By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sunday, 29 March 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Seputar Pajak > Kegagalan Coretax, IWPI Desak KPK Tindak Tegas Dugaan Korupsi Rp1,3 Triliun
Seputar Pajak

Kegagalan Coretax, IWPI Desak KPK Tindak Tegas Dugaan Korupsi Rp1,3 Triliun

Diajeng Maharani
Last updated: March 29, 2026 6:04 am
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Kegagalan implementasi sistem pajak digital Coretax semakin terang. Hampir lima belas bulan setelah peluncurannya pada 1 Januari 2025, sistem yang seharusnya menjadi tulang punggung modernisasi perpajakan nasional ini masih belum berjalan optimal. Pengakuan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahwa Coretax salah desain, ditambah pernyataannya sebelumnya mengenai kualitas tenaga programmer “sekelas lulusan SMA”, semakin menimbulkan kekhawatiran publik terkait proyek senilai lebih dari Rp1,3 triliun ini.

Contents
Laporan IWPI ke KPK Masih Minim PerkembanganKesalahan Perencanaan Lebih Berat dari TeknisUang Rakyat Harus Dipertanggungjawabkan

Ikatan Wajib Pajak Indonesia (IWPI) menilai pernyataan Menteri Keuangan justru memperkuat kritik yang telah disampaikan sejak awal 2025, bahwa masalah Coretax bukan sekadar teknis, melainkan terkait perencanaan yang tidak berurutan dan berpotensi menimbulkan kerugian negara. IWPI kembali menekankan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti laporan dugaan korupsi yang disampaikan sejak Januari 2024 dan segera menetapkan tersangka bila bukti cukup.

Laporan IWPI ke KPK Masih Minim Perkembangan

IWPI sebelumnya melaporkan dugaan korupsi Coretax ke KPK pada 23 Januari 2024, terkait proses pengadaan, penggunaan teknologi COTS, serta ketidaksesuaian antara kebutuhan sistem perpajakan Indonesia dengan solusi yang diambil pemerintah. Hingga kini, IWPI menilai penanganan laporan tersebut belum jelas. Padahal, berbagai pernyataan pejabat pemerintah belakangan ini semakin menegaskan adanya masalah mendasar.

Ketua Umum IWPI, Rinto Setiyawan, A.Md., S.H., CTP, menekankan bahwa pengakuan Menkeu mengenai salah desain dan rendahnya kompetensi tenaga pengembang harus menjadi dasar aparat penegak hukum untuk menyelidiki secara serius.
“Kalau sekarang diakui salah desain, bahkan disebut programmernya tidak selevel dengan kompleksitas sistem pajak Indonesia, wajar publik bertanya: bagaimana proyek Rp1,3 triliun ini bisa terlaksana? Kami minta KPK tidak hanya klarifikasi, tapi segera tetapkan tersangka jika bukti cukup,” tegas Rinto.

Kesalahan Perencanaan Lebih Berat dari Teknis

IWPI menilai pembangunan Coretax tidak mengikuti kaidah umum pengembangan sistem pemerintahan. Idealnya, pembangunan sistem harus melalui urutan: menentukan proses bisnis terlebih dahulu, menyusun regulasi yang mendukung, lalu mengembangkan teknologi sesuai kebutuhan. Namun proyek Coretax terbalik, regulasi ditetapkan dulu melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2018, teknologi dibeli dari luar negeri (COTS), baru menyesuaikan proses bisnis Indonesia.

Pernyataan Menkeu Memperkuat Dugaan Masalah Pengadaan

You Might Also Like

Gotong Royong Tanpa Keadilan: Solidaritas yang Hanya Menguntungkan Segelintir Orang
Mundurnya Bupati Aceh: Kritik Terhadap Pemerintah Pusat?
Batas Kekuasaan Kabur: Mengungkap Kegagalan Sistem yang Tidak Lagi Memiliki Kontrol
MPR Bentuk Wadah Papua, Partai X Ingatkan Jangan Hanya Simbolik, Mana Aksinya?

Pernyataan Menkeu mengenai tenaga pengembang yang tidak sesuai dengan kompleksitas sistem seharusnya menjadi alarm serius. Sistem yang menangani seluruh data perpajakan nasional seharusnya dikerjakan dengan standar tinggi, bukan terburu-buru. IWPI menilai evaluasi harus menyentuh proses pengadaan, perencanaan, dan pengawasan proyek sejak awal.

Untuk itu, IWPI meminta KPK:

  • Memeriksa seluruh proses pengadaan Coretax secara menyeluruh
  • Mendalami kontrak kerja sama dengan vendor luar negeri
  • Menelusuri penggunaan anggaran proyek lebih dari Rp1,3 triliun
  • Memanggil pihak yang bertanggung jawab saat proyek direncanakan dan dijalankan

Pemeriksaan juga harus mencakup pejabat yang memiliki kewenangan pada saat proyek dimulai, termasuk jajaran pimpinan Direktorat Jenderal Pajak dan Kementerian Keuangan periode pengadaan.

Uang Rakyat Harus Dipertanggungjawabkan

Rinto menegaskan bahwa dana proyek Coretax berasal dari uang rakyat, sehingga publik berhak mengetahui apakah proyek dijalankan profesional dan sesuai aturan.
“Kami sebagai wajib pajak adalah pemilik sah dana negara. Jika proyek besar tidak berjalan sesuai rencana, bahkan salah desain, harus ada pertanggungjawaban. Jangan sampai uang rakyat habis, sistem tidak jalan, tapi tak ada yang bertanggung jawab,” ujarnya.

IWPI berharap pengakuan pemerintah mengenai kelemahan Coretax menjadi momentum membuka seluruh proses proyek secara transparan. Tanpa langkah tegas, kepercayaan masyarakat terhadap sistem perpajakan akan menurun, dan modernisasi yang seharusnya mempermudah justru menjadi beban wajib pajak.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Prabowo Jangan Baper: Menanggapi Isu Ketimpangan Sosial dengan Kebijakan yang Realistis
Next Article Coretax Salah Desain: Pengakuan Menkeu Menguatkan Kritik IWPI

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

PDIP soal Potong Gaji Menteri dan DPR, Transparansi dan Keadilan Harus Dijaga!

March 17, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Defisit Akuntabilitas DPR: Saat Demokrasi Kehilangan Mekanisme Rem

December 1, 2025
Teknologi

Keamanan Siber Katanya, Pengawasan Siber Jadinya

December 18, 2025
Pemerintah

PPHN Pastikan Pembangunan Berkelanjutan, Partai X: Pembangunan Itu Harus Rakyat, Bukan Proyek!

October 20, 2025
Pemerintah

Pemimpin Sejati Melayani dan Memerintah dengan Nurani

November 13, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.