beritax.id– Rakyat tanpa kedaulatan adalah kenyataan pahit yang dialami oleh banyak orang di Indonesia. Meskipun Indonesia mengklaim sebagai negara demokratis, keputusan besar yang mempengaruhi kehidupan rakyat sering kali tidak melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan. Segelintir pejabat pemerintahan dan ekonomi yang memegang kendali atas kebijakan-kebijakan strategis. Sementara rakyat hanya menjadi penonton dalam proses yang seharusnya mereka kuasai. Kebijakan-kebijakan ini lebih banyak berpihak pada kepentingan mereka yang memiliki kekuasaan dan bukan pada kesejahteraan rakyat.
Keputusan Besar yang Tidak Berpihak pada Rakyat
Setiap keputusan besar mengenai pembangunan, kebijakan ekonomi, atau bahkan pemanfaatan sumber daya alam sering kali tidak mempertimbangkan dampaknya pada rakyat. Meskipun masyarakat terlibat dalam pemilihan umum, mereka tidak memiliki akses atau kontrol atas kebijakan setelah pemilu selesai. Keputusan-keputusan tersebut, meskipun diambil dengan nama rakyat. Pada kenyataannya lebih banyak menguntungkan segelintir orang atau kelompok yang memiliki pengaruh pemerintahan dan ekonomi. Rakyat yang seharusnya menjadi subjek utama dalam demokrasi malah terpinggirkan dalam setiap kebijakan yang diambil.
Ilusi Partisipasi dalam Proses Demokrasi
Demokrasi yang dijalankan di Indonesia sering kali menjadi ilusi. Rakyat diberikan hak untuk memilih, namun setelah pemilu, mereka kehilangan hak mereka untuk mempengaruhi arah kebijakan negara. Partisipasi rakyat hanya terbatas pada saat pemilihan pemimpin, sementara kebijakan-kebijakan besar lainnya lebih banyak ditentukan oleh pejabat. Partisipasi yang terjebak dalam formalitas ini tidak cukup untuk memberikan kekuasaan kepada rakyat untuk mempengaruhi hidup mereka secara nyata.
Tanggapan Rinto Setiyawan: Tugas Negara untuk Melindungi, Melayani, dan Mengatur Rakyat
Rinto Setiyawan, Anggota Majelis Tinggi Partai X, mengingatkan bahwa tugas negara adalah melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Negara harus berfungsi untuk menciptakan pemerintahan yang benar-benar mengutamakan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, negara harus memastikan bahwa setiap keputusan besar yang diambil melalui proses yang transparan dan inklusif, yang memungkinkan rakyat berpartisipasi secara aktif. Keputusan-keputusan yang menguntungkan segelintir pejabat harus dihindari, dan kebijakan harus berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Solusi untuk Mewujudkan Demokrasi yang Berpihak pada Rakyat
- Peningkatan Keterlibatan Rakyat dalam Pengambilan Keputusan
Negara harus memberikan lebih banyak ruang bagi rakyat untuk terlibat dalam setiap tahap pengambilan keputusan, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan publik yang langsung memengaruhi kehidupan mereka. Proses konsultasi yang lebih terbuka dan partisipatif perlu diterapkan. - Reformasi Sistem Pemerintahan yang Lebih Transparan
Proses pengambilan keputusan harus lebih transparan dan akuntabel. Pejabat harus bertanggung jawab atas kebijakan yang mereka ambil, dan mekanisme pengawasan yang lebih kuat perlu diperkenalkan untuk memastikan bahwa kebijakan tidak hanya menguntungkan segelintir orang. - Pemberdayaan Rakyat melalui Pendidikan Politik
Pendidikan politik yang lebih baik diperlukan agar rakyat dapat memahami peran mereka dalam demokrasi dan memiliki kapasitas untuk mempengaruhi kebijakan yang ada. Rakyat yang teredukasi akan lebih siap untuk berpartisipasi secara aktif dalam pemerintahan. - Redistribusi Kekayaan dan Pembangunan yang Berpihak pada Rakyat
Kebijakan redistribusi kekayaan yang adil harus diterapkan untuk mengurangi kesenjangan sosial yang ada. Negara harus memperkenalkan kebijakan yang lebih berpihak pada rakyat, seperti program-program bantuan sosial yang efektif dan akses yang lebih luas terhadap layanan publik. - Penguatan Lembaga Pengawasan dan Pemberantasan Korupsi
Pemerintah harus memperkuat lembaga pengawas yang independen untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil sesuai dengan kepentingan rakyat. Pengawasan yang ketat akan mengurangi potensi penyalahgunaan kekuasaan dan memastikan akuntabilitas pemerintah.
Penutup: Mengembalikan Kedaulatan kepada Rakyat
Rakyat tanpa kedaulatan hanya akan menciptakan ketidakadilan dan ketimpangan dalam negara demokratis. Negara harus bertanggung jawab untuk melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat dengan kebijakan yang benar-benar berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Dengan langkah-langkah yang tepat, Indonesia bisa mengembalikan kedaulatan kepada rakyat dan mewujudkan demokrasi yang sejati. Negara harus berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil memperhatikan kepentingan rakyat, bukan hanya segelintir pihak yang berkuasa.



