By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 27 April 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Zulhas Gagal Paham Politik: Dari Pelayan Rakyat ke Penguasa
Pemerintah

Zulhas Gagal Paham Politik: Dari Pelayan Rakyat ke Penguasa

Diajeng Maharani
Last updated: April 27, 2026 11:12 am
By Diajeng Maharani
Share
5 Min Read
SHARE

beritax.id – Pernyataan yang dikeluarkan oleh Zulkifli Hasan (Zulhas), Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), yang menyatakan bahwa rakyat hanya bertugas membayar pajak dan tidak perlu terlibat dalam urusan pemerintahan, menunjukkan ketidakpahaman yang mendalam tentang pemerintahan. Zulhas gagal paham politik jika ia beranggapan bahwa rakyat hanya perlu tunduk tanpa diberi ruang untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi hidup mereka.

Zulhas Gagal Paham Politik: Mengubah Rakyat dari Pelayan ke Penguasa

Pernyataan Zulhas yang menganggap rakyat hanya perlu membayar pajak dan tidak terlibat dalam pemerintahan menunjukkan pandangan yang salah tentang peran rakyat dalam negara. Dalam sistem negara demokrasi Indonesia, rakyat adalah pemegang kedaulatan, dan tugas pemerintah adalah menjadi pelayan bagi rakyat. Hal ini bukan penguasa yang menentukan segala sesuatunya tanpa melibatkan mereka.

Pemahaman bahwa rakyat tidak perlu berpartisipasi dalam pemerintahan mengarah pada pengabaian prinsip dasar negara demokrasi. Pemerintah yang baik harus melayani rakyat, bukan menganggap rakyat hanya sebagai objek yang patuh terhadap kebijakan yang diambil tanpa memberikan mereka hak untuk ikut berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan.

Tugas Negara Menurut Rinto Setiyawan

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menegaskan bahwa negara memiliki tiga tugas utama yang harus dijalankan dengan baik: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Menurutnya, pemerintah harus hadir untuk melindungi hak-hak dasar rakyat, melayani kebutuhan mereka, dan mengatur negara dengan cara yang adil.

“Negara itu harus melindungi, melayani, dan mengatur rakyat. Rakyat memiliki hak untuk terlibat dalam pemerintahan dan memberikan masukan yang konstruktif,” ujar Rinto. Ia menegaskan bahwa rakyat tidak hanya berfungsi sebagai pembayar pajak, tetapi juga sebagai partisipan aktif dalam menjaga keseimbangan dan akuntabilitas pemerintahan.

Tiga Tugas Utama Negara

Rinto Setiyawan menekankan tiga tugas utama yang harus dilaksanakan oleh negara:

You Might Also Like

Mengembalikan Arsitektur Negara Sesuai Amanat Proklamasi 1945
Desain Negara Iran: Model Negara dengan Arah Strategis Terjaga
Baleg Setujui 67 RUU, Partai X: RUU Banyak, Kesejahteraan Rakyat Mana?
Jokowi Tak Perlu Tunjukkan Ijazah? PDIP Gagal Jalankan Mandat Konstitusi!
  1. Melindungi Rakyat: Negara bertanggung jawab untuk melindungi hak-hak dasar rakyat, baik dari ancaman luar maupun dalam negeri.
  2. Melayani Rakyat: Negara harus menyediakan layanan publik yang memadai dan berkualitas untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat.
  3. Mengatur Rakyat: Negara harus membuat kebijakan yang mendukung kesejahteraan rakyat secara merata dan adil.

Ketiga tugas ini adalah pilar utama dalam menjalankan negara yang demokratis. Namun, untuk mencapainya, partisipasi rakyat sangat penting agar kebijakan yang diambil selalu mencerminkan kebutuhan mereka.

Kritik sebagai Pilar Demokrasi

Pernyataan Zulhas yang menganggap bahwa rakyat hanya perlu membayar pajak dan tidak terlibat dalam pemerintahan berisiko merusak fondasi demokrasi. Dalam negara demokrasi, rakyat memiliki hak untuk mengkritik kebijakan pemerintah dan memberikan masukan yang konstruktif. Kritik adalah cara untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah berjalan dengan transparansi dan akuntabilitas.

Demokrasi yang sehat membutuhkan ruang bagi rakyat untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan memberikan masukan terhadap kebijakan yang diambil. Pemerintah yang menutup diri dari kritik atau menganggapnya sebagai gangguan justru akan menjauhkan diri dari rakyatnya. Adapun yang dapat merusak hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Solusi untuk Memperbaiki Pemahaman Tentang Kekuasaan

Pemerintah perlu memperbaiki pemahaman yang keliru mengenai peran rakyat dalam negara. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah dengan meningkatkan literasi politik di kalangan masyarakat. Rakyat harus diberikan pemahaman yang lebih baik tentang hak-hak mereka dalam sistem demokrasi dan bagaimana mereka dapat berpartisipasi dalam proses pemerintahan secara efektif.

Selain itu, pemerintah perlu lebih terbuka terhadap kritik dan masukan dari rakyat. Kritik yang disampaikan oleh rakyat harus diterima dengan lapang dada dan dijadikan dasar untuk memperbaiki kebijakan pemerintah. Pemerintah harus mendengar suara rakyat dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kebijakan yang ada.

Pemerintah juga harus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan kepentingan rakyat. Untuk itu, pemerintah perlu membuka saluran komunikasi yang lebih luas dengan masyarakat melalui forum-forum musyawarah atau konsultasi publik yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Kesimpulan

Pernyataan Zulhas yang membatasi peran rakyat hanya sebatas pembayar pajak dan mengabaikan partisipasi mereka dalam pemerintahan adalah kesalahan besar dalam memahami prinsip dasar negara demokrasi. Negara ini bukan milik pemerintah, tetapi milik rakyat yang memegang kedaulatan tertinggi. Oleh karena itu, pemerintah harus lebih menghargai hak rakyat. Hal ini untuk berpartisipasi dalam pemerintahan dan memberikan ruang bagi mereka untuk berkomunikasi dalam pengambilan keputusan.

Dengan perbaikan dalam cara pandang terhadap rakyat dan implementasi solusi yang tepat. Kita dapat memperkuat sistem demokrasi Indonesia dan memastikan bahwa negara ini benar-benar bekerja untuk kepentingan seluruh rakyat, bukan hanya untuk segelintir orang yang berkuasa.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Rakyat Disuruh Diam, Tanda Zulhas Gagal Paham Politik
Next Article Ketika Kekuasaan Lebih Dominan, Zulhas Gagal Paham Politik

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Kekuasaan Tanpa Empati: Saat Penderitaan Rakyat Tak Lagi Terlihat

April 15, 2026
Pemerintah

Prabowo Anti Kritik: Membungkam Kritik Rakyat, Menghancurkan Rencana Perubahan

March 30, 2026
Pemerintah

Krisis Konstitusional Berlanjut: Akumulasi Kekuasaan Tanpa Kendali

April 9, 2026
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan menyatakan Indonesia mendorong penyelesaian damai konflik AS-Iran.
Internasional

RI Dorong Perundingan AS-Iran, Partai X: Jangan Jadi Penengah Global, Kalau Masalah Dalam Negeri Masih Dibiarkan!

June 24, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.