By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 26 June 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Silaturahmi dengan Ketua Umum Ahlul Bait Indonesia, Sekolah Negarawan Mengajak Para Sesepuh Bangsa Mau Duduk Bersama?
Pemerintah

Silaturahmi dengan Ketua Umum Ahlul Bait Indonesia, Sekolah Negarawan Mengajak Para Sesepuh Bangsa Mau Duduk Bersama?

Diajeng Maharini
Last updated: June 26, 2026 11:41 am
By Diajeng Maharini
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Sore itu, udara Kota Malang terasa lebih teduh dari biasanya. Di sebuah rumah sederhana milik Ketua Umum Ahlul Bait Indonesia (ABI), Ustadz Zahir Yahya, dua orang tamu datang bukan membawa proposal, bukan pula menawarkan agenda kekuasaan. Mereka datang membawa kegelisahan.

Direktur Sekolah Negarawan Prayogi R. Saputra, Ph.D, bersama Wakil Direktur Rinto Setiyawan, A.Md., S.H., CTP, bersilaturahmi untuk membicarakan sesuatu yang belakangan semakin sulit ditemukan di Indonesia: kepercayaan.

Percakapan yang semula diperkirakan berlangsung singkat justru mengalir hampir lima jam. Topik demi topik berkembang, mulai dari kondisi sosial-politik nasional hingga keresahan masyarakat yang semakin dalam terhadap arah perjalanan bangsa.

Menurut Sekolah Negarawan, Indonesia saat ini tidak sekadar menghadapi persoalan ekonomi, hukum, maupun politik. Yang jauh lebih mengkhawatirkan adalah mengikisnya modal sosial berupa trust.

Kepercayaan rakyat kepada pemerintah mengalami penurunan. Kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi juga tidak selalu berada dalam kondisi yang baik. Hubungan antar-elite politik dipenuhi saling curiga. Bahkan di tingkat masyarakat, polarisasi membuat warga semakin mudah saling menyalahkan.

Padahal sebuah bangsa, sebagaimana sebuah keluarga, hanya dapat bertahan ketika masih memiliki kepercayaan satu sama lain.

You Might Also Like

Regulasi Pajak Global dan Ketidaksetaraan Pajak antara Negara Maju dan Berkembang
Rupiah Kian Tertekan! Partai X: Kebijakan Harus Lindungi Daya Beli Rakyat!
Kenapa Rakyat Tidak Pernah Mendapat Keadilan?
Kekuasaan yang Menutupi Penyelewengan: Penyalahgunaan Terselubung Tanpa Tanggung Jawab

Dalam dialog tersebut lahirlah sebuah gagasan yang menurut Sekolah Negarawan layak dipertimbangkan secara serius: menghadirkan Majelis Sesepuh Bangsa.

  • Bukan lembaga negara.
  • Bukan organisasi politik.
  • Bukan pula forum kepentingan kelompok tertentu.

Melainkan ruang musyawarah yang mempertemukan para tetua bangsa- tokoh agama, intelektual, budayawan, cendekiawan, hingga para pemimpin masyarakat- yang telah selesai atau melepaskan diri dari kepentingan politik praktis.

Mereka dipanggil bukan untuk merebut kekuasaan, tetapi untuk menjaga arah perjalanan bangsa.

Sekolah Negarawan memandang bahwa bangsa Indonesia membutuhkan sebuah “kompas moral” yang dapat berbicara ketika politik kehilangan akal sehat dan ketika kepentingan jangka pendek mengalahkan kepentingan generasi mendatang.

Dalam forum semacam itu, para sesepuh diharapkan tidak hanya memberikan nasihat moral, tetapi juga bermusyawarah merumuskan jalan terbaik menuju terwujudnya daulat rakyat-sebuah kondisi ketika negara benar-benar hadir melayani rakyat, bukan sekadar mengelola kekuasaan.

Selama hampir lima jam, pembicaraan berlangsung hangat tanpa sekat formalitas. Yang dibicarakan bukan siapa yang menang atau kalah dalam kontestasi politik, melainkan bagaimana Indonesia tetap utuh sebagai rumah bersama.

Silaturahmi itu mungkin tidak menghasilkan deklarasi besar ataupun keputusan politik. Namun di tengah riuhnya perdebatan publik, pertemuan tersebut menghadirkan sebuah pesan sederhana namun penting: bangsa yang besar selalu memiliki ruang bagi para tetuanya untuk berbicara, bermusyawarah, dan mengingatkan ketika arah perjalanan mulai menjauh dari cita-cita pendiri bangsa.

Barangkali, di tengah krisis kepercayaan yang semakin terasa, Indonesia memang membutuhkan lebih banyak ruang dialog semacam ini-ruang yang tidak dikuasai kepentingan, melainkan dipenuhi kebijaksanaan.

Sebab sejarah menunjukkan bahwa sebuah bangsa tidak runtuh hanya karena perbedaan pendapat. Bangsa akan runtuh ketika tidak lagi memiliki orang-orang yang dipercaya untuk mempertemukan semua perbedaan itu dalam satu meja musyawarah.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Sekolah Negarawan Gagas Majelis Sesepuh Bangsa, Silaturahmi dengan Ketua Umum Ahlul Bait Indonesia
Next Article Negara dalam Genggaman Pemerintah, Siapa Mengawasi Kekuasaan?

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

BUMN Buruhnya Rakyat: Konsep Sederhana yang Sulit Dijalankan

April 30, 2026
Mengungkap Ketimpangan Sosial Ekonomi: Dampak Kebijakan yang Salah Arah
EkonomiSosial

Mengungkap Ketimpangan Sosial Ekonomi: Dampak Kebijakan yang Salah Arah

March 31, 2026
Pemerintah

Mengungkap Pengkhianatan Konstitusi: Ketika Kebijakan Menjadi Alat untuk Penguasa

March 9, 2026
Pemerintah

UU PPRT Disahkan, Pastikan Perlindungan PRT Terlaksana

April 23, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.