By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 5 August 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Internasional > FISIP UB Perkuat Pendidikan Kewargaan Global, Selaras dengan Nilai-Nilai Sekolah Negarawan
InternasionalPendidikan

FISIP UB Perkuat Pendidikan Kewargaan Global, Selaras dengan Nilai-Nilai Sekolah Negarawan

Diajeng Maharini
Last updated: August 5, 2026 2:19 pm
By Diajeng Maharini
Share
5 Min Read
SHARE

beritax.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) menyelenggarakan kegiatan pengabdian bertema “Penguatan Perspektif Global Citizenship Education melalui Pemahaman Moderasi Beragama Intra-Muslim” di SMA Plus Al-Kautsar Malang. Kegiatan yang dipimpin Abdullah, S.Sos., M.Hub.Int., dosen Program Studi Hubungan Internasional FISIP UB, diikuti oleh 30 siswa SMA Plus Al-Kautsar Malang sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat internal FISIP UB Tahun 2026.

Program tersebut berfokus pada penguatan wawasan global, toleransi, literasi digital, serta kemampuan berpikir kritis generasi muda. Melalui pendekatan Global Citizenship Education (GCED), para siswa diajak memahami pentingnya empati lintas budaya, tanggung jawab sosial, penghargaan terhadap keberagaman, dan kemampuan merespons perbedaan secara damai serta bertanggung jawab.

Kegiatan diawali dengan pre-test untuk memetakan pemahaman awal peserta mengenai GCED, toleransi, stereotip, Islam global, dinamika Timur Tengah, moderasi beragama intra-Muslim, dan literasi digital. Selanjutnya, Abdullah, S.Sos., M.Hub.Int. menyampaikan materi secara interaktif dengan menghubungkan berbagai isu global dengan kehidupan sehari-hari siswa, khususnya dalam penggunaan media sosial dan interaksi di lingkungan sekolah.

Dalam pemaparannya, Abdullah menjelaskan bahwa menjadi warga global bukan berarti meninggalkan identitas sebagai pelajar, warga negara Indonesia, maupun seorang Muslim. Sebaliknya, wawasan global justru memperkuat kemampuan seseorang untuk menghargai kemanusiaan, memahami perbedaan secara adil, serta tetap teguh pada keyakinan tanpa merendahkan kelompok lain. Ia juga menegaskan bahwa moderasi beragama bukanlah mencampuradukkan keyakinan, melainkan kemampuan bersikap teguh, santun, seimbang, serta mengedepankan dialog dan antikekerasan.

Salah satu materi penting dalam kegiatan tersebut adalah penguatan literasi digital. Para siswa diperkenalkan pada bahaya stereotip, ujaran kebencian, disinformasi, dan polarisasi yang berkembang melalui media sosial. Untuk itu, peserta diperkenalkan dengan prinsip “SARING”, yaitu memeriksa sumber informasi, mencari bukti, membaca isi secara utuh, memahami konteks, menilai dampak, serta membandingkan dengan sumber lain sebelum menyebarkan informasi.

Setelah penyampaian materi, peserta dibagi ke dalam lima kelompok untuk mengikuti Focus Group Discussion (FGD) dan menyusun mind map. Setiap kelompok membahas berbagai persoalan, mulai dari intoleransi di sekolah, stereotip terhadap agama dan mazhab, penyebaran ujaran kebencian di media sosial, dialog antarbudaya, hingga peran pelajar sebagai warga global dalam menciptakan lingkungan sekolah yang damai dan toleran. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan dan mendapatkan masukan dari fasilitator sehingga peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dilatih berpikir kritis, berdialog, dan menyusun solusi terhadap persoalan nyata.

You Might Also Like

Agenda Isu Global dan Ketidakadilan yang Tersembunyi di Baliknya
Presiden Puji Kunjungan Australia, Partai X: Persahabatan Penting, Tapi Kedaulatan Lebih Penting!
Agenda Elit Global: Ketika Kepentingan Segelintir Orang Menentukan Masa Depan
Ratas STEM Prabowo, Partai X: Teknologi Canggih, Rakyat Masih Tertekan!

Menariknya, nilai-nilai yang disampaikan dalam kegiatan tersebut memiliki banyak kesamaan dengan paradigma yang selama ini dikembangkan oleh Sekolah Negarawan. Pendekatan yang menekankan pentingnya berpikir kritis, menghargai keberagaman, membangun dialog, mengedepankan keadilan, serta bertanggung jawab dalam menggunakan informasi merupakan bagian dari proses pembentukan karakter negarawan yang mampu hidup di tengah masyarakat global tanpa kehilangan identitas kebangsaan maupun nilai-nilai moral.

Menurut Rinto Setiyawan, A.Md., S.H., CTP, selaku Wakil Direktur Sekolah Negarawan, pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga harus membentuk manusia yang memiliki akhlak, integritas, kemampuan berpikir sistemik, serta kesadaran sebagai bagian dari masyarakat, bangsa, dan peradaban dunia. Dalam perspektif Sekolah Negarawan, wawasan global harus berjalan seiring dengan penguatan jati diri, kecintaan kepada bangsa, penghormatan terhadap kemanusiaan, dan tanggung jawab untuk menghadirkan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat.

Meskipun Rinto Setiyawan tidak hadir dalam kegiatan tersebut, nilai-nilai yang dipaparkan Abdullah menunjukkan keselarasan dengan pendekatan yang selama ini dikembangkan oleh Sekolah Negarawan, terutama dalam membentuk generasi yang tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan, mampu berpikir objektif, serta memiliki kemampuan membaca persoalan lokal maupun global secara utuh dan kontekstual.

Kegiatan ditutup dengan post-test, refleksi bersama, pemberian apresiasi kepada kelompok dengan mind map terbaik, serta dokumentasi. Sebagai tindak lanjut, tim FISIP UB juga menyiapkan bahan edukasi mengenai Global Citizenship Education, moderasi beragama, Islam dalam konteks global, serta panduan sederhana untuk memeriksa validitas informasi digital agar dapat dimanfaatkan kembali oleh pihak sekolah.

Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa SMA Plus Al-Kautsar Malang semakin siap menjadi warga digital yang bijaksana, terbuka terhadap keberagaman, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah seperti ini juga menjadi contoh bahwa pembangunan kualitas manusia tidak hanya membutuhkan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, integritas, dan kepemimpinan yang berorientasi pada kemaslahatan bersama, sebagaimana nilai-nilai yang terus dikembangkan baik oleh FISIP Universitas Brawijaya maupun Sekolah Negarawan.

Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Kehancuran Martabat Hidup Koruptor Dimulai dari Pengkhianatan terhadap Amanah
Next Article Skala prioritas negara dan pemerintah Skala Prioritas Negara dan Pemerintah: Rakyat atau Kekuasaan yang Diutamakan?

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pendidikan

Sri Mulyani Sebut Pendidik Beban Negara, Partai X Teriak Guru Bukan Beban Tapi Pilar Pendidikan Bangsa!

August 12, 2025
Pendidikan

Dana BOSP 2026 Diizinkan, Ingatkan Kesejahteraan Guru Honorer dan Tenaga Pendidikan Non-ASN

March 16, 2026
Pendidikan

Usulan Jadi PNS, Semua Guru Terjamin Hak dan Kesejahteraannya

May 12, 2026
Internasional

Prabowo Teken MoU dengan Raja Yordania, Partai X Sindir Diplomasi Pencitraan!

April 17, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.