By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 15 May 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Sekolah Negarawan Serukan Refleksi Masa Depan Bangsa dari Kesunyian Bukit Azana
Pemerintah

Sekolah Negarawan Serukan Refleksi Masa Depan Bangsa dari Kesunyian Bukit Azana

Diajeng Maharani
Last updated: May 15, 2026 3:29 pm
By Diajeng Maharani
Share
5 Min Read
SHARE

beritax.id – Blora, 14 Agustus 2026 — Di tengah suasana tenang perbukitan Hotel Azana Hill Resort Blora, Lumbung Kreasi Nusantara bersama Sekolah Negarawan menggelar forum Suluk Negarawan pada Jumat (14/8/2026). Forum tersebut bukan sekadar pertemuan diskusi biasa, melainkan ruang perenungan mengenai kondisi bangsa yang dinilai tengah mengalami krisis arah kebudayaan serta semakin dangkal dalam memaknai kehidupan bernegara.

Di hadapan peserta yang mayoritas generasi muda, Senior Advisor Sekolah Negarawan Adil Amrullah atau yang akrab disapa Cak Dil mengajak peserta untuk kembali memikirkan negara bukan sekadar sebagai kekuasaan, melainkan sebagai rumah bersama yang harus dijaga oleh seluruh warga negara.

Negara sebagai Tanggung Jawab Bersama

Menurut Cak Dil, kesadaran tentang negara hari ini semakin menipis karena masyarakat terlalu lama memandang urusan kenegaraan hanya sebagai wilayah elite politik dan pejabat pemerintahan. Padahal, kata dia, setiap warga negara memiliki tanggung jawab moral terhadap keadaan bangsanya sendiri.

“Setiap warga negara punya tanggung jawab terhadap keadaan negaranya,” ujarnya dalam forum tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Sekolah Negarawan lahir sebagai ruang pendidikan kebangsaan yang ingin menanamkan kembali kesadaran berpikir tentang negara, ketatanegaraan, dan kenegarawanan. Forum ini, menurutnya, bukan ruang politik praktis, melainkan ruang belajar untuk membangun cara pandang jangka panjang terhadap masa depan Indonesia.

Membedakan Negara dan Pemerintah

Cak Dil juga menyinggung pentingnya membedakan antara negara dan pemerintah. Ssebuah gagasan yang selama ini banyak diperbincangkan oleh kakaknya, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun. Dalam pandangan tersebut, negara tidak boleh dipersempit hanya menjadi pemerintah. Sebab jika negara sepenuhnya disamakan dengan penguasa, maka kritik dan kontrol sosial akan mudah dianggap sebagai ancaman kekuasaan.

You Might Also Like

Sekolah Negarawan Resmi Luncurkan Chapter Eropa di Universitas Groningen: Menyatukan Pemimpin Masa Depan
Presidensial dan Demokrasi: Ketika Sistem Memicu Negara Salah Desain
Analisis Kebijakan Global: Bagaimana Kebijakan Eksternal Mengontrol Ekonomi Negara?
Wakil Ketua MPR Bicara 4 Pilar, Partai X: Rakyat Butuh Pilar Keadilan!

Selama hampir dua tahun terakhir, Sekolah Negarawan melakukan riset dan kajian serius terhadap gagasan tersebut. Hasilnya kemudian mulai diperkenalkan kepada publik melalui forum-forum pendidikan seperti Suluk Negarawan di Blora.

Blora dan Tradisi Pemikiran Kritis

Cak Dil menilai Blora dipilih bukan tanpa alasan. Daerah ini memiliki sejarah panjang dalam melahirkan tokoh-tokoh pemikiran yang berpengaruh terhadap perjalanan bangsa. Dari tanah Blora lahir Samin Surosentiko dengan gerakan perlawanan rakyatnya. Hingga Pramoedya Ananta Toer dengan karya-karya sastra yang mengguncang kesadaran sosial Indonesia.

“Blora punya sejarah pemikiran yang kuat. Maka kami ingin menanam benih-benih baru dari tempat ini,” katanya.

Sementara itu, Direktur Sekolah Negarawan Prayogi R. Saputra mengajak peserta memahami kondisi bangsa melalui pendekatan yang lebih reflektif. Ia menggunakan teori “fraktal sosial” untuk menjelaskan bagaimana budaya korupsi, feodalisme, dan populisme tumbuh dari pola-pola kecil yang terus berulang dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Saputra, masyarakat sering kali menganggap pelanggaran kecil sebagai hal biasa. Namun ketika perilaku itu terus diulang dalam berbagai level sosial, ia berubah menjadi budaya kolektif yang sulit dihentikan.

“Bangsa ini sering sibuk mengutuk hasil akhirnya, tetapi lupa memperbaiki pola kecil yang terus diulang setiap hari,” ujarnya.

Teknologi dan Transformasi Tata Kelola Negara

Dalam forum tersebut, Saputra juga menyoroti pentingnya transformasi budaya melalui teknologi informasi. Ia menyebut perkembangan teknologi digital sebenarnya dapat membantu menciptakan tata kelola negara yang lebih transparan dan akuntabel jika digunakan secara tepat.

Mulai dari artificial intelligence, big data, blockchain, hingga Internet of Things dinilai dapat menjadi instrumen untuk memperbaiki layanan publik sekaligus memperkecil ruang korupsi. Namun ia mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat. Perubahan utama tetap terletak pada kesadaran manusianya.

Refleksi Generasi Muda tentang Masa Depan Bangsa

Forum Suluk Negarawan berlangsung dalam suasana dialog yang cair. Hadirin tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga berdiskusi tentang berbagai kegelisahan sosial yang mereka rasakan sehari-hari. Mulai dari birokrasi yang rumit, politik yang makin transaksional, hingga generasi muda yang semakin jauh dari nilai-nilai kebangsaan.

Di penghujung acara, suasana menjadi lebih hening ketika salah seorang peserta menyampaikan refleksinya.

“Republik ini belum selesai dibangun. Dan mungkin tugas generasi kita adalah ikut menyelesaikannya,” ucapnya pelan.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Sekolah Negarawan Usulkan Amandemen Kelima UUD dan Transformasi Digital demi Reformasi Tata Kelola Negara
Next Article Ketika Aturan Tak Menyelesaikan Masalah, Pemerintah Sibuk Mengatur Dipertanyakan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Ketika Rakyat Kesulitan, Pemerintah Sibuk Mengatur Formalitas

May 15, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Indonesia Bisa Maju, Asal Sistemnya Tidak Melawan Rakyat

January 19, 2026
Pemerintah

Menko Ingatkan TNI-Polri, Partai X: Penegakan Tugas Harus Tanpa Kekerasan!

October 21, 2025
Seputar Pajak

Semua Dipajaki, Tetapi Rakyat Masih Tak Bisa Menikmati Hasilnya!

February 19, 2026
Pemerintah

Kedaulatan Tanpa Kontrol: Ketidakmampuan Negara dalam Menjaga Stabilitas dan Keadilan

March 16, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.