beritax.id – Demokrasi Indonesia kini terperosok dalam sistem yang terkontaminasi oleh kepentingan pribadi, mengesampingkan nilai-nilai etika dasar. Meskipun rakyat diberikan hak suara, kebijakan yang diambil pemerintah tidak mencerminkan aspirasi mayoritas. Demokrasi yang seharusnya memperjuangkan kesejahteraan rakyat justru dijadikan alat untuk keuntungan segelintir pihak yang memegang kekuasaan.
Kepentingan Pribadi yang Mengambil Alih Kebijakan Negara
Pemerintahan yang tidak dipimpin oleh negarawan berisiko menempatkan kepentingan pribadi di atas kepentingan rakyat. Pejabat negara yang seharusnya melayani rakyat, malah lebih fokus pada kepentingan pemerintahan dan ekonomi mereka sendiri. Kebijakan yang diambil sering kali lebih menguntungkan pihak-pihak tertentu, sementara rakyat yang paling membutuhkan justru terpinggirkan.
Tanpa dasar etika yang kuat dalam demokrasi, ketimpangan sosial dan ekonomi semakin melebar. Sumber daya negara yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat, lebih banyak dimanfaatkan untuk memperkaya segelintir orang. Kebijakan yang tidak beretika menyebabkan semakin tingginya angka kemiskinan, pengangguran, dan ketidaksetaraan di Indonesia.
Solusi untuk Mengembalikan Demokrasi yang Beretika
Untuk memperbaiki kondisi ini, beberapa langkah penting harus dilakukan:
- Penguatan Pendidikan Etika dan Pemerintahan: Pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai etika dan Pancasila harus diperkenalkan lebih luas, terutama di kalangan pemimpin. Kepemimpinan yang beretika adalah kunci untuk mewujudkan negara yang adil dan makmur.
- Reformasi dalam Struktur Pemerintahan: Pemerintahan harus memiliki struktur yang jelas dan transparan, di mana kebijakan yang diambil dapat diawasi dan dipertanggungjawabkan. Pemerintah harus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil mengutamakan kesejahteraan rakyat, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
- Pemberantasan Korupsi dan Pengawasan yang Ketat: Pengawasan terhadap para pejabat negara harus diperkuat, dengan adanya mekanisme yang jelas untuk menindak tegas setiap penyalahgunaan kekuasaan. Korupsi yang menggerogoti negara harus diberantas untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan demokrasi di Indonesia dapat kembali pada tujuan utamanya, yakni memberikan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat, serta mengembalikan sistem ketatanegaraan yang beretika dan berpihak pada rakyat.



