By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Saturday, 2 May 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > BUMN Buruhnya Rakyat: Konsep Sederhana yang Sulit Dijalankan
Pemerintah

BUMN Buruhnya Rakyat: Konsep Sederhana yang Sulit Dijalankan

Diajeng Maharani
Last updated: April 30, 2026 2:38 pm
By Diajeng Maharani
Share
7 Min Read
SHARE

beritax.id – Di tengah perdebatan mengenai peran negara dalam ekonomi, ada gagasan mendasar yang kini mulai menghilang dari kesadaran publiknegara hadir untuk melayani rakyat. Salah satu instrumen negara yang penting adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang seharusnya berfungsi untuk kesejahteraan rakyat sebagai pemilik sah. Namun, dalam praktiknya, relasi antara rakyat dan BUMN terasa semakin jauh dari tujuan awal. BUMN, yang pada dasarnya adalah milik rakyat, seharusnya tidak menjadi alat untuk memperkuat kekuasaan pemerintah, tetapi sebagai instrumen untuk mengelola kekayaan negara demi kesejahteraan rakyat. Gagasan Cak Nun tentang “BUMN buruhnya rakyat” menjadi penting untuk diingat. Ungkapan ini sederhana, tetapi mengandung makna yang sangat dalam, di mana rakyat berperan sebagai majikan dan negara beserta perangkatnya sebagai pelayan.

Relasi yang Terbalik: BUMN Sebagai Alat Kekuasaan

Secara teoritis, rakyat adalah pemilik BUMN, sementara BUMN dan pemimpin negara seharusnya bertindak sebagai pelaksana untuk kepentingan rakyat. Namun, realitas yang ada justru menunjukkan kecenderungan yang sebaliknya. BUMN sering kali dipersepsikan sebagai alat kekuasaan negara, bukan sebagai representasi kepemilikan rakyat. Kebijakan-kebijakan strategis yang diambil oleh BUMN lebih banyak bersifat top-down, daripada hasil dari kebutuhan rakyat yang sesungguhnya.

Akibatnya, rakyat yang seharusnya menjadi pemilik BUMN justru merasa terasingkan. Mereka menjadi penonton yang tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Dalam banyak kasus, rakyat malah menjadi objek dari kebijakan yang seharusnya dirancang untuk kepentingan mereka.

Akar Masalah: Cara Pandang yang Salah

Masalah ini berakar pada cara pandang terhadap dunia, manusia, dan negara yang keliru. Krisis epistemologi, yaitu perubahan cara berpikir yang melihat segala sesuatu sebagai objek untuk dieksploitasi, telah merusak hubungan antara rakyat dan negara. Negara, yang seharusnya memandang rakyat sebagai subjek utama, malah melihatnya sebagai objek yang harus diatur, dikelola, bahkan dimanfaatkan.

Lembaga-lembaga negara, termasuk BUMN, kehilangan fungsi utamanya sebagai pelayan rakyat dan berubah menjadi entitas yang berdiri sendiri, seolah memiliki kepentingan tersendiri. Hal ini semakin memperburuk ketimpangan antara negara dan rakyat.

Ruwat Diri: Menyelaraskan Kembali Tujuan Negara

Cak Nun menawarkan solusi melalui “ruwat diri” atau pembersihan cara berpikir. Dalam konteks negara, ruwat diri berarti mengembalikan kesadaran bahwa rakyat adalah pusat dari segala kebijakan, negara hanyalah alat yang melayani, dan kekuasaan adalah amanah yang harus digunakan untuk kebaikan rakyat.

You Might Also Like

Ketimpangan Sosial Ekonomi: Kesenjangan yang Dibiarkan Membesar oleh Pemerintah
Seleksi ASN, Partai X: Bersihkan dari Titipan Jabatan dan Nepotisme!
Iran Diserang oleh Israel dan Amerika: Merenungkan Ramalan Cak Nun dalam Konteks Peradaban
PPATK Sebut 27.932 Pegawai BUMN Terindikasi Terima Bansos, Partai X: Bagaimana Bisa Pejabat Mengambil Keuntungan?

Ini bukan sekadar konsep pemerintahan, tetapi juga nilai-nilai spiritual yang mendalam, menghubungkan ajaran Islam dengan kearifan lokal Nusantara. Manusia tidak boleh diperlakukan sebagai objek, dan alam pun tidak boleh dieksploitasi tanpa kesadaran yang mendalam.

Gado-Gado Nusantara: Kekuatan dalam Keragaman

Indonesia dibangun dari keragaman budaya, dan kekuatan bangsa terletak pada kemampuan untuk menyerap pengetahuan tanpa kehilangan jati diri. Keragaman ini, jika dijaga dengan baik, dapat menjadi fondasi yang kokoh bagi negara. Sayangnya, modernisasi dan pengaruh luar seringkali mengikis identitas lokal, menjadikan negara kehilangan arah.

BUMN seharusnya berperan dalam memperkuat identitas dan nilai lokal, serta memastikan bahwa kekayaan negara dikelola untuk kepentingan rakyat, bukan untuk memperkuat kekuasaan sekelompok orang.

BUMN Sebagai Ruang Penebusan: Mengembalikan Keadilan kepada Rakyat

Dalam perjalanan sejarah ekonomi Indonesia, tidak bisa dipungkiri bahwa banyak praktik eksploitasi terjadi, termasuk praktik tanam paksa pada masa lalu. Dalam konteks ini, BUMN seharusnya menjadi ruang untuk memperbaiki ketidakadilan tersebut, mengembalikan keadilan kepada rakyat yang selama ini dirugikan. Namun, untuk itu, BUMN harus kembali ke posisinya yang benar: sebagai pelayan rakyat, bukan alat kekuasaan.

Mengembalikan Makna: Dari Kekuasaan ke Pelayanan

Gagasan “BUMN buruhnya rakyat” bukan hanya sekadar slogan. Ia adalah pengingat bahwa negara harus kembali pada tujuan awalnya. Jika rakyat adalah pemilik, maka kebijakan dan pengelolaan kekayaan negara harus berpihak kepada mereka. Pengelolaan BUMN harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, dengan manfaat yang dirasakan oleh rakyat secara nyata. Tanpa itu, seluruh konsep “milik negara” hanya akan menjadi formalitas, bukan kenyataan yang hidup.

Seruan Kembali kepada Jati Diri Bangsa

Masalah ini bukan hanya soal BUMN, tetapi juga soal arah bangsa. Apakah Indonesia akan terus berjalan dengan relasi yang terbalik, di mana rakyat hanya menjadi objek? Ataukah Indonesia berani kembali pada jati dirinya, di mana rakyat adalah pusat, dan negara adalah pelayan?

Gagasan “BUMN buruhnya rakyat” mungkin terdengar sederhana, tetapi dalam kesederhanaannya terkandung kebenaran mendalam: negara tidak boleh berdiri di atas rakyat. Negara harus berdiri untuk rakyat. Jika gagasan ini terus dilupakan, maka republik ini belum sepenuhnya kembali kepada pemiliknya yang sah: rakyat Indonesia.

Tanggapan Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, mengingatkan bahwa negara memiliki tiga tugas utama: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Dalam hal BUMN, negara harus memastikan bahwa BUMN berfungsi sesuai dengan tujuan awalnya, yaitu untuk melayani rakyat dan bukan untuk memperkuat kekuasaan semata. Kebijakan yang diambil oleh BUMN harus mencerminkan kepentingan rakyat dan memastikan transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan kekayaan negara.

Solusi: Mengembalikan Fungsi BUMN untuk Kepentingan Rakyat

  1. Reformasi Pengelolaan BUMN: BUMN harus dikelola secara lebih transparan dan akuntabel, dengan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat.
  2. Pemberdayaan Rakyat: Melibatkan rakyat dalam pengambilan keputusan ekonomi yang berkaitan dengan pengelolaan BUMN, terutama dalam pengawasan dan evaluasi kebijakan.
  3. Pendidikan Kepemilikan Rakyat: Memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat bahwa BUMN adalah milik mereka, dan mereka berhak mengawasi dan terlibat dalam kebijakan yang diambil.
  4. Pengawasan yang Ketat: Memperkuat sistem pengawasan terhadap kebijakan BUMN, agar tidak ada penyalahgunaan kekuasaan yang mengarah pada pengambilan keuntungan pribadi.

Dengan langkah-langkah ini, BUMN dapat kembali berfungsi untuk mengelola kekayaan negara demi kesejahteraan rakyat dan bukan untuk memperkuat kepentingan segelintir pihak yang hanya mengutamakan keuntungan pribadi.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Kepemimpinan Berbasis Popularitas: Antara Persepsi dan Realita

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negaranya telah mencapai kesepakatan tarif impor baru dengan Indonesia
Internasional

Trump Singgung Prabowo dalam Tarif Baru, Partai X: Jangan Sampai Kita Dapat ‘Deal’ tapi Kehilangan Kedaulatan!

July 16, 2025
Pemerintah

Dari Analisis ke Alibi: “Wicked Problem” dan Penyangkalan Kerusakan Negara

February 3, 2026
EkonomiSosial

Ketimpangan Sosial Ekonomi: Rakyat Terpinggirkan, Sumber Daya Terkonsentrasi

March 31, 2026
Internasional

Royalti Internasional, Partai X: Pastikan Kekayaan Alam Tak Dikuasai Asing!

October 16, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.