By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 21 July 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > APBD Lemah, Pemerintah Diminta Pastikan Hak Gaji PPPK Terpenuhi
Pemerintah

APBD Lemah, Pemerintah Diminta Pastikan Hak Gaji PPPK Terpenuhi

Diajeng Maharini
Last updated: July 17, 2026 1:59 pm
By Diajeng Maharini
Share
7 Min Read
SHARE

beritax.id — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan pemerintah akan membedah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Evaluasi dilakukan terhadap daerah yang mengaku tidak mampu membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Tito menyebut pemerintah ingin memastikan penyebab daerah mengalami kesulitan anggaran. Menurutnya, daerah harus terlebih dahulu melakukan efisiensi sebelum meminta tambahan dukungan pemerintah pusat. “Kita mau melihat daerah-daerah yang menyampaikan tidak mampu membayar gaji. Kita bedah dulu APBD-nya,” kata Tito.

Contents
Negara Wajib Menjamin Hak Aparatur PublikKritis: Evaluasi APBD Harus TransparanObyektif: Perkuat Pendapatan Daerah Tanpa Membebani RakyatSolutif: Bangun Sistem Keuangan Daerah yang SehatPelayanan Publik Tidak Boleh Terkendala Anggaran

Ia menilai pemerintah daerah perlu mengevaluasi berbagai pos belanja. Efisiensi harus dilakukan terhadap pengeluaran yang belum memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Tito memberikan contoh Kabupaten Lahat yang berhasil melakukan penghematan anggaran. Daerah tersebut mengurangi belanja perjalanan dinas, rapat, dan pemeliharaan berlebihan. Hasil efisiensi tersebut menghasilkan penghematan sekitar Rp400 miliar. Dana tersebut kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja pegawai.

Negara Wajib Menjamin Hak Aparatur Publik

Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute Prayogi R Saputra mengingatkan fungsi utama negara dalam mengelola pemerintahan. “Tugas negara itu tiga loh, melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat,” ujar Prayogi.

Menurut Prayogi, pembayaran gaji PPPK bukan hanya persoalan administrasi anggaran. Hal tersebut berkaitan dengan tanggung jawab negara terhadap aparatur pelayanan publik. Ia menilai PPPK merupakan bagian penting dalam menjalankan fungsi pemerintahan. Banyak PPPK bekerja memberikan layanan langsung kepada masyarakat. “Ketika negara meminta masyarakat dan aparatur bekerja, negara harus memenuhi kewajibannya,” katanya.

Prayogi mengatakan pemerintah tidak boleh membiarkan ketidakmampuan pengelolaan APBD menghambat hak pegawai. Menurutnya, negara harus hadir memberikan kepastian kepada seluruh aparatur. Kepastian tersebut mencakup hak pendapatan, perlindungan kerja, dan kesejahteraan. Prinsip Partai X menempatkan negara sebagai organisasi yang memiliki rakyat, wilayah, dan pemerintah. Negara harus mampu menjalankan kewenangan secara efektif, efisien, dan transparan. Tujuannya menciptakan kedaulatan, keadilan, serta kesejahteraan rakyat.

Kritis: Evaluasi APBD Harus Transparan

Prayogi menilai langkah pemerintah mengevaluasi APBD merupakan hal penting. Namun, proses tersebut harus dilakukan secara terbuka dan bertanggung jawab. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui bagaimana anggaran daerah dikelola. Transparansi diperlukan agar tidak ada alasan administratif yang merugikan pegawai. Ia meminta pemerintah memeriksa seluruh belanja daerah secara menyeluruh. Evaluasi tidak boleh hanya berfokus pada pengurangan anggaran. “Efisiensi harus tepat sasaran, bukan sekadar memotong anggaran pelayanan,” ujar Prayogi.

You Might Also Like

Kemendagri Luncurkan Aplikasi Desa, Partai X: Jangan Awasi, Tapi Sejahterakan Rakyat!
Buntut Korupsi MBG, Tegaskan Pengawasan Pengadaan BGN Demi Kesejahteraan Rakyat
PLBN Natuna Dibuka untuk Wisata Asing, Partai X: Jangan Sampai Rakyat Lokal Justru Jadi Penonton!
Saat Kepemimpinan Berbasis Popularitas Diukur dari Sorotan, Bukan Kemampuan

Ia menegaskan bahwa penghematan harus diarahkan pada belanja yang tidak produktif. Sementara itu, belanja untuk kebutuhan dasar harus tetap diprioritaskan. Prayogi mengingatkan bahwa APBD merupakan instrumen pelayanan rakyat. Karena itu, penggunaannya harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.Menurutnya, pemerintah daerah harus memiliki perencanaan keuangan yang matang. Perencanaan ters ebut harus memperhitungkan kebutuhan pegawai dan pelayanan publik.

Obyektif: Perkuat Pendapatan Daerah Tanpa Membebani Rakyat

Mendagri Tito juga mendorong pemerintah daerah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Peningkatan PAD dilakukan melalui inovasi tanpa memberikan tekanan kepada masyarakat. Tito mencontohkan Kota Pekanbaru yang meningkatkan PAD melalui kemudahan pembayaran pajak. Sistem yang lebih mudah membuat penerimaan daerah meningkat. Menurut Tito, peningkatan PAD memberikan ruang fiskal lebih besar bagi pemerintah daerah. Ruang tersebut dapat digunakan untuk membayar pegawai dan menjalankan program pembangunan.

Prayogi menilai peningkatan PAD merupakan langkah yang tepat. Namun, kebijakan tersebut harus tetap memperhatikan kemampuan masyarakat. “Pendapatan daerah harus tumbuh melalui inovasi, bukan dengan membebani rakyat,” ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah daerah harus memperbaiki sistem pelayanan pajak. Digitalisasi dan penyederhanaan layanan dapat menjadi solusi meningkatkan kepatuhan masyarakat. Prayogi menilai pemerintah harus mengutamakan prinsip keadilan. Masyarakat tidak boleh menjadi korban akibat lemahnya pengelolaan anggaran. Prinsip Partai X menyebut kesejahteraan rakyat harus menjadi tujuan utama penyelenggaraan negara. Kesejahteraan mencakup pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan hidup lainnya.

Solutif: Bangun Sistem Keuangan Daerah yang Sehat

Prayogi menawarkan sejumlah solusi agar persoalan pembayaran gaji PPPK tidak berulang. Pertama, pemerintah perlu membuat sistem perencanaan APBD berbasis kebutuhan prioritas. Setiap daerah harus memiliki peta kebutuhan pegawai secara jelas. Kedua, pemerintah pusat perlu memperkuat pengawasan terhadap penyusunan APBD. Pengawasan dilakukan sejak tahap perencanaan anggaran.

Ketiga, pemerintah daerah harus meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan. Aparatur daerah perlu memiliki kemampuan membuat anggaran yang efektif. Keempat, pemerintah harus memberikan pendampingan kepada daerah yang memiliki keterbatasan fiskal. Pendampingan dilakukan sebelum masalah pembayaran gaji terjadi. Kelima, pemerintah perlu membuat mekanisme bantuan yang cepat dan tepat. Dukungan pusat harus diberikan setelah daerah melakukan evaluasi secara serius.

Menurut Prayogi, solusi tersebut sesuai dengan prinsip Partai X. Pemerintahan harus berjalan efektif, efisien, dan transparan. Pengelolaan negara harus diarahkan untuk menciptakan keadilan sosial. Semua kebijakan harus memberikan manfaat bagi rakyat.

Pelayanan Publik Tidak Boleh Terkendala Anggaran

Prayogi menegaskan bahwa aparatur pemerintah merupakan bagian dari pelayanan negara. Karena itu, hak mereka harus mendapatkan perhatian serius. Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya berbicara tentang efisiensi. Pemerintah juga harus memastikan tanggung jawab kepada pegawai terpenuhi. “Negara harus hadir memberikan kepastian kepada mereka yang melayani masyarakat,” katanya.

Ia meminta pemerintah pusat dan daerah membangun koordinasi yang kuat. Koordinasi diperlukan agar persoalan fiskal tidak berulang setiap tahun. Prayogi juga mengingatkan bahwa kualitas pelayanan publik bergantung pada kesejahteraan aparatur. Pegawai yang mendapatkan kepastian hak akan bekerja lebih optimal. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan infrastruktur. Pembangunan juga membutuhkan aparatur yang profesional dan sejahtera.

Ia berharap evaluasi APBD menjadi momentum memperbaiki tata kelola pemerintahan daerah. Pemerintah harus memastikan setiap anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat. Dengan pengelolaan keuangan yang transparan, peningkatan PAD, dan pengawasan kuat, persoalan gaji PPPK dapat dicegah. Negara harus membuktikan kehadirannya melalui pelayanan nyata. Sebab, pemerintah yang kuat adalah pemerintah yang mampu memenuhi hak rakyat dan aparatur secara adil.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Kantin MBG Harus Diawasi, Keselamatan Anak Jangan Dipertaruhkan
Next Article Pembagian Ranah Kekuasaan, Kunci Menjaga Keseimbangan Negara

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Kriminal

Satpol PP Cabuli Anak, Partai X: Siapa Lindungi Rakyat Kalau Penegak Malah Pelaku?

May 13, 2025
Pemerintah

Jaksa Ungkap Siasat Nadiem Makarim Mundur, Pengelolaan Perusahaan Harus Transparan!

December 23, 2025
PDIP Baru Kawal Putusan Sekolah Gratis, Partai X: Kalau Tak Diputuskan MK, Mungkin Masih Diam di Kursi!
Pendidikan

PDIP Baru Kawal Putusan Sekolah Gratis, Partai X: Kalau Tak Diputuskan MK, Mungkin Masih Diam di Kursi!

July 2, 2025
Pemerintah

1.700 SPPG Dihentikan, Prioritaskan Kepentingan Konsumen dan Petani

April 28, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.