By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Saturday, 20 June 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Sekolah Negarawan Dukung Deklarasi Amsterdam, Sebut Indonesia Alami Darurat Kenegaraan, Desak Perbaikan “Firmware” Konstitusi
Pemerintah

Sekolah Negarawan Dukung Deklarasi Amsterdam, Sebut Indonesia Alami Darurat Kenegaraan, Desak Perbaikan “Firmware” Konstitusi

Diajeng Maharini
Last updated: June 19, 2026 9:13 am
By Diajeng Maharini
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Di tengah dinamika nasional yang kian memanas, Sekolah Negarawan secara resmi menyatakan dukungannya terhadap Deklarasi Amsterdam. Dukungan ini ditegaskan secara bersama oleh Direktur Sekolah Negarawan, Prayogi R. Saputra, dan Wakil Direktur Sekolah Negarawan, Rinto Setiyawan, sebagai bagian dari ikhtiar masyarakat sipil untuk merespons krisis representasi dan menguatnya oligarki.

Sekolah Negarawan memberikan catatan penting di mana krisis yang terjadi saat ini tidak cukup hanya dibaca sebagai “darurat politik”, melainkan telah masuk ke tahap yang lebih fundamental, yakni “darurat kenegaraan”.

Direktur Sekolah Negarawan, Prayogi R. Saputra, menilai sistem pemerintahan Indonesia tidak bisa lagi sekadar dikoreksi melalui pergantian figur elite. Ia menyebutkan, akar persoalan bangsa saat ini terletak pada desain konstitusional yang mengatur hubungan antara rakyat, negara, pemerintah, partai politik, dan lembaga kekuasaan.

“Indonesia tidak boleh berhenti pada perubahan kosmetik. Bangsa ini membutuhkan keberanian untuk menguji kembali firmware negara, yaitu konstitusi. Jika firmware tidak tepat, maka kebijakan, regulasi, pemilu, maupun kinerja lembaga negara akan terus menghasilkan kegagalan berulang meski figur berganti,” tegas Prayogi R. Saputra di Malang, Kamis (18/6/2026).

Senada dengan itu, Wakil Direktur Sekolah Negarawan, Rinto Setiyawan, menyoroti wacana pembentukan Blok Politik Alternatif dan gerakan Reset Indonesia yang diserukan dalam Deklarasi Amsterdam.

“Gerakan rakyat tidak boleh hanya menjadi saluran kemarahan atau alat untuk membangun kultus individu baru, apalagi mengganti oligarki lama dengan oligarki baru. Ini harus menjadi ruang pendidikan politik dan kenegaraan, agar rakyat kembali menjadi pemilik dan penguasa kedaulatan,” ujar Rinto.

You Might Also Like

Mirwan Bupati Aceh Selatan Klarifikasi Umrah Saat Bencana, Maaf Disampaikan, Prioritas Dipertanyakan
Penyalahgunaan Kekuasaan dalam Demokrasi Tanpa Moralitas: Bagaimana Rakyat Tertinggal
KemenHAM Minta Selaras HAM, Partai X: Jangan Hanya di Atas Kertas!
Pemilu Jadi Kompetisi: Banyak Kandidat, Minim Kualitas

Rinto juga mengingatkan kembali momentum penting yang telah dibangun Sekolah Negarawan pada 10 November 2025 di Surabaya. Saat itu, Sekolah Negarawan mengumpulkan “Empat Penjaga Pilar Bangsa” yang terdiri dari cendekiawan, budayawan, tokoh adat, rohaniawan, serta unsur TNI-Polri non aktif untuk merawat persatuan dan membangun musyawarah lintas unsur strategis bangsa.

Menyikapi eskalasi krisis yang sedang berlangsung, Prayogi dan Rinto yang mewakili Sekolah Negarawan merumuskan lima sikap resmi:

  1. Mendukung Deklarasi Amsterdam sebagai alarm awal bahwa sistem politik Indonesia membutuhkan koreksi serius.
  2. Menegaskan status Darurat Kenegaraan, di mana persoalan utama terletak pada desain kedaulatan, representasi, dan konstitusi.
  3. Mendorong Blok Politik Alternatif untuk mengkaji ulang desain tatanegara, termasuk urgensi mendorong amandemen konstitusi melalui jalan yang sah, damai, dan demokratis.
  4. Mengajak seluruh elemen masyarakat sipil (intelektual, buruh, pekerja mandiri, petani, nelayan, mahasiswa, , diaspora, dll) untuk membangun ruang musyawarah rakyat yang adil dan tidak dikuasai elite politik.
  5. Menerapkan perjuangan dua jalur, ikhtiar sistemik melalui koreksi desain negara, dan ikhtiar spiritual agar gerakan tidak bergeser menjadi sekadar perebutan kekuasaan.

“Indonesia tidak hanya membutuhkan blok politik alternatif, tetapi kesadaran kenegaraan alternatif. Kita butuh pembaruan sistem dasar atau update OS agar rakyat kembali menjadi pemilik kedaulatan yang nyata,” tutup Prayogi.

Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Masalah Bangsa Bukan Presidennya: Negara Perlu Redesain
Next Article Transparansi Anggaran BGN, Tegaskan Demi Kesejahteraan Rakyat

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Indonesia Darurat Politik: Konstitusi Harus Diselamatkan Sekarang!

November 25, 2025
Kekuasaan Sensitif Kritik, Krisis Kebebasan Pers Muncul
Pemerintah

Kekuasaan Sensitif Kritik, Krisis Kebebasan Pers Muncul

January 14, 2026
Pemerintah

Zulhas Gagal Paham Politik: Dari Pelayan Rakyat ke Penguasa

April 27, 2026
Pemerintah

Ketika Penguasa Lebih Dominan, Kehilangan Ruh Permusyawaratan Pancasila Menguat

May 21, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.