beritax.id – Mahkamah Konstitusi (MK) mempertanyakan alokasi dana untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimasukkan dalam anggaran pendidikan, bukan di sektor terkait seperti Kementerian Sosial atau Kementerian Kesehatan. Guntur Hamzah, hakim MK, menilai bahwa MBG memiliki keterkaitan erat dengan sektor kesehatan dan perlindungan sosial. Sehingga penempatannya dalam sektor pendidikan perlu dijelaskan secara komprehensif oleh pemerintah.
Pertanyaan Tentang Penempatan Anggaran MBG
Dalam sidang perkara nomor 40, 55, 52/PUU-XXIV/2026, Guntur mempertanyakan alasan pemerintah menempatkan program MBG dalam anggaran pendidikan. Ia mengatakan, “Kenapa tidak diintegrasikan ke anggaran Kementerian Sosial atau Kementerian Kesehatan? Mengapa harus di pendidikan?” Guntur menekankan bahwa program pemenuhan gizi tidak hanya berkaitan dengan pendidikan. Tetapi juga erat dengan sektor kesehatan dan bantuan sosial.
“Program MBG jelas memiliki irisan dengan kesehatan dan perlindungan sosial. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan DPR untuk menjelaskan dasar pemilihan pos anggaran tersebut,” lanjut Guntur.
Penjelasan Pemerintah Dibutuhkan
Guntur juga meminta penjelasan lebih lanjut tentang bagaimana pemerintah merancang program MBG untuk masuk dalam anggaran pendidikan. “Apakah ini sejak awal memang dialokasikan ke pendidikan, atau sebenarnya bisa ditempatkan di kementerian lain yang relevan?” tambah Guntur.
Menurut Guntur, kejelasan tentang penempatan anggaran MBG dalam anggaran pendidikan ini penting agar publik memahami rasionalitas kebijakan anggaran. “Mengingat besarnya alokasi MBG yang mencapai Rp 223,6 triliun, penjelasan yang mudah dipahami masyarakat sangat dibutuhkan,” ujar Guntur.
Komentar Anggota Majelis Tinggi Partai X
Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, mengingatkan bahwa tugas negara itu tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Dalam hal ini, negara harus memastikan bahwa program-program besar seperti MBG tidak hanya tepat sasaran tetapi juga sesuai dengan sektor yang relevan untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi.
“Anggaran negara harus digunakan untuk program yang benar-benar mengutamakan kepentingan rakyat. Dalam hal ini, program MBG seharusnya lebih baik diintegrasikan dengan sektor sosial atau kesehatan, agar lebih terfokus pada kesejahteraan masyarakat secara langsung,” ujar Prayogi.
Prinsip Partai X dalam Program Kesejahteraan Rakyat
Partai X selalu berkomitmen pada prinsip untuk melindungi dan melayani rakyat. Dengan memastikan bahwa kebijakan publik yang diterapkan selalu berdampak positif pada kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, Partai X mengusulkan langkah-langkah sebagai berikut:
- Pengelolaan Dana yang Tepat Sasaran: Partai X mendukung agar dana program MBG dialokasikan lebih tepat di sektor yang relevan, seperti Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan, untuk memastikan distribusi bantuan lebih efisien dan akurat.
- Transparansi Anggaran: Pemerintah harus memberikan penjelasan terbuka dan transparan mengenai penempatan anggaran program-program besar. Agar publik memahami alasan dan rasionalitas keputusan anggaran.
- Peningkatan Kesejahteraan Rakyat: Dana MBG seharusnya digunakan untuk meningkatkan akses dan kualitas gizi masyarakat secara langsung. Pemerintah harus berfokus pada penyediaan bantuan yang dapat mengurangi angka kemiskinan ekstrem dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Solusi Partai X untuk Kesejahteraan Rakyat
- Penempatan Anggaran yang Relevan: Memastikan anggaran untuk program MBG ditempatkan pada kementerian yang memiliki relevansi langsung dengan pemenuhan gizi dan kesehatan masyarakat.
- Penyuluhan dan Partisipasi Masyarakat: Melibatkan masyarakat dalam proses pemutakhiran data penerima manfaat dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengajukan sanggahan terkait status penerima bansos.
- Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat: Selain bantuan sosial, program MBG harus disertai dengan langkah-langkah pemberdayaan ekonomi masyarakat, agar mereka dapat mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan.
Kesimpulan
Keputusan penempatan anggaran MBG dalam sektor pendidikan perlu dibahas secara lebih komprehensif oleh pemerintah dan DPR. Dengan menjelaskan secara transparan alasan di balik kebijakan tersebut, pemerintah dapat menghindari mispersepsi dan memastikan bahwa dana publik digunakan untuk kepentingan rakyat. Melalui kebijakan yang tepat dan terkoordinasi dengan baik, kesejahteraan rakyat dapat terjamin dengan lebih baik. Partai X mendukung langkah-langkah yang akan memperkuat kesejahteraan sosial melalui kebijakan anggaran yang transparan dan tepat sasaran.



