem negara. Pendidikan konstitusi perlu diarahkan bukan sekadar pada hafalan, tetapi pada pemahaman hubungan antara rakyat, bangsa, negara, pemerintah, Pancasila, dan konstitusi. Masyarakat perlu memahami siapa yang memiliki kedaulatan, bagaimana kewenangan diberikan, serta bagaimana kewenangan tersebut seharusnya digunakan. Pendidikan tersebut dapat dimulai dari keluarga, sekolah, komunitas, lembaga pendidikan, hingga ruang publik. Negara merupakan hasil konstruksi manusia yang akan lebih terjaga apabila manusia yang menjadi bagian dari bangsa memiliki pengetahuan mengenai konstruksi tersebut.

Negara merupakan hasil konstruksi manusia yang juga membutuhkan keterbukaan informasi sebagai sarana menjaga hubungan antara rakyat dan perangkat negara. Informasi mengenai fungsi lembaga, aturan, penggunaan kewenangan, serta pertanggungjawaban perlu disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Keterbukaan dapat memperkecil jarak pengetahuan antara perangkat negara dengan rakyat. Masyarakat yang memiliki informasi memadai akan lebih mampu melakukan pengawasan dan memberikan masukan berdasarkan pemahaman. Negara merupakan hasil konstruksi manusia sehingga akses terhadap informasi menjadi salah satu fondasi untuk memastikan konstruksi tersebut tetap dapat diawasi oleh pemilik kedaulatan.

Menghidupkan Permusyawaratan

Negara merupakan hasil konstruksi manusia yang membutuhkan mekanisme permusyawaratan dan perwakilan untuk menjaga hubungan antara rakyat dengan penyelenggaraan negara. Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1 mengaitkan fungsi Majelis Permusyawaratan Rakyat dengan analogi root administrator dalam sistem. Analogi tersebut menekankan pentingnya perangkat yang menjaga hubungan antara kedaulatan rakyat dan aturan dasar negara. Penguatan fungsi tersebut perlu disertai kualitas keterwakilan, keterbukaan, pengetahuan terhadap persoalan bangsa, dan pertanggungjawaban kepada rakyat. Negara merupakan hasil konstruksi manusia yang membutuhkan jalur permusyawaratan agar hubungan antara pemilik dan pengelola sistem tidak terputus.

Budaya musyawarah juga perlu diperkuat dalam kehidupan sehari hari. Musyawarah bukan hanya mekanisme kelembagaan, tetapi juga kebiasaan mendengar, mempertimbangkan kepentingan bersama, dan mencari penyelesaian melalui proses yang bertanggung jawab. Nilai gotong royong dan saling menjaga yang telah hidup dalam masyarakat dapat menjadi modal sosial untuk mengembangkan kebiasaan tersebut. Keluarga dan komunitas dapat menjadi tempat awal untuk membangun kemampuan berdialog dan menyelesaikan persoalan secara bersama. Negara merupakan hasil konstruksi manusia yang akan semakin kuat apabila masyarakatnya memiliki budaya musyawarah yang sehat.

Arah Negara untuk Keadilan Sosial

Negara merupakan hasil konstruksi manusia yang pada akhirnya harus kembali kepada tujuan kehidupan bersama. Dalam buku tersebut, keadilan sosial menjadi salah satu orientasi penting dari inti nilai yang seharusnya mengarahkan sistem negara. Negara tidak cukup dinilai dari keberadaan perangkat dan kemampuan menjalankan administrasi. Keberhasilan juga perlu dilihat dari kemampuan menghadirkan kehidupan yang adil, bermartabat, seimbang, dan memberikan manfaat bagi rakyat. Negara merupakan hasil konstruksi manusia yang harus terus dievaluasi berdasarkan tujuan tersebut agar perangkat yang dibangun tidak kehilangan alasan keberadaannya.

Keadilan dapat menjadi ukuran untuk menilai apakah perangkat negara masih bekerja sesuai dengan fungsi yang semestinya. Pengelolaan sumber daya, pelayanan masyarakat, penggunaan kewenangan, serta pelaksanaan aturan perlu diarahkan kepada kepentingan kehidupan bersama. Nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, martabat manusia, dan pengendalian kewenangan perlu menjadi bagian dari evaluasi tersebut. Apabila perangkat semakin kuat tetapi kehidupan rakyat semakin jauh dari rasa keadilan, maka terdapat persoalan pada cara sistem bekerja. Negara merupakan hasil konstruksi manusia yang harus terus diarahkan kembali kepada tujuan pembentukannya, yaitu mengelola kehidupan bersama berdasarkan nilai dan kepentingan rakyat.

Dari Gagasan Menuju Kesadaran Bersama

Negara merupakan hasil konstruksi manusia yang berawal dari gagasan tentang bagaimana kehidupan bersama dapat dikelola secara teratur. Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui perangkat negara, aturan dasar, nilai, kelembagaan, dan mekanisme penyelenggaraan kehidupan bersama. Dalam konteks Indonesia, konstruksi tersebut tidak dapat dilepaskan dari perjalanan peradaban Nusantara, Pancasila, konstitusi, serta kedudukan rakyat sebagai sumber kedaulatan. Memahami rangkaian tersebut membuat masyarakat dapat melihat negara bukan sebagai sesuatu yang berada jauh dari kehidupan mereka, tetapi sebagai sistem yang dibangun untuk mengelola kehidupan bersama. Negara merupakan hasil konstruksi manusia yang keberhasilannya sangat bergantung pada kemampuan masyarakat memahami, menjaga, dan mengarahkan konstruksi tersebut.

Pada akhirnya, Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1 mengajak pembaca menelusuri kembali proses dari gagasan menjadi negara. Kesadaran tersebut perlu diteruskan melalui pendidikan konstitusi, keterbukaan informasi, penguatan budaya musyawarah, peningkatan kualitas keterwakilan, dan pengawasan masyarakat terhadap penggunaan kewenangan. Perangkat negara perlu tetap bekerja berdasarkan aturan dasar dan nilai yang menjadi fondasinya, sementara rakyat perlu memiliki pengetahuan yang cukup untuk memahami kedudukannya dalam sistem. Hubungan antara bangsa, peradaban, negara, Pancasila, konstitusi, dan rakyat perlu dipahami sebagai satu kesatuan yang saling berhubungan. Negara merupakan hasil konstruksi manusia yang harus terus dijaga agar tetap menjadi perangkat untuk mewujudkan kehidupan bersama yang berkeadilan, bermartabat, dan sesuai dengan tujuan yang menjadi dasar pembentukannya.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Negara Merupakan Hasil Konstruksi Manusia: Ketika Manusia Membentuk Sistem Kehidupan Bernegara dalam Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1
Next Article Rakyat Pemilik Kehidupan Kolektif: Negara Bukan Sekadar Struktur Kekuasaan, Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Ketika Pejabat Sibuk Berkuasa, Rakyat Sibuk Bertahan Hidup

November 28, 2025
Pemerintah

Anggota Dewan Joget Katanya Untuk Relaksasi, Partai X: Rakyat Tercekik, Mereka Cuma Butuh Relaksasi di Dompet!

August 20, 2025
Pemerintah

Harga BBM Swasta Naik, Rakyat Terbebani: Pemerintah Dianggap Abai

March 7, 2025
Ia menilai, narasi bahwa demonstrasi membuktikan gagalnya demokrasi adalah propaganda kelompok radikal. Menurutnya, akar masalah aksi protes adalah
Pemerintah

Akademisi Sebut Demonstrasi Bukan Solusi, Partai X: Demo Suara Hati Rakyat!

September 11, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.