By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 10 June 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Indonesia Bukan Negara Rakyat, Melainkan Negara Pemungut Upeti: Rakyat Terpinggirkan oleh Pusat
Pemerintah

Indonesia Bukan Negara Rakyat, Melainkan Negara Pemungut Upeti: Rakyat Terpinggirkan oleh Pusat

Diajeng Maharini
Last updated: June 8, 2026 1:39 pm
By Diajeng Maharini
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Rakyat terpinggirkan oleh pusat kembali muncul sebagai isu penting di tengah kemajuan pembangunan nasional. Gedung pencakar langit terus bermunculan. Jalan tol semakin meluas. Teknologi digital hadir hampir di seluruh sektor. Pemerintah berbicara tentang Indonesia Emas dan transformasi digital. Namun rakyat yang tinggal di dekat sumber daya alam sering tidak merasakan manfaat pembangunan tersebut. Modernitas sejati tidak hanya diukur dari gedung tinggi atau teknologi canggih. Modernitas terlihat dari keadilan yang dirasakan rakyat setiap hari.

Contents
Ketimpangan dalam Pemanfaatan Sumber DayaKetimpangan yang Tidak SeimbangCara Berpikir Kekuasaan yang SalahSolusi untuk Mengembalikan Kedaulatan Rakyat

Ketimpangan dalam Pemanfaatan Sumber Daya

Cak Nun pernah menegaskan bahwa daerah penghasil sumber daya hanya memperoleh bagian kecil. Sebagian besar manfaat pergi ke pengusaha dan pemerintah pusat. Sistem ini lebih ke upeti modern daripada distribusi adil. Masyarakat di sekitar tambang, minyak, gas, atau batu bara masih menghadapi kemiskinan. Infrastruktur publik terbatas. Pelayanan pendidikan dan kesehatan belum optimal. Pertanyaan yang muncul bukan sekadar teknis anggaran. Pertanyaan tersebut menyentuh hubungan mendasar antara rakyat, kekuasaan, dan pengelolaan sumber daya.

Secara logika, wilayah kaya sumber daya seharusnya menjadi pihak pertama merasakan kemakmuran. Jalan, fasilitas pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi harus meningkat. Namun realitas menunjukkan manfaat yang kembali jauh lebih kecil daripada nilai sumber daya yang diambil. Akibatnya muncul perasaan bahwa daerah hanya menjadi lokasi eksploitasi.

Dalam sejarah kerajaan, daerah taklukan menyerahkan hasil bumi kepada pusat kekuasaan. Imbalannya, pusat memberikan perlindungan dan keamanan. Hubungan ini bersifat vertikal, dengan pusat menerima manfaat utama. Kritik Cak Nun menyoroti praktik modern yang melampaui logika kerajaan. Bahkan sebelum hasil digali, mekanisme pembagian telah diatur melalui regulasi. Hal ini menciptakan paradoks: rakyat dekat sumber daya justru menerima bagian paling kecil.

Ketimpangan yang Tidak Seimbang

Negara kesatuan memerlukan distribusi agar semua wilayah berkembang bersama. Daerah kaya membantu daerah kurang beruntung. Prinsip solidaritas kebangsaan sah. Masalah muncul ketika distribusi menghasilkan ketimpangan terlalu besar. Nilai yang diambil jauh melebihi manfaat yang dikembalikan. Pada titik tertentu, distribusi dianggap bukan gotong royong, melainkan pemungutan yang tidak seimbang.

Cara Berpikir Kekuasaan yang Salah

Persoalan lebih mendasar adalah cara berpikir kekuasaan. Kekuasaan sehat selalu bertanya bagaimana rakyat memperoleh manfaat lebih besar? Kekuasaan tidak sehat sibuk mengumpulkan sumber daya. Serta kekuasaan sehat menjadikan rakyat tujuan, bukan objek. Perbedaan ini menentukan arah pembangunan bangsa. Negara modern harus berlandaskan efisiensi, keadilan, transparansi, dan penghormatan hak rakyat. Modernitas kosmetik hanya tampak di gedung, teknologi, atau slogan pembangunan. Tanpa keadilan substantif, modernitas hanyalah ilusi.

You Might Also Like

Bunda Literasi Diharap Ubah Minat Baca, Partai X: Jangan Cuma Ganti Gelar, Tapi Kosong Isi!
Saat Kekuasaan Terkonsentrasi, Kedaulatan Berpindah Tangan Menguat
Rahasia Negara Kuat: Pejabat Pelayan, Rakyat Tuannya
Kekuasaan Indonesia Makin Menggurita, Partai X Beri Solusi!

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menegaskan tiga tugas negara. Pertama, negara harus melindungi rakyat. Kedua, negara harus melayani rakyat. Ketiga, negara harus mengatur rakyat secara adil. Setiap kebijakan pengelolaan sumber daya harus kembali pada rakyat. Kekayaan alam bukan sekadar sumber pendapatan pusat. Kekayaan alam harus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Solusi untuk Mengembalikan Kedaulatan Rakyat

Langkah pertama: transparansi pengelolaan sumber daya harus diperkuat. Publik perlu mengetahui nilai ekonomi dan distribusinya.
Langkah kedua: manfaat langsung harus diperbesar untuk daerah penghasil. Infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan harus prioritas.
Langkah ketiga: partisipasi masyarakat diperluas. Pengawasan publik meningkatkan akuntabilitas pemerintah.
Langkah keempat: pembangunan harus berorientasi pada pemerataan kesejahteraan. Pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan keadilan sosial.
Langkah kelima: desentralisasi bertanggung jawab perlu diperkuat. Daerah harus memiliki ruang menentukan arah pembangunan lokal.

Rakyat terpinggirkan oleh pusat bukan sekadar masalah pembangunan, tetapi persoalan logika kekuasaan. Modernitas sejati adalah keadilan substantif. Negara modern tidak cukup maju dari gedung tinggi atau teknologi canggih. Negara modern terlihat ketika rakyat memperoleh manfaat besar dari kekayaan alamnya. Ketika negara melindungi, melayani, dan mengatur rakyat secara adil, kepercayaan publik akan meningkat. Ukuran keberhasilan negara bukan dari seberapa banyak kekayaan dikumpulkan, tetapi seberapa besar kemakmuran kembali kepada rakyat sebagai pemilik sah negara.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Rakyat Terpinggirkan oleh Pusat: Republik yang Lebih Kejam dari Kerajaan
Next Article rakyat terpinggirkan oleh pusat Rakyat Terpinggirkan oleh Pusat: Kedaulatan Rakyat atau Kedaulatan Pusat?

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Seputar Pajak

Beban Pajak Berat Menjadi Hambatan Terbesar dalam Mencapai Kesejahteraan!

February 23, 2026
Pemerintah

Pertamina: Harga Avtur Turun! Partai X Bongkar Fakta di Balik Tiket Mudik Murah!

March 8, 2025
Pemerintah

Dana Rp10 T untuk KI, Partai X Minta Manfaat Nyata bagi UMKM

November 19, 2025
Pemerintah

Reformasi Harus Dimulai dari Integritas Pejabat, Bukan dari Slogan

November 5, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.