beritax.id – Amandemen konstitusi negara adalah momen penting yang seharusnya memperbaiki dan memperkuat sistem pemerintahan. Namun, kenyataannya, perubahan tersebut sering kali tidak melibatkan rakyat dalam prosesnya. Kebijakan besar yang menyangkut kehidupan dan hak-hak rakyat justru sering diputuskan oleh segelintir pejabat. Proses amandemen yang tidak transparan ini menghasilkan keputusan-keputusan yang tidak selalu berpihak pada kesejahteraan rakyat. Demokrasi seharusnya mengutamakan partisipasi rakyat, bukan hanya melibatkan kelompok pejabat dalam merumuskan kebijakan.
Kebijakan yang Mengabaikan Rakyat
Pemerintah dan lembaga legislatif sering mengklaim bahwa amandemen konstitusi bertujuan untuk perbaikan dan kemajuan negara. Namun, sering kali perubahan yang dilakukan lebih menguntungkan pejabat dan mengabaikan aspirasi rakyat. Setiap amandemen konstitusi yang tidak melibatkan rakyat hanya memperburuk ketimpangan sosial, di mana segelintir pihak yang memiliki kekuasaan semakin menguatkan posisinya, sementara rakyat tetap terpinggirkan.
Keterbatasan Partisipasi dalam Amandemen Konstitusi
Ketika keputusan besar mengenai amandemen konstitusi diambil tanpa melibatkan rakyat,maka proses demokrasi menjadi kosong. Rakyat yang seharusnya menjadi pemegang kedaulatan negara, justru kehilangan hak mereka untuk berpartisipasi dalam perubahan yang memengaruhi hidup mereka. Proses yang terpusat pada pejabat mengarah pada ketidakadilan sosial, karena keputusan-keputusan tersebut lebih banyak berorientasi pada keuntungan kelompok tertentu dan bukan pada kesejahteraan masyarakat luas.
Tanggapan Prayogi R Saputra: Tugas Negara untuk Melindungi, Melayani, dan Mengatur Rakyat
Prayogi R Saputra, Anggota Majelis Tinggi Partai X, mengingatkan bahwa tugas negara adalah melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Amandemen konstitusi yang tidak melibatkan rakyat bertentangan dengan prinsip dasar demokrasi. Negara harus memastikan bahwa setiap perubahan yang dilakukan dalam konstitusi mencerminkan kehendak rakyat dan bukan hanya kepentingan pejabat yang berkuasa. Negara harus mengembalikan kedaulatan kepada rakyat dan memastikan mereka memiliki ruang untuk mempengaruhi kebijakan negara.
Solusi untuk Mengembalikan Kedaulatan Rakyat dalam Amandemen Konstitusi
- Proses Amandemen yang Transparan dan Partisipatif
Setiap amandemen konstitusi harus melibatkan konsultasi publik yang lebih luas. Pemerintah dan lembaga legislatif harus membuka ruang bagi rakyat untuk menyampaikan pendapat dan masukan mengenai perubahan yang diusulkan. - Pemberdayaan Rakyat dalam Pengambilan Keputusan
Negara harus memperkenalkan mekanisme yang memungkinkan rakyat berpartisipasi aktif dalam setiap keputusan besar yang berkaitan dengan perubahan konstitusi. Ini bisa dilakukan dengan membentuk forum-forum diskusi yang inklusif. - Meningkatkan Akuntabilitas Pemerintah dan Legislator
Pemerintah dan anggota legislatif harus lebih akuntabel dalam setiap langkah yang diambil, terutama yang berkaitan dengan amandemen konstitusi. Proses pembuatan kebijakan harus lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. - Reformasi Sistem Pemerintahan untuk Meningkatkan Keterwakilan
Reformasi dalam sistem pemerintahan Indonesia harus dilakukan untuk memastikan bahwa setiap kelompok masyarakat memiliki perwakilan yang adil dalam pengambilan keputusan. Ini akan memastikan bahwa suara rakyat didengar dalam setiap perubahan yang dilakukan. - Edukasi Politik untuk Meningkatkan Kesadaran Rakyat
Pemberian pendidikan politik yang lebih baik kepada rakyat akan meningkatkan kesadaran mereka akan hak-hak demokratis. Dengan demikian, mereka akan lebih mampu berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan mengawasi kebijakan yang diambil oleh pemerintah.
Penutup: Mewujudkan Demokrasi yang Berpihak pada Rakyat
Amandemen konstitusi negara harus menjadi alat untuk memperkuat kedaulatan rakyat dan menciptakan pemerintahan yang adil. Rakyat harus menjadi subjek utama dalam setiap perubahan yang terjadi, bukan sekadar objek dari keputusan pejabat. Negara harus melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat dengan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Dengan memperbaiki proses amandemen konstitusi dan memberikan ruang bagi rakyat untuk berpartisipasi, Indonesia akan lebih mampu mewujudkan demokrasi yang sesungguhnya.



