beritax.id– Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar rapat koordinasi bersama jajaran kementerian, lembaga, dan kepala daerah untuk membahas perlindungan pesisir pantai utara (Pantura) Jawa. Rapat tersebut menyoroti kondisi Pantura yang memprihatinkan akibat penurunan permukaan tanah serta kenaikan permukaan air laut, yang berpotensi memicu bencana lebih parah hingga tahun 2050.
Dalam paparannya, AHY menjelaskan bahwa penurunan permukaan tanah di Pantura mencapai 15 hingga 20 cm per tahun. Penurunan paling ekstrem terjadi di Jakarta dan Semarang, sementara daerah lain juga terus mengalami fenomena serupa.
Selain itu, kenaikan permukaan air laut akibat pemanasan global berkisar 0,8 hingga 1,2 cm per tahun. “Tekanan ganda ini mengancam banjir rob, properti, dan rumah warga. Tanpa intervensi, dampaknya bisa lebih parah pada 2050,” ungkap AHY.
Krisis Air Bersih dan Dampak Ekonomi
AHY menekankan bahwa krisis air bersih sudah mengintai kawasan Pantura, mengancam kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sumber daya lokal. Tidak hanya aspek lingkungan, kondisi ini juga berisiko menggerus ekonomi, mengingat Pantura Jawa berkontribusi sekitar 27,53 persen terhadap PDB nasional atau setara US$368,37 miliar pada 2025.
Rakor ini melibatkan Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria, serta berbagai wakil menteri dan perwakilan lembaga pemerintah. AHY menekankan perlunya koordinasi lintas sektor agar penanganan krisis dilakukan secara terpadu, efektif, dan berkelanjutan. “Kita harus bergerak kompak agar kerusakan lingkungan di Pantura tidak semakin parah,” tegasnya.
Prayogi R Saputra: Negara Harus Melindungi dan Mengatur Rakyat
Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, menekankan tiga tugas utama negara: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Menurut Prayogi, penanganan Pantura harus berorientasi pada kepentingan rakyat, dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama.
Prinsip Partai X dan Solusi Strategis
Partai X menekankan pentingnya prinsip: keberlanjutan lingkungan, keterlibatan masyarakat, transparansi pengelolaan sumber daya, dan efisiensi anggaran.
Solusi yang direkomendasikan:
- Pemantauan dan Pemetaan Terpadu: Menggunakan teknologi survei dan pemantauan satelit untuk mengidentifikasi wilayah paling rentan penurunan tanah dan banjir rob.
- Penguatan Infrastruktur Pesisir: Membangun tanggul, pompa air, dan sistem drainase untuk menekan risiko bencana.
- Peningkatan Ketahanan Air Bersih: Membangun sistem penyediaan air bersih berbasis desentralisasi untuk daerah rawan.
- Pendidikan dan Partisipasi Masyarakat: Memberdayakan warga melalui program mitigasi bencana dan pengelolaan sumber daya lokal.
- Koordinasi Lintas Kementerian: Memastikan setiap kebijakan dan proyek terintegrasi dan fokus pada perlindungan masyarakat dan lingkungan.
Rakor Pantura Jawa yang digelar AHY menegaskan urgensi penanganan lingkungan pesisir utara untuk mencegah kerusakan lebih parah. Dengan kolaborasi lintas lembaga, strategi yang terukur, dan prinsip Partai X yang menekankan perlindungan rakyat dan keberlanjutan, Indonesia dapat menjaga Pantura Jawa sekaligus mengamankan kesejahteraan masyarakat pesisir.



