beritax.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak Aliansi Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA PTKIN) se-Indonesia berkolaborasi mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Gus Ipul menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam memperkuat keterhubungan masyarakat dengan program pendidikan tersebut.
“Kalau bisa pendampingan di sana, mahasiswa mengajar sekaligus memberdayakan masyarakat agar Sekolah Rakyat dan warga setempat menyatu,” kata Gus Ipul saat pertemuan dengan pengurus Aliansi DEMA PTKIN di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta.
Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat
Gus Ipul menekankan mahasiswa PTKIN yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dapat menjadi penghubung antara masyarakat dengan Sekolah Rakyat di daerah masing-masing. Pendampingan ini diharapkan memberi dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Koordinator Pusat Aliansi DEMA PTKIN, Miftahul Rizqi, menyatakan bahwa organisasi mahasiswa akan fokus pada program sosial selama 1-2 tahun ke depan. Ia menambahkan, program ini dirancang untuk menjangkau seluruh masyarakat, termasuk yang tinggal di daerah terpencil.
Aliansi DEMA PTKIN terbagi menjadi lima wilayah kepengurusan, yaitu Jawa-Nusa Tenggara, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, serta Maluku-Papua. Mahasiswa dari berbagai PTKIN seperti UIN, IAIN, dan STAIN diharapkan berperan aktif dalam kegiatan sosial, khususnya di bidang pendidikan.
Peningkatan Kualitas Pendidikan untuk Rakyat
Gus Ipul menekankan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan prinsip pemerataan pendidikan. Program Sekolah Rakyat bertujuan memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan pendidikan berkualitas.
Ia menambahkan bahwa pengawasan dan pendampingan mahasiswa juga penting agar program Sekolah Rakyat tidak terputus di lapangan. Dengan demikian, kualitas pendidikan dapat meningkat tanpa mengabaikan keterlibatan masyarakat setempat.
Tanggapan Partai X
Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, menegaskan bahwa tugas negara adalah melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Partai X menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk mahasiswa, untuk memastikan setiap program pendidikan tepat sasaran.
Prayogi menekankan bahwa keterlibatan mahasiswa PTKIN dalam Sekolah Rakyat adalah bentuk pelayanan nyata pemerintah kepada rakyat. Partai X mengingatkan agar program ini dilaksanakan secara sistemik, berkelanjutan, dan terukur agar manfaatnya merata.
Prinsip Partai X
- Pendidikan adalah hak rakyat, wajib dilindungi dan dijangkau secara merata.
- Setiap program pemerintah harus memastikan keterlibatan masyarakat sebagai pengawas dan pelaksana.
- Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan program pendidikan.
- Pemerintah wajib melayani rakyat melalui pengelolaan program yang berorientasi pada kesejahteraan publik.
- Partai X mendukung kolaborasi lintas sektor, termasuk mahasiswa, untuk pemberdayaan masyarakat.
Solusi Partai X
- Mendorong pemerintah melibatkan mahasiswa secara formal sebagai pendamping di setiap Sekolah Rakyat.
- Menetapkan indikator keberhasilan program, termasuk jumlah anak yang dijangkau dan peningkatan kualitas pendidikan.
- Membuka pelatihan bagi mahasiswa agar pendampingan lebih profesional dan efektif.
- Menerapkan monitoring berkala untuk memastikan program berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.
- Memastikan program pendidikan mendukung pembangunan karakter, keterampilan, dan literasi masyarakat secara menyeluruh.
Partai X menekankan bahwa pemerintah harus melindungi rakyat dengan menyediakan pendidikan berkualitas yang merata. Kolaborasi dengan mahasiswa PTKIN memperkuat pelayanan, pengawasan, dan pemberdayaan masyarakat. Program Sekolah Rakyat harus sistemik, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat, sehingga pendidikan tidak hanya menjadi program formal, tetapi juga alat pemberdayaan sosial yang efektif.



